Standard Chartered menaikkan peringkat saham Asia (Eks Jepang) menjadi 'Overweight' pada 22 Juni 2026, dengan favorit utama Taiwan dan China, didorong prospek laba yang kuat dan belanja AI serta semikonduktor. Bank ini menetapkan target S&P 500 di angka 7.950 dan emas di US$5.100 per ons pada pertengahan 2027, denga...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for Given Standard Chartered's recent upgrade of Asia ex-Japan equities to "overweight" and its broad. Article summary: Here is a fact-checked summary of Standard Chartered's key positions as of late June 2026, drawn from its H2 2026 Global Market Outlook, its Singapore market-outlook page, and media reports.. Topic tags: general, general web, user generated, government, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers,
Hingga akhir Juni 2026, Standard Chartered telah merilis proyeksi pasar global terbarunya dengan gambaran yang cukup jelas: preferensi regional terhadap saham, target harga aset utama, serta narasi makroekonomi yang dibangun di atas skenario 'soft landing'. Berikut adalah rincian posisi kunci bank ini, berdasarkan laporan 'H2 2026 Global Market Outlook', halaman 'market-outlook' untuk Singapura, dan pemberitaan media.
Divisi Kepala Investasi (CIO) Standard Chartered menaikkan peringkat saham Asia di luar Jepang (Asia ex-Japan) menjadi Overweight pada 22 Juni 2026 . Pasar favorit bank ini di kawasan tersebut adalah Taiwan dan China, dengan alasan:
Bank ini juga tetap Overweight pada saham AS dan saham global secara keseluruhan karena telah mengunci keuntungan dari posisi Overweight sebelumnya di Asia ex-Japan dan semikonduktor, sambil menaikkan saham kawasan Euro menjadi kepemilikan inti pada Mei 2026 .
Proyeksi H2 2026 Standard Chartered menetapkan target harga spesifik untuk dua aset utama pada pertengahan 2027:
| Aset | Target Pertengahan 2027 | Sumber |
|---|---|---|
| S&P 500 | 7.950 | Siaran pers resmi SC dan Yahoo Finance |
| Emas | US$5.100/oz | Siaran pers resmi SC dan investingLive |
Bank ini juga menurunkan target emas jangka pendeknya menjadi US$4.750/oz (3 bulan) dan US$5.100/oz (12 bulan) per 19 Juni . S&P 500 ditutup sedikit di atas 7.500 pada 18 Juni, yang berarti ada potensi kenaikan sekitar 6% menuju target 7.950
.
Proyeksi Standard Chartered didasarkan pada sejumlah asumsi makroekonomi:
Kebijakan Federal Reserve (The Fed):
Bank ini memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga di 3,50%–3,75% hingga akhir 2026, tanpa pemangkasan tahun ini. Mereka hanya mengantisipasi satu kali pemotongan 25 bps pada paruh pertama 2027 . Ini sejalan dengan keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada Juni 2026 yang mempertahankan suku bunga (unanimous hold) dan harga pasar yang menunjukkan probabilitas sekitar 80% untuk tidak ada pemangkasan pada 2026
. Goldman Sachs juga memiliki pandangan serupa, memproyeksikan tidak ada pemangkasan hingga 2027
.
Inflasi:
Skenario dasar (base case) bank ini mengasumsikan The Fed akan "mengabaikan" (look through) kenaikan inflasi jangka pendek yang disebabkan oleh gangguan di Timur Tengah. Proyeksi The Fed sendiri pada Juni 2026 menaikkan proyeksi inflasi PCE 2026 menjadi 3,6% .
Selat Hormuz:
Skenario inti (core scenario) Standard Chartered adalah dimulainya kembali pelayaran di Selat Hormuz dalam hitungan minggu. Ini dipandang positif bagi sentimen risiko, prospek laba perusahaan, dan harga minyak. Bank ini menurunkan perkiraan harga minyak WTI menjadi US$80/barel (3 bulan) dan US$70/barel (12 bulan) karena premi risiko geopolitik yang berkurang .
Soft Landing Global:
Skenario dasar makro bank ini adalah soft landing ekonomi — yaitu skenario di mana mereka memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga di paruh pertama dan kemudian memangkas sebesar 50 bps di paruh kedua (meskipun waktu pemangkasan H2 ini telah diundur). Target S&P 500 7.950 dan sikap Overweight pada saham secara eksplisit dibingkai dalam narasi soft landing ini . Tidak ada probabilitas persentase pasti yang disebutkan dalam sumber yang tersedia; bank ini menggambarkannya sebagai asumsi dasar, bukan probabilitas numerik.
Proyeksi H2 2026 Standard Chartered menghadirkan pandangan yang koheren dan cenderung 'risk-on': overweight pada saham global dengan penekanan kuat pada Asia ex-Japan, target S&P 500 dan emas yang mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut, serta narasi makro yang bertumpu pada penyelesaian cepat gangguan geopolitik dan kesabaran The Fed. Investor disarankan untuk mempertimbangkan proyeksi ini sesuai dengan toleransi risiko dan ketidakpastian yang melekat pada asumsi-asumsi yang mendasarinya.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Standard Chartered menaikkan peringkat saham Asia (Eks Jepang) menjadi 'Overweight' pada 22 Juni 2026, dengan favorit utama Taiwan dan China, didorong prospek laba yang kuat dan belanja AI serta semikonduktor.
Standard Chartered menaikkan peringkat saham Asia (Eks Jepang) menjadi 'Overweight' pada 22 Juni 2026, dengan favorit utama Taiwan dan China, didorong prospek laba yang kuat dan belanja AI serta semikonduktor. Bank ini menetapkan target S&P 500 di angka 7.950 dan emas di US$5.100 per ons pada pertengahan 2027, dengan asumsi dasar skenario 'soft landing' ekonomi global.
Standard Chartered memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga di 3,50%–3,75% sepanjang 2026, baru memangkas 25 bps pada paruh pertama 2027, serta meyakini pelayaran di Selat Hormuz akan kembali normal dalam hitunga...
Loading comments...
Comments
0 comments