Saham emerging market (pasar negara berkembang) telah mengungguli pasar maju sejak akhir 2024, dengan Indeks MSCI Emerging Markets mencatat return tahunan 35,6% hingga April 2026, dibandingkan 17,3% untuk Indeks MSCI... Delapan faktor terverifikasi mendorong kinerja ini, termasuk pemulihan laba fundamental pertama d...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Searching with cited sources for What are the key factors behind the recent outperformance of emerging-market stocks, including the first ea. Article summary: The key factors behind EM stocks' outperformance are verified across multiple high-quality sources. Here is the evidence-based summary:. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it us
Setelah hampir 15 tahun mengalami kinerja yang relatif buruk, saham pasar negara berkembang (emerging market/EM) telah mengalami reli yang kuat dan berkelanjutan, mengejutkan banyak pihak di Wall Street. Sejak akhir 2024, Indeks MSCI Emerging Markets mencatat return tahunan sebesar 35,6% hingga April 2026, lebih dari dua kali lipat return Indeks MSCI World yang hanya 17,3% pada periode yang sama . Sepanjang tahun kalender 2025 saja, EM mencatat return 34,4%, mengalahkan S&P 500 dengan selisih 16,5 poin persentase — margin terlebar sejak 2009
.
Yang membedakan reli EM kali ini dari reli sebelumnya adalah bahwa reli ini didorong oleh fundamental — pertumbuhan laba aktual — bukan oleh ekspansi valuasi spekulatif. Menurut JPMorgan, laba berkontribusi sebesar 47% terhadap total return EM pada tahun 2025, dibandingkan hanya 13% untuk Zona Euro .
Berikut adalah delapan faktor kunci di balik keunggulan kinerja saham EM, yang telah diverifikasi dari berbagai sumber berkualitas tinggi.
Untuk pertama kalinya sejak April 2022, perusahaan-perusahaan dalam Indeks MSCI EM melaporkan laba tahunan rata-rata di atas ekspektasi yang ditetapkan setahun sebelumnya. Data Bloomberg menunjukkan ini adalah titik infleksi yang jelas — kejutan laba positif pertama dalam empat tahun untuk indeks acuan ini . Pemulihan laba fundamental ini memberikan basis yang kokoh bagi reli, membedakannya dari pergerakan yang didorong oleh sentimen semata.
Saham teknologi Asia — yang dipimpin oleh produsen semikonduktor — telah mendorong lonjakan laba kuartal pertama 2026 sekitar 40% year-over-year. Angka-angka yang dicetak sangat fantastis:
Ketiga perusahaan ini mendorong indeks MSCI Emerging Markets Asia ke rekor tertinggi pada April 2026, dengan indeks tersebut naik 19,7% hanya dalam satu bulan itu — kinerja bulanan terkuat sejak Juni 1999 . Saham TSMC naik 24,9% sepanjang bulan itu, sementara KOSPI Korea Selatan melonjak lebih dari 30%
. SK Hynix dan Micron sama-sama bergabung dengan klub kapitalisasi pasar triliun dolar bersama NVIDIA dan TSMC
.
Reli ini tidak hanya terjadi pada saham semikonduktor. Bloomberg melaporkan bahwa laba juga membaik di sektor lain, termasuk kilang minyak India (yang diuntungkan oleh pergeseran rantai pasokan minyak mentah) dan perusahaan listrik Brasil . Prospek JPMorgan 2026 mencatat perbaikan di seluruh sektor siklikal yang didukung oleh pelemahan dolar AS dan kondisi keuangan global yang menguntungkan
.
Pelemahan dolar AS dan kondisi keuangan global yang lebih menguntungkan adalah pendorong siklikal inti dari reli EM, menurut JPMorgan . Defisit belanja AS yang berkelanjutan dan siklus belanja modal AI dan infrastruktur selama bertahun-tahun memperkuat latar belakang permintaan. IMF memproyeksikan pertumbuhan PDB EM sebesar 4,0% pada tahun 2026 versus 1,6% untuk pasar maju, menciptakan landasan ekonomi yang luas bagi laba perusahaan
.
Angka keunggulan kinerja sangat mencolok:
Ekspektasi konsensus menunjukkan laba per saham (EPS) EM tumbuh hampir 50% pada tahun 2026 versus sekitar 19% untuk pasar maju . Perbedaan yang sangat besar ini mendasari kasus bullish. State Street melaporkan EPS EM tumbuh 16% pada tahun 2025 (awal), dengan pertumbuhan lebih dari 20% diharapkan untuk tahun 2026
. Lazard Asset Management mencatat perkiraan konsensus pertumbuhan EPS sekitar 17% untuk EM pada tahun 2026, di atas sebagian besar wilayah pasar maju utama
.
Meskipun kinerja kuat, valuasi EM tetap murah secara historis:
Ini berarti meskipun reli lebih dari 30%, saham EM justru menjadi lebih murah relatif terhadap pasar maju — sebuah dinamika yang secara historis mendahului keunggulan kinerja yang berkelanjutