"Penjualan dari ETF spot Bitcoin memang sudah mereda dibanding awal bulan, tetapi permintaan institusional baru belum juga kembali," demikian bunyi sebuah laporan pasar, yang menekankan bahwa ketiadaan arus masuk yang berkelanjutan membuat harga terus tertekan .
Pada 17 Juni, The Fed secara mengejutkan mengambil sikap hawkish dengan proyeksi suku bunga "lebih tinggi lebih lama" (higher-for-longer). Bitcoin sempat melonjak ke level tertinggi harian $66.315, tetapi langsung berbalik tajam ke $64.103 setelah prospek suku bunga baru ini menghantam aset berisiko .
Para analis menyebut ini sebagai "satu pergeseran" yang mencegah Bitcoin keluar dari rentang perdagangannya . Sikap hawkish ini menekan semua aset berisiko, secara efektif menghentikan upaya pemulihan dari level terendah awal Juni
. Lebih dari $150 juta posisi bearish terpicu saat berita The Fed membalikkan reli singkat tersebut
.
Sebelum aksi jual tajam pada 4 Juni yang sempat membuat Bitcoin jatuh di bawah $62.000, pasar derivatif dalam kondisi yang sangat berbahaya. Rasio leverage open interest futures Bitcoin mencapai 2,63% pada 2 Juni — rekor tertinggi sepanjang masa .
Kejatuhan 4 Juni melikuidasi $1,76 miliar dalam 24 jam di seluruh pasar kripto, dengan Bitcoin mencapai level terendah harian di dekat $61.500 . Kondisi struktural yang terlalu panas ini membuat pasar tetap waspada.
AS dan Iran mencapai kerangka perdamaian pada 14–15 Juni, membuka kembali Selat Hormuz setelah berbulan-bulan perang. Harga Bitcoin awalnya melompat ke $65.430 atas kabar ini .
Namun, reli tersebut teredam — Bitcoin hanya naik sekitar 2%, bukan 20% — karena kesepakatan itu "tidak menyelesaikan program nuklir Iran atau menciptakan kerangka keamanan regional jangka panjang" . Pasar memperhitungkan kerapuhan situasi.
Pada 22 Juni, ancaman baru di Hormuz dan Iran yang sempat menghentikan sementara perundingan teknis di Swiss menarik Bitcoin kembali ke bawah $63.000 sebelum pulih ke $64.200 . Gencatan senjata ini hanyalah nota kesepahaman 60 hari, jadi risiko konflik kembali menyala sangat nyata
.
Kadaluwarsa opsi Bitcoin senilai lebih dari $10 miliar jatuh pada 26 Juni, dengan sekitar 80% kontrak tersebut berada di luar uang (out of the money). Ini bertindak seperti jangkar gravitasi, dengan harga berulang kali menyentuh zona support $63.830 saat para pembuat pasar melakukan lindung nilai .
Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar 48% di bawah level tertinggi sepanjang masa pada 6 Oktober 2025 di $126.198 . Struktur yang lebih luas menunjukkan adanya pola puncak yang lebih rendah (lower highs), melemahnya permintaan ETF, dan peristiwa likuidasi yang tajam
.
Indeks Rasa Takut dan Keserakahan Kripto (Crypto Fear & Greed Index) juga berkutat di area "ketakutan ekstrem" .
Konsensus para analis cenderung hati-hati: Bitcoin bisa naik perlahan menuju $67.000 jika berhasil bertahan di atas $64.000 hingga kadaluwarsa opsi 26 Juni dan arus keluar ETF terus menyempit. Namun, hambatan makro utama dari The Fed, gencatan senjata Iran yang rapuh, dan kurangnya permintaan institusional baru membuat jalur dengan hambatan terkecil masih sideways-ke-turun sampai salah satu dari kekuatan itu berubah secara meyakinkan.