Pada 24 Mei 2025, Pranim Limbo, mahasiswa SRM University Sikkim, sedang memindai gambar radio frekuensi rendah dari LOFAR Two-metre Sky Survey (LoTSS) sebagai bagian dari sesi pelatihan jarak jauh yang dijalankan oleh RAD@home Astronomy Collaboratory India . Ia melihat sebuah objek dengan bentuk asimetris yang tidak biasa, yang sebelumnya oleh sistem pembelajaran mesin otomatis diklasifikasikan sebagai galaksi radio raksasa biasa — dan bahkan terlewatkan sama sekali .
Mata terlatih Limbo menangkap ketidakcocokan antara morfologi objek tersebut dengan tipe galaksi radio yang dikenal. Pengamatan itu memicu analisis lanjutan oleh tim internasional yang dipimpin Dr. Ananda Hota (RAD@home), Dr. Pratik Dabhade (NCBJ Polandia), dan Dr. Shubhrangshu Ghosh (SRM University Sikkim) .
Galaksi ini secara resmi dinamai RAD-BAARG (Bow-And-Arrow Radio Galaxy) dengan kode RAD J104501.6+352852 pada pergeseran merah (redshift) z=0,159, membentang sekitar 1,8 juta tahun cahaya (≈560 kiloparsecs) . Morfologinya sangat asimetris dan tidak seperti galaksi radio berlobus ganda simetris yang biasanya diamati :
RAD-BAARG ditafsirkan sebagai salah satu jejak radio paling jelas dari sebuah bow shock raksasa — fenomena yang sudah lama diprediksi oleh teori dan simulasi komputer, namun jarang teramati secara langsung .
Saat galaksi induk meluncur dengan kecepatan supersonik menembus gas antargugus yang panas dengan kecepatan antara sekitar 1.000 hingga 3.500 km/detik, ia menekan medium di depannya, menciptakan gelombang kejut skala besar yang mirip dengan ledakan sonik dari pesawat supersonik . Plasma radio relativistik dari semburan jet inti galaksi aktif (AGN) menerangi struktur gelombang kejut yang sangat samar dan menyebar ini, membuatnya terlihat dalam gambar radio frekuensi rendah .
Analisis tim menunjukkan bahwa galaksi induk berada di lingkungan multi-halo yang dinamis dan kompleks dengan sistem skala gugus terdekat pada jarak yang serupa . Skenario yang diajukan:
Bentuk busur dan anak panah ini sangat tidak biasa sehingga seorang astronom dengan pengalaman 25 tahun mempelajari galaksi radio mengaku belum pernah melihat yang serupa .
Penemuan ini menyoroti kekuatan inspeksi visual manusia di era data besar. RAD@home Astronomy Collaboratory melatih ilmuwan warga India untuk memeriksa secara visual peta radio frekuensi rendah dari LOFAR. Saat algoritma otomatis dapat memproses data dalam jumlah besar, mereka bisa melewatkan morfologi halus dan tidak biasa yang dapat ditangkap oleh mata manusia terlatih .
Pranim Limbo sedang mengikuti kelas daring akhir pekan ketika ia melihat objek tersebut. Penemuannya mengarah pada kolaborasi internasional penuh yang mengonfirmasi sifat objek dan mempublikasikan hasilnya .
Para peneliti secara khusus menyebut dua fasilitas mendatang yang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak sistem di mana galaksi radio melacak interaksi jet-lingkungan dan bow shock yang sebelumnya tak terlihat:
Pada 24 Mei 2025, Pranim Limbo, mahasiswa SRM University Sikkim, sedang memindai gambar radio frekuensi rendah dari LOFAR Two-metre Sky Survey (LoTSS) sebagai bagian dari sesi pelatihan jarak jauh yang dijalankan oleh RAD@home Astronomy Collaboratory India . Ia melihat sebuah objek dengan bentuk asimetris yang tidak biasa, yang sebelumnya oleh sistem pembelajaran mesin otomatis diklasifikasikan sebagai galaksi radio raksasa biasa — dan bahkan terlewatkan sama sekali .
Mata terlatih Limbo menangkap ketidakcocokan antara morfologi objek tersebut dengan tipe galaksi radio yang dikenal. Pengamatan itu memicu analisis lanjutan oleh tim internasional yang dipimpin Dr. Ananda Hota (RAD@home), Dr. Pratik Dabhade (NCBJ Polandia), dan Dr. Shubhrangshu Ghosh (SRM University Sikkim) .
Galaksi ini secara resmi dinamai RAD-BAARG (Bow-And-Arrow Radio Galaxy) dengan kode RAD J104501.6+352852 pada pergeseran merah (redshift) z=0,159, membentang sekitar 1,8 juta tahun cahaya (≈560 kiloparsecs) . Morfologinya sangat asimetris dan tidak seperti galaksi radio berlobus ganda simetris yang biasanya diamati :
RAD-BAARG ditafsirkan sebagai salah satu jejak radio paling jelas dari sebuah bow shock raksasa — fenomena yang sudah lama diprediksi oleh teori dan simulasi komputer, namun jarang teramati secara langsung .
Saat galaksi induk meluncur dengan kecepatan supersonik menembus gas antargugus yang panas dengan kecepatan antara sekitar 1.000 hingga 3.500 km/detik, ia menekan medium di depannya, menciptakan gelombang kejut skala besar yang mirip dengan ledakan sonik dari pesawat supersonik . Plasma radio relativistik dari semburan jet inti galaksi aktif (AGN) menerangi struktur gelombang kejut yang sangat samar dan menyebar ini, membuatnya terlihat dalam gambar radio frekuensi rendah .
Analisis tim menunjukkan bahwa galaksi induk berada di lingkungan multi-halo yang dinamis dan kompleks dengan sistem skala gugus terdekat pada jarak yang serupa . Skenario yang diajukan:
Bentuk busur dan anak panah ini sangat tidak biasa sehingga seorang astronom dengan pengalaman 25 tahun mempelajari galaksi radio mengaku belum pernah melihat yang serupa .
Penemuan ini menyoroti kekuatan inspeksi visual manusia di era data besar. RAD@home Astronomy Collaboratory melatih ilmuwan warga India untuk memeriksa secara visual peta radio frekuensi rendah dari LOFAR. Saat algoritma otomatis dapat memproses data dalam jumlah besar, mereka bisa melewatkan morfologi halus dan tidak biasa yang dapat ditangkap oleh mata manusia terlatih .
Pranim Limbo sedang mengikuti kelas daring akhir pekan ketika ia melihat objek tersebut. Penemuannya mengarah pada kolaborasi internasional penuh yang mengonfirmasi sifat objek dan mempublikasikan hasilnya .
Para peneliti secara khusus menyebut dua fasilitas mendatang yang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak sistem di mana galaksi radio melacak interaksi jet-lingkungan dan bow shock yang sebelumnya tak terlihat: