Catatan perbedaan kecil: Satu sumber (DealStreetAsia) awalnya melaporkan US$225 juta, tetapi semua outlet utama lainnya — Bloomberg, Business Times, Taiwan News, Dantri, dan VIR — secara konsisten menyebut US$255 juta. Angka US$255 juta adalah jumlah yang dikonfirmasi dan resmi.
Vingroup secara sistematis mengumpulkan modal internasional skala besar melalui private credit, obligasi luar negeri, dan instrumen konversi untuk mendanai bisnis padat modalnya — terutama VinFast (mobil listrik), Vinpearl (perhotelan), dan Vincom Retail (properti komersial). Bukti utama dari pola ini:
Kesepakatan CDPS Vinpearl adalah bagian terbaru — dan paling kreatif strukturnya — dari strategi ini. Dengan menggunakan saham preferen dividen konversi alih-alih utang langsung, Vingroup mengamankan modal ekspansi jangka panjang tanpa dilusi ekuitas langsung atau beban pembayaran utang tetap, sambil memberikan perlindungan kepada Temasek/SeaTown dan OIA (dividen) plus opsi keuntungan (konversi ekuitas). Ini juga memperdalam hubungan Vingroup dengan SeaTown di tiga anak perusahaan (VinFast, Vincom Retail, dan sekarang Vinpearl), menandakan kerangka kerja kelembagaan yang kurang transaksional dan lebih seperti kemitraan modal berulang.
Meskipun DealStreetAsia awalnya melaporkan US$225 juta, semua sumber utama lainnya — Bloomberg, Business Times, Taiwan News, Dantri, dan VIR — secara konsisten mengonfirmasi angka US$255 juta sebagai jumlah resmi . Otoritas Investasi Oman sendiri mengonfirmasi kontribusi sebesar US$100 juta melalui VOI
.