Para penasihat OpenAI menyodorkan opsi menunggu hingga 2027 untuk memberi lebih banyak waktu menyiapkan laporan keuangan dan menunggu kondisi pasar yang lebih bersahabat . Salah satu faktor yang secara eksplisit disebut adalah kinerja saham SpaceX yang lambat pasca-IPO, membuat manajemen OpenAI lebih berhati-hati melantai di bursa saat pasar sedang tidak menentu
. Ada juga skeptisisme luas investor terhadap valuasi AI yang 'mengawang-awang'
.
Total komitmen investasi SoftBank di OpenAI mencapai sekitar USD 65 miliar (sekitar Rp 1.040 triliun) per Oktober 2026 menurut Bloomberg . Rinciannya:
Penundaan IPO ini berdampak langsung karena:
Pada 3 Maret 2026, S&P Global Ratings menurunkan prospek kredit SoftBank dari stabil menjadi negatif, dengan alasan investasi tambahan sebesar USD 30 miliar ke OpenAI . S&P mengatakan rencana tersebut "dapat merusak likuiditas perusahaan Jepang itu dan kualitas kredit asetnya"
.
Penundaan IPO semakin memperbesar tekanan kredit ini karena memperpanjang waktu yang dibutuhkan SoftBank untuk menghasilkan imbal hasil tunai dari investasi tunggal terbesarnya, sehingga potensi utangnya tetap tinggi lebih lama.
MarketWatch dan Morningstar melaporkan bahwa spekulasi tentang kesulitan SoftBank menggalang pinjaman menjadi faktor utama penurunan tajam SoftBank lebih dari 20% dalam lima hari perdagangan di awal Juni 2026 . CNBC juga melaporkan bahwa SoftBank memperoleh pinjaman jembatan senilai USD 40 miliar pada Maret untuk mendukung investasi lebih lanjut di OpenAI dan kebutuhan korporasi umum, menunjukkan bahwa perusahaan beroperasi dengan leverage utang yang substansial
. Pelaku pasar jelas khawatir tentang kemampuan SoftBank mengamankan pembiayaan margin atau agunan tambahan mengingat posisinya yang terkonsentrasi di OpenAI.
Beberapa kekuatan memperparah penurunan SoftBank:
Salah satu alasan eksplisit yang disebut untuk sikap IPO OpenAI yang lebih hati-hati adalah kondisi pasar yang berombak pasca-IPO SpaceX . SpaceX melaksanakan IPO-nya yang sangat dinanti pada 2025, dan kinerja sahamnya setelahnya digambarkan "berat" atau mengecewakan dibandingkan ekspektasi, membuat perusahaan rintisan AI lebih berhati-hati untuk terburu-buru ke pasar di lingkungan yang volatil
. Hal ini, ditambah dengan skeptisisme valuasi AI yang lebih luas, mendorong para penasihat OpenAI untuk merekomendasikan menunggu hingga 2027.
Intinya: Taruhan SoftBank sebesar USD 65 miliar pada OpenAI kini menjadi permainan menunggu berisiko tinggi. Dengan tekanan kredit yang meningkat, likuiditas yang dipertanyakan, dan kehancuran AI global yang sedang berlangsung, penundaan ini mendorong keuntungan yang diharapkan SoftBank semakin jauh ke masa depan — dan pasar sudah memperhitungkannya.
Comments
0 comments