Pada 22 Juni 2021, sehari sebelum kehancuran, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Korea (FSS), Lee Chan-jin, secara terbuka menyatakan penyesalannya karena telah meluncurkan ETF leveraged yang fokus pada saham tunggal Samsung Electronics dan SK Hynix pada akhir Mei 2026 . Lee Chan-jin menyebut produk ini meningkatkan volatilitas pasar dan dampak buruknya telah meluas
. Dalam sebuah pernyataan, dia bahkan mengatakan, "Saya menyesal tidak berbaring dan memblokirnya"
.
ETF leveraged ini, yang memungkinkan investor bertaruh dua kali lipat pergerakan harian saham, telah menarik minat besar investor ritel. Dalam kurang dari sebulan, asetnya membengkak dari sekitar $3 miliar menjadi $9,1 miliar, dengan 92% dipegang investor ritel . Namun, produk ini justru memperbesar kerugian saat pasar berbalik arah. Pernyataan FSS ini menjadi sinyal bahaya yang langsung memicu aksi jual panik
.
Di waktu yang hampir bersamaan, Bank of America (BofA) mengeluarkan proyeksi paling agresif: memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tiga kali pada tahun 2026, masing-masing 25 basis poin di bulan September, Oktober, dan Desember . Proyeksi ini akan mendorong suku bunga acuan AS ke kisaran 4,25%-4,50%
. Deutsche Bank juga mengikuti dengan proyeksi dua kali kenaikan
.
Proyeksi ini sangat merugikan saham teknologi dan AI yang memiliki valuasi tinggi karena kenaikan suku bunga akan mendiskon nilai arus kas masa depan mereka. Sentimen negatif ini langsung mengguncang bursa Korea yang didominasi saham semikonduktor .
Kedua faktor di atas memicu aksi jual panik di saham-saham teknologi unggulan Korea. Samsung Electronics dan SK Hynix menjadi korban utama, dengan masing-masing anjlok lebih dari 12% dalam sehari . Kedua perusahaan ini memiliki bobot sangat besar di indeks KOSPI, sehingga kejatuhan mereka langsung menyeret indeks utama
. Investor asing dilaporkan melakukan aksi ambil untung besar-besaran di saham teknologi setelah reli panjang
.
Pasar Korea sebenarnya sudah dalam kondisi rapuh. Awal Juni 2026, KOSPI juga pernah mengalami aksi jual tajam yang memicu circuit breaker pada 8 Juni . Saat itu, kekhawatiran inflasi AS dan eskalasi geopolitik menjadi pemicunya. Kondisi ini membuat posisi investor, terutama yang menggunakan leverage (pinjaman), sudah sangat rentan terhadap guncangan lebih lanjut
.
Kehancuran KOSPI ini bukan sekadar masalah domestik. Pasar saham Jepang (Nikkei 225) juga ikut terpengaruh dengan pelemahan lebih dari 3% . Meskipun data spesifik tentang saham semikonduktor AS (Micron, Nvidia, dll) tidak diverifikasi langsung oleh sumber yang diberikan, sangat masuk akal jika sentimen negatif ini menjalar ke pasar global, terutama mengingat rantai pasok semikonduktor yang saling terhubung
.
Comments
0 comments