Eli Lilly berencana meluncurkan pil pelangsing oral Foundayo (orforglipron) di Eropa dan Inggris pada paruh kedua 2026 atau awal 2027, namun kebijakan harga MFN Trump memaksa pergeseran strategi ke jalur pembayaran ma... Kebijakan MFN, yang ditandatangani sebagai perintah eksekutif pada 12 Mei 2025, mematok harga ob...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for How is the Trump administration's most-favored-nation pricing policy affecting Eli Lilly's plans. Article summary: Here is the answer based on current evidence (sources through June 23, 2026).. Topic tags: general, government, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual
Kebijakan harga Most-Favored-Nation (MFN) dari pemerintahan Trump—yang ditandatangani sebagai perintah eksekutif pada 12 Mei 2025—memaksa harga obat AS untuk disamakan dengan harga termurah yang dibayarkan oleh negara maju lainnya . Kebijakan ini kini menimbulkan efek berantai yang mengubah strategi global Eli Lilly, terutama dalam rencana peluncuran pil pelangsing barunya, Foundayo (orforglipron), di Eropa. Dampaknya tidak hanya terasa pada satu produk, tetapi juga menekan seluruh ekosistem peluncuran obat di Eropa, memperparah efek undang-undang pemotongan biaya agresif Jerman, serta mengancam investasi riset dan akses pasien di kawasan tersebut.
Eli Lilly menargetkan peluncuran Foundayo di Eropa dan Inggris pada paruh kedua tahun 2026 atau awal tahun 2027 . Pil GLP-1 oral sekali sehari ini telah disetujui oleh FDA di AS pada 1 April 2026, melalui program National Priority Voucher yang memprosesnya dalam rekor waktu 50 hari
. Dalam uji klinis, pasien yang mengonsumsi dosis tertinggi kehilangan rata-rata 11-12% berat badan mereka selama 72 minggu
.
Namun, kebijakan MFN secara langsung mengubah cara obat ini akan menjangkau pasien Eropa. CEO Eli Lilly, David Ricks, menyatakan bahwa perusahaan akan tetap mengupayakan penggantian biaya (reimbursement) publik dari pemerintah Eropa, tetapi jalur peluncuran utama akan melalui platform telehealth dengan sistem bayar sendiri (self-pay)—model yang sama dengan yang digunakan di AS . Ini adalah perubahan fundamental: meluncurkan obat ke saluran pembayaran tunai swasta terlebih dahulu, alih-alih menunggu negosiasi penggantian biaya nasional yang bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Mekanismenya jelas. Pada 14 Agustus 2025, Eli Lilly menaikkan harga daftar (list price) Mounjaro (tirzepatide) di Inggris hingga 170%—dari £122 menjadi £330 per bulan untuk dosis tertinggi—secara eksplisit sebagai respons terhadap tekanan pemerintahan Trump untuk menurunkan harga di AS . Dengan menaikkan harga di Eropa, perusahaan melindungi harga patokan AS agar tidak jatuh terlalu rendah. Kebijakan ini kemudian diformalkan pada 6 November 2025, ketika Gedung Putih mengumumkan kesepakatan dengan Eli Lilly dan Novo Nordisk untuk membatasi biaya bulanan obat obesitas di AS antara $245 dan $350, menggunakan kerangka MFN yang sama
. Kesepakatan ini juga mencakup pil oral yang akan datang
.
Dampak kebijakan MFN tidak berhenti pada satu perusahaan. Analisis GlobalData yang diterbitkan pada Maret 2026 menunjukkan bahwa peluncuran obat baru di Eropa telah turun sekitar 35% sejak perintah eksekutif MFN . Perusahaan farmasi menunda kehadiran produk mereka di Eropa untuk melindungi patokan harga di AS. Ini membalikkan pola historis di mana Eropa biasanya melihat peluncuran obat tidak lama setelah atau bahkan sebelum AS.
Penarikan produk dan penundaan peluncuran juga meningkat, terutama untuk produk dengan margin tipis di tingkat harga Eropa . Situasi ini memicu reaksi dari Komisi Eropa. Komisioner Kesehatan UE, Stella Kyriakides, pada 16 Juni 2026 mengumumkan penyelidikan formal atas efek samping dari kebijakan harga Trump terhadap akses obat di Eropa
.
