Rupee India menyentuh rekor terendah 94,74 per dolar AS pada 23 Juni 2026, sementara won Korea Selatan tembus 1.560 per USD—level terlemah dalam 17 tahun—didorong oleh penguatan dolar AS, rekor arus modal asing yang k... Investor asing menarik lebih dari 20 miliar dolar AS dari saham India pada awal tahun 2026, suda...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What factors are driving the recent sharp weakening of the Indian rupee (to ~94.69–94.74 per USD). Article summary: The recent sharp weakening of the Indian rupee and South Korean won is driven by a confluence of a surging US dollar, record foreign capital flight from India, spillover from the Iran conflict, and hawkish US rate expect. Topic tags: general, government, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, ch
Rupee India dan won Korea Selatan mengalami pelemahan paling tajam dalam beberapa dekade terakhir. Pada 23 Juni 2026, rupee ditutup di level 94,74 per dolar AS, sementara won sempat menembus 1.560 per USD pada awal Juni—level terlemahnya sejak krisis finansial Asia 1997–98. Berikut adalah empat faktor utama yang mendorong krisis mata uang Asia saat ini.
Indeks Dolar AS (DXY) melonjak ke 101,42 pada 23 Juni 2026, level tertinggi dalam 13 bulan . Dolar menguat 2,19% dalam sebulan terakhir dan 3,63% dalam setahun terakhir
. Permintaan aset safe-haven di tengah gejolak pasar saham dan ekspektasi sikap hawkish The Fed—termasuk potensi kenaikan suku bunga pada September—telah mendorong dolar semakin perkasa
.
Investor asing menarik lebih dari 20 miliar dolar AS dari saham India dalam empat bulan pertama tahun 2026, melampaui rekor sepanjang tahun 2025 sebesar 18,9 miliar dolar . Arus keluar ini dipicu oleh konflik Iran, kenaikan imbal hasil obligasi AS, rupee yang lemah, dan terbatasnya peluang investasi AI di India
. Sebagian besar penjualan—19 miliar dolar—terjadi setelah perang Iran dimulai
. Sektor keuangan menjadi yang paling terpukul, dengan arus keluar mencapai ₹79.981 crore
.
Won menembus 1.500 per USD pada pertengahan Mei dan bertahan di atas level tersebut selama 14 hari perdagangan berturut-turut hingga 5 Juni—rentang terpanjang sejak krisis finansial global 2009 . Won kemudian menembus 1.560 per USD pada 6 Juni, level terlemahnya dalam 17 tahun
. Bank of Korea melaporkan bahwa rata-rata harga penutupan won-dolar mingguan pada Juni melampaui 1.520, tertinggi sejak krisis finansial Asia 1997–98
. Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Koo Yun-cheol menyatakan pada 7 Juni bahwa "perluasan volatilitas nilai tukar yang berlebihan tidak diinginkan bagi perekonomian Korea" dan memperingatkan pihak berwenang "tidak akan mentolerir volatilitas berlebihan dan perilaku ikut-ikutan satu arah"
. Pelemahan won secara langsung disebabkan oleh penjualan berkelanjutan oleh investor asing di pasar saham dan obligasi Korea
.
India mengimpor sekitar 85% kebutuhan minyak mentahnya . Ketika harga minyak melonjak di atas 110 dolar per barel pada awal 2026 akibat konflik Iran, permintaan dolar meningkat tajam dan memperburuk defisit transaksi berjalan
. Survei Ekonomi India menyoroti defisit perdagangan barang dan ketergantungan pada investor portofolio asing sebagai faktor struktural yang membuat rupee rentan terhadap guncangan eksternal
.
Reserve Bank of India (RBI) mengumumkan langkah-langkah pada 5 Juni—termasuk subsidi lindung nilai valas untuk deposito FCNR(B) dan fasilitas swap konsesional bagi perusahaan milik negara—untuk menahan pelemahan rupee . Pemerintah India juga menghapus pajak atas capital gain dan bunga surat berharga pemerintah untuk investor asing
. Otoritas Korea Selatan mengadakan rapat inspeksi bersama dan memperingatkan terhadap volatilitas berlebihan
.
Pelemahan serentak rupee dan won—bersama tekanan pada mata uang Asia lainnya—mencerminkan eksodus modal secara serentak dari Asia emerging market seiring memburuknya selera risiko global dan menguatnya dolar . Kombinasi sikap hawkish The Fed, guncangan geopolitik dari konflik Iran, dan kerentanan struktural di negara-negara pengimpor minyak telah menciptakan badai sempurna bagi mata uang emerging market Asia. Seperti dikatakan seorang analis, rekor terendah rupee "terutama didorong oleh faktor eksternal, bukan kelemahan ekonomi domestik"
.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Rupee India menyentuh rekor terendah 94,74 per dolar AS pada 23 Juni 2026, sementara won Korea Selatan tembus 1.560 per USD—level terlemah dalam 17 tahun—didorong oleh penguatan dolar AS, rekor arus modal asing yang k...
Rupee India menyentuh rekor terendah 94,74 per dolar AS pada 23 Juni 2026, sementara won Korea Selatan tembus 1.560 per USD—level terlemah dalam 17 tahun—didorong oleh penguatan dolar AS, rekor arus modal asing yang k... Investor asing menarik lebih dari 20 miliar dolar AS dari saham India pada awal tahun 2026, sudah melampaui rekor sepanjang tahun 2025 sebesar 18,9 miliar dolar, saat konflik Iran dan kenaikan imbal hasil obligasi AS...
Loading comments...
Comments
0 comments