Berikut rincian kenaikan harga di pasar Amerika Serikat (harga di Indonesia bisa berbeda setelah pajak dan bea masuk):
Mac (semua model):
iPad (semua model):
Perangkat Rumah (Apple TV, HomePod): Kenaikan berkisar antara $30 hingga $200 tergantung model dan wilayah .
Rata-rata kenaikan harga di semua produk yang terdampak adalah sekitar $246, dengan beberapa konfigurasi bahkan naik hingga $500 .
Kabar baiknya, Apple tidak menaikkan harga untuk lini iPhone, Apple Watch, dan AirPods . Para analis menilai Apple sengaja melindungi produk andalannya yang menjadi sumber pendapatan utama
. Meski begitu, banyak pihak memperkirakan kenaikan harga iPhone juga tinggal menunggu waktu, kemungkinan besar saat peluncuran model terbaru di musim gugur nanti.
Kenaikan harga ini langsung membuat investor khawatir. Saham Apple ambruk 6% pada hari Kamis, 25 Juni, yang nilainya setara dengan lenyapnya sekitar $250 miliar dari nilai pasar perusahaan .
Tak berhenti di situ, kekhawatiran ini merembet ke pasar Asia pada Jumat, 26 Juni:
Aksi jual ini dipicu oleh ketakutan bahwa kenaikan biaya komponen akan menekan permintaan perangkat konsumen dan berpotensi memperlambat kenaikan harga saham chip memori yang selama ini melonjak berkat AI .
Kisah ini memperlihatkan dua sisi mata uang yang sangat kontras antara perusahaan semikonduktor dan perusahaan elektronik konsumen.
Seorang analis dari Yahoo Finance meringkas situasi ini dengan gamblang: "Investor sedang memberi hadiah kepada Micron karena tekanan pasokan memori global telah mengembalikan kekuatan penetapan harga ke pemasok. Apple, yang turun lebih dari 5% setelah menaikkan harga, menunjukkan sisi lain dari perdagangan itu" .
Comments
0 comments