Total impor baja UE turun 23% year-on-year pada Q1 2026. Impor baja canai (rolled steel) juga turun 17%, dengan penurunan terjadi di segmen baja datar (flat steel, -17%) dan baja panjang (long steel, -19%) . Penurunan ini terjadi setelah lonjakan impor yang sangat tajam sebesar 53% pada Q4 2025, saat para importir berebut mengamankan stok sebelum aturan pengamanan baru berlaku . Lonjakan di akhir 2025 ini membuat pangsa impor terhadap konsumsi baja UE mencapai rekor 37% pada Q4 2025 .
Ekspor baja UE ke Amerika Serikat mengalami pukulan telak setelah Washington menaikkan tarif impor baja menjadi 50% pada Juni 2025. Dalam tiga kuartal setelah pemberlakuan tarif (Juli 2025 – Maret 2026), ekspor baja UE ke AS turun 34% year-on-year, dari 2,93 juta ton menjadi 1,94 juta ton . Data ini merupakan angka yang dikonfirmasi langsung oleh EUROFER; pemberitaan tentang penurunan 46% dalam satu kuartal tidak didukung oleh sumber yang valid .
Produksi baja mentah (crude steel) Uni Eropa pada tahun 2025 mencapai titik terendah sepanjang sejarah, yaitu 125,8 juta ton, turun 2,9% year-on-year . Sebagai perbandingan, angka ini sekitar 60 juta ton di bawah tingkat sebelum krisis 2008 . Kapasitas produksi yang terpakai (capacity utilization) hanya berada di kisaran 65,4%, mencerminkan permintaan yang lemah dan proses restrukturisasi industri yang sedang berlangsung.
EUROFER memperkirakan konsumsi baja semu (apparent steel consumption) di Uni Eropa hanya akan tumbuh 0,4% pada tahun 2026, setelah sempat melonjak 4,4% pada tahun 2025 . Pertumbuhan yang lamban ini terutama disebabkan oleh lemahnya sektor otomotif .
Mulai 1 Juli 2026, Uni Eropa akan memberlakukan regulasi pertahanan perdagangan baja yang baru, menggantikan sistem safeguard yang telah berlaku sejak 2018 . Aturan baru ini, yang telah disetujui oleh Parlemen Eropa pada 19 Mei 2026, membatasi impor bebas tarif hanya sebesar 18,3 juta ton per tahun—pemangkasan 47% dibandingkan jatah tahun 2024 . Untuk impor yang melebihi kuota, akan dikenakan bea masuk sebesar 50% untuk 30 kategori produk baja . Regulasi ini juga mewajibkan pelacakan asal-usul baja (melt & pour traceability) dan melarang impor baja dari Rusia dan Belarus .
Total impor baja UE turun 23% year-on-year pada Q1 2026. Impor baja canai (rolled steel) juga turun 17%, dengan penurunan terjadi di segmen baja datar (flat steel, -17%) dan baja panjang (long steel, -19%) . Penurunan ini terjadi setelah lonjakan impor yang sangat tajam sebesar 53% pada Q4 2025, saat para importir berebut mengamankan stok sebelum aturan pengamanan baru berlaku . Lonjakan di akhir 2025 ini membuat pangsa impor terhadap konsumsi baja UE mencapai rekor 37% pada Q4 2025 .
Ekspor baja UE ke Amerika Serikat mengalami pukulan telak setelah Washington menaikkan tarif impor baja menjadi 50% pada Juni 2025. Dalam tiga kuartal setelah pemberlakuan tarif (Juli 2025 – Maret 2026), ekspor baja UE ke AS turun 34% year-on-year, dari 2,93 juta ton menjadi 1,94 juta ton . Data ini merupakan angka yang dikonfirmasi langsung oleh EUROFER; pemberitaan tentang penurunan 46% dalam satu kuartal tidak didukung oleh sumber yang valid .
Produksi baja mentah (crude steel) Uni Eropa pada tahun 2025 mencapai titik terendah sepanjang sejarah, yaitu 125,8 juta ton, turun 2,9% year-on-year . Sebagai perbandingan, angka ini sekitar 60 juta ton di bawah tingkat sebelum krisis 2008 . Kapasitas produksi yang terpakai (capacity utilization) hanya berada di kisaran 65,4%, mencerminkan permintaan yang lemah dan proses restrukturisasi industri yang sedang berlangsung.
EUROFER memperkirakan konsumsi baja semu (apparent steel consumption) di Uni Eropa hanya akan tumbuh 0,4% pada tahun 2026, setelah sempat melonjak 4,4% pada tahun 2025 . Pertumbuhan yang lamban ini terutama disebabkan oleh lemahnya sektor otomotif .
Mulai 1 Juli 2026, Uni Eropa akan memberlakukan regulasi pertahanan perdagangan baja yang baru, menggantikan sistem safeguard yang telah berlaku sejak 2018 . Aturan baru ini, yang telah disetujui oleh Parlemen Eropa pada 19 Mei 2026, membatasi impor bebas tarif hanya sebesar 18,3 juta ton per tahun—pemangkasan 47% dibandingkan jatah tahun 2024 . Untuk impor yang melebihi kuota, akan dikenakan bea masuk sebesar 50% untuk 30 kategori produk baja . Regulasi ini juga mewajibkan pelacakan asal-usul baja (melt & pour traceability) dan melarang impor baja dari Rusia dan Belarus .