Aksi margin call dan krisis likuiditas. Ketika saham jatuh, trader yang menggunakan uang pinjaman (leveraged) menghadapi margin call dan menjual aset yang paling cepat bisa mereka jual—seringkali posisi yang masih untung di emas, perak, dan Bitcoin—menciptakan spiral penurunan di semua kelas aset . Gelombang pencatatan saham (listing) raksasa di bidang teknologi, termasuk SpaceX dengan valuasi $1,75 triliun, menyedot dana dalam jumlah besar dari pasar sekunder yang sudah ada
. Pengurasan likuiditas ini memperkuat tekanan jual.
Mentalitas 'jual semuanya' (risk-off). Pada awal Juni, investor beralih ke posisi mengurangi risiko secara besar-besaran, dengan saham, kripto, dan logam mulia jatuh berbarengan—pola yang khas dari dislokasi likuiditas, bukan karena berita spesifik aset . Pada 9 Juni, Indeks Fear and Greed kripto menyentuh angka 10, menandakan 'Ketakutan Ekstrim'
.
Hilangnya premium geopolitik. Pada 25 Juni, AS dan Iran menandatangani kerangka kerja untuk mengakhiri konflik mereka dengan gencatan senjata 60 hari. Hal ini menyebabkan aset safe haven (tempat berlindung aman)—emas, perak, dan minyak—kehilangan premium risiko geopolitiknya . Komentator pasar menyebutnya sebagai 'pelepasan premium geopolitik'
.
Saham. Aksi jual menghantam saham dalam dua gelombang. Pada 5 Juni, S&P 500 turun 3,00% ke 7.357 dan Nasdaq 100 anjlok 5,37% ke 28.774 . Pada 9 Juni, aksi jual luas menghapus sekitar $1,88 triliun nilai pasar hanya dalam satu jam, dengan S&P 500 kehilangan 1,62% (sekitar $1,10 triliun) dan Nasdaq turun 2,50% (sekitar $880 miliar)
. Pada 22–24 Juni, saham tech terus merosot, dengan Nasdaq sempat mencapai level terendah dalam lebih dari setahun, turun 5,8% intraday
. Meskipun merugi di bulan Juni, secara year-to-date hingga 22 Juni, Dow Jones masih naik 7%, S&P 500 naik 9%, dan Nasdaq naik 14%
.
Emas. Emas turun tajam di setiap gelombang. Pada 5 Juni, emas turun 3,28% menjadi $4.328 per ons . Pada 9 Juni, emas kembali turun 1,3%
. Pada 24 Juni, harga spot emas jatuh di bawah $4.000 per ons untuk pertama kalinya sejak November, turun hampir 30% dari puncaknya di bulan Januari yang sekitar $5.600
. Pada 25 Juni, gencatan senjata geopolitik menyebabkan emas turun lebih lanjut 2,79% ke bawah $4.000
.
Perak. Perak adalah aset utama yang paling terpukul. Pada 5 Juni, perak turun lebih dari 8% ke $67,80 . Pada 24 Juni, perak turun 8% dalam satu sesi dan telah merosot 55% dari puncaknya di Januari sekitar $122
. Pada 25 Juni, perak turun lagi 6,73%, menjadi penurunan terbesar di antara semua kelas aset utama hari itu
.
Bitcoin dan Kripto. Bitcoin turun dari sekitar $63.800 pada 4 Juni menjadi sekitar $60.362 pada 5 Juni, penurunan lebih dari 5,3% . Pada 9 Juni, Bitcoin turun 2,12% bersamaan dengan aksi jual yang lebih luas
. Meskipun kripto sedikit memantul dari level terendah dalam beberapa tahun pada akhir Juni, tesis bahwa Bitcoin adalah 'emas digital' di saat ketidakpastian telah gagal, dengan banyak investor institusi mengurangi atau menutup posisi
. Bitcoin turun 28% secara year-to-date hingga 22 Juni, sementara Ether turun 43%
.
Arah kebijakan The Fed adalah variabel dominan. The Fed saat ini menahan suku bunga (on hold) tetapi cenderung hawkish. Pasar memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga pada 2026, sementara J.P. Morgan melihat langkah selanjutnya adalah kenaikan 25 basis poin pada September 2027 . U.S. Bank memperkirakan The Fed akan tetap bertahan (on hold) hingga 2027, dengan normalisasi berkelanjutan, bukan resesi
. Kisaran perkiraan sangat lebar: dari pemangkasan suku bunga (Natixis dan Citi) hingga kenaikan 75 basis poin (BofA dan Deutsche Bank)
.
Inflasi tetap lengket di atas 2%. Kombinasi aktivitas ekonomi yang tangguh, inflasi yang persisten, dan ketidakpastian yang tinggi membuat The Fed tetap berhati-hati . Goldman Sachs Research sebelumnya memperkirakan The Fed akan memperlambat laju pelonggarannya pada awal Januari 2026, dengan pertumbuhan ekonomi diprediksi meningkat menjadi 2–2,5%
.
Sektor AI dalam sorotan. Musim laba emiten teknologi akan menjadi ujian kritis: jika monetisasi AI kembali mengecewakan, penurunan lebih lanjut sangat mungkin terjadi. Jika laba mengejutkan ke arah positif, reli bisa berlanjut. Kekecewaan laba Broadcom adalah pemicu utama, dan analis mengamati apakah belanja AI yang sangat besar ini menjadi 'lubang tanpa dasar' .
Premium risiko geopolitik menipis. Kerangka kerja gencatan senjata AS-Iran menghilangkan satu risiko besar (tail risk) tetapi juga menghilangkan daya tarik safe haven untuk emas dan minyak . Ini berkontribusi pada penurunan tajam emas di bawah $4.000.
Kondisi likuiditas rapuh. Dengan utang margin (margin debt) yang tinggi dan pencatatan saham baru yang besar menarik dana dari pasar, risiko aksi jual serempak lainnya tetap ada jika terjadi kejutan baru . Pola aset yang jatuh bersamaan adalah ciri khas dislokasi likuiditas, bukan berita fundamental
.
Para ekonom terbelah secara mendalam. Perbedaan—dari pemangkasan suku bunga hingga kenaikan 75 basis poin—mencerminkan ketidakpastian ekstrem tentang lintasan ekonomi makro . J.P. Morgan memperkirakan probabilitas resesi AS dan global sebesar 35% pada 2026
.
Singkatnya, Juni 2026 adalah pembersihan pasar dalam beberapa babak: pertama ketakutan valuasi AI, kemudian aksi margin call berantai, dan terakhir hilangnya premium geopolitik. Prospek ke depan bergantung pada apakah The Fed benar-benar menaikkan suku bunga, apakah laba emiten AI bisa membenarkan valuasinya, dan apakah kondisi likuiditas stabil atau memburuk.