SoftBank Group ambles 12% di bursa Tokyo (25 Juni 2026) setelah The New York Times mengabarkan OpenAI cenderung menunda IPO hingga 2027 dengan target valuasi USD 1 triliun — sebuah langkah yang secara langsung menganc... Penundaan itu dipicu oleh tuntutan CEO Sam Altman yang ngotot tak mau melantai di bawah valuasi...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for Why did SoftBank's stock fall in Tokyo trading on Thursday, and how does OpenAI's potential decis. Article summary: Here is the fact-checked breakdown across all the elements you asked about.. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Saham SoftBank Group ambles sekitar 12% di bursa Tokyo pada Kamis, 25 Juni 2026, setelah The New York Times melaporkan bahwa OpenAI cenderung menunda IPO-nya hingga 2027 dengan target valuasi USD 1 triliun . Aksi jual berlanjut hingga Jumat, 26 Juni, dengan SoftBank kembali merosot lebih dari 12% seiring semakin dalamnya koreksi saham teknologi Asia akibat kekhawatiran biaya infrastruktur AI dan pelemahan Nasdaq untuk hari keempat berturut-turut
.
Ini bukan sekadar koreksi satu hari. SoftBank sebelumnya telah kehilangan lebih dari seperlima nilainya dalam lima hari perdagangan sebelumnya karena spekulasi kesulitan menggalang pinjaman dan momentum AI yang mulai goyah .
OpenAI sebenarnya sudah secara rahasia mengajukan IPO di Amerika Serikat, namun pucuk pimpinannya terbelah soal waktu. Menurut sumber internal yang dikutip The New York Times, CEO Sam Altman ngotot pada valuasi USD 1 triliun (sekitar Rp 16.000 triliun) lebih dan menolak target yang lebih rendah .
Para penasihat OpenAI menyodorkan opsi menunggu hingga 2027 untuk memberi lebih banyak waktu menyiapkan laporan keuangan dan menunggu kondisi pasar yang lebih bersahabat . Salah satu faktor yang secara eksplisit disebut adalah kinerja saham SpaceX yang lambat pasca-IPO, membuat manajemen OpenAI lebih berhati-hati melantai di bursa saat pasar sedang tidak menentu
. Ada juga skeptisisme luas investor terhadap valuasi AI yang 'mengawang-awang'
.
Total komitmen investasi SoftBank di OpenAI mencapai sekitar USD 65 miliar (sekitar Rp 1.040 triliun) per Oktober 2026 menurut Bloomberg . Rinciannya:
Penundaan IPO ini berdampak langsung karena:
Pada 3 Maret 2026, S&P Global Ratings menurunkan prospek kredit SoftBank dari stabil menjadi negatif, dengan alasan investasi tambahan sebesar USD 30 miliar ke OpenAI . S&P mengatakan rencana tersebut "dapat merusak likuiditas perusahaan Jepang itu dan kualitas kredit asetnya"
.
Penundaan IPO semakin memperbesar tekanan kredit ini karena memperpanjang waktu yang dibutuhkan SoftBank untuk menghasilkan imbal hasil tunai dari investasi tunggal terbesarnya, sehingga potensi utangnya tetap tinggi lebih lama.
MarketWatch dan Morningstar melaporkan bahwa spekulasi tentang kesulitan SoftBank menggalang pinjaman menjadi faktor utama penurunan tajam SoftBank lebih dari 20% dalam lima hari perdagangan di awal Juni 2026 . CNBC juga melaporkan bahwa SoftBank memperoleh pinjaman jembatan senilai USD 40 miliar pada Maret untuk mendukung investasi lebih lanjut di OpenAI dan kebutuhan korporasi umum, menunjukkan bahwa perusahaan beroperasi dengan leverage utang yang substansial
. Pelaku pasar jelas khawatir tentang kemampuan SoftBank mengamankan pembiayaan margin atau agunan tambahan mengingat posisinya yang terkonsentrasi di OpenAI.
Beberapa kekuatan memperparah penurunan SoftBank:
Salah satu alasan eksplisit yang disebut untuk sikap IPO OpenAI yang lebih hati-hati adalah kondisi pasar yang berombak pasca-IPO SpaceX . SpaceX melaksanakan IPO-nya yang sangat dinanti pada 2025, dan kinerja sahamnya setelahnya digambarkan "berat" atau mengecewakan dibandingkan ekspektasi, membuat perusahaan rintisan AI lebih berhati-hati untuk terburu-buru ke pasar di lingkungan yang volatil
. Hal ini, ditambah dengan skeptisisme valuasi AI yang lebih luas, mendorong para penasihat OpenAI untuk merekomendasikan menunggu hingga 2027.
Intinya: Taruhan SoftBank sebesar USD 65 miliar pada OpenAI kini menjadi permainan menunggu berisiko tinggi. Dengan tekanan kredit yang meningkat, likuiditas yang dipertanyakan, dan kehancuran AI global yang sedang berlangsung, penundaan ini mendorong keuntungan yang diharapkan SoftBank semakin jauh ke masa depan — dan pasar sudah memperhitungkannya.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
SoftBank Group ambles 12% di bursa Tokyo (25 Juni 2026) setelah The New York Times mengabarkan OpenAI cenderung menunda IPO hingga 2027 dengan target valuasi USD 1 triliun — sebuah langkah yang secara langsung menganc...
SoftBank Group ambles 12% di bursa Tokyo (25 Juni 2026) setelah The New York Times mengabarkan OpenAI cenderung menunda IPO hingga 2027 dengan target valuasi USD 1 triliun — sebuah langkah yang secara langsung menganc... Penundaan itu dipicu oleh tuntutan CEO Sam Altman yang ngotot tak mau melantai di bawah valuasi USD 1 triliun, dengan kinerja saham SpaceX yang 'berat' pasca IPO menjadi pelajaran berharga bagi OpenAI agar tak buru bu...
Berita ini memperparah aksi jual yang telah menghapus lebih dari seperlima nilai SoftBank dalam sepekan sebelumnya, dipicu oleh kesulitan menggalang pinjaman, prospek kredit negatif dari S&P, dan aksi jual besar besar...