Di saat yang sama, Jerman, sebagai kekuatan ekonomi utama Eropa, menerapkan undang-undang pemotongan biaya kesehatan yang ketat. Menteri Kesehatan Jerman pada 12 Juni 2026 menyatakan bahwa perusahaan farmasi "tidak akan dikecualikan" dari langkah-langkah pemotongan biaya, setelah perusahaan-perusahaan itu memperingatkan bahwa mereka mungkin tidak dapat meluncurkan obat inovatif di Eropa kecuali pemerintah bersedia membayar lebih .
Pada April 2026, Jerman mengadopsi paket stabilisasi asuransi kesehatan wajib (GKV-Beitragssatzstabilisierungsgesetz) yang menaikkan kewajiban rabat bagi produsen, memperpanjang rezim pembekuan harga, dan memperketat persyaratan bukti untuk aplikasi kesehatan digital . Mahkamah Konstitusi Jerman pada Mei 2025 juga telah menguatkan ketentuan utama Undang-Undang Stabilisasi Keuangan GKV, yang mengunci mekanisme rabat wajib dan harga acuan .
Akibatnya, terjadi eksodus proyek farmasi bernilai jutaan euro dari Jerman. Data Juni 2026 menunjukkan bahwa Boehringer Ingelheim menghentikan rencana investasi domestik senilai €900 juta untuk periode 2027–2030, sementara Eli Lilly menunda proyek senilai €450 juta . Ini menciptakan "plafon keras" bagi investasi riset dan pengembangan (R&D) di Jerman.
Sebagai kontras, pada Oktober 2024, Jerman juga memberlakukan Medical Research Act (Medizinforschungsgesetz, MFG) yang bertujuan menarik uji klinis dengan menawarkan keringanan birokrasi dan, yang terpenting, rabat rahasia (confidential rebate) kepada perusahaan yang melakukan uji klinis relevan di Jerman . Namun, insentif ini tampaknya belum mampu mengimbangi tekanan biaya yang lebih besar.
Kombinasi dari kebijakan MFN, pemotongan biaya Jerman, dan mekanisme rabat tinggi Inggris (tarif rabat 22,9% yang dikritik CEO Eli Lilly sebagai penghambat investasi ) menempatkan akses pasien dalam posisi sulit. Negara-negara Eropa sudah bergulat dengan akses yang lebih lambat ke obat baru dibandingkan AS
. Sekarang, dengan penundaan peluncuran dan kenaikan harga, pasien di Eropa menghadapi risiko menunggu lebih lama lagi untuk pengobatan inovatif. Ketika obat akhirnya tiba, obat tersebut mungkin hanya tersedia melalui saluran pembayaran tunai swasta, bukan melalui penggantian biaya publik
.
Analisis ISPOR pada Mei 2026 menyimpulkan, "Meskipun merupakan kebijakan AS, MFN telah berdampak pada peluncuran di Uni Eropa dan respons kebijakan yang berisiko memperlebar kesenjangan akses di seluruh Eropa, yang berpotensi merusak upaya Uni Eropa untuk mempercepat akses ke inovasi" .
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Eli Lilly berencana meluncurkan pil pelangsing oral Foundayo (orforglipron) di Eropa dan Inggris pada paruh kedua 2026 atau awal 2027, namun kebijakan harga MFN Trump memaksa pergeseran strategi ke jalur pembayaran ma...
Eli Lilly berencana meluncurkan pil pelangsing oral Foundayo (orforglipron) di Eropa dan Inggris pada paruh kedua 2026 atau awal 2027, namun kebijakan harga MFN Trump memaksa pergeseran strategi ke jalur pembayaran ma... Kebijakan MFN, yang ditandatangani sebagai perintah eksekutif pada 12 Mei 2025, mematok harga obat AS berdasarkan harga terendah di negara maju lain, memicu efek domino pada harga obat di Eropa [1][13].
Eli Lilly telah menaikkan harga Mounjaro di Inggris hingga 170% (dari £122 menjadi £330 per bulan) sebagai respons langsung terhadap tekanan Gedung Putih untuk menurunkan harga di AS [7][10][14][36][37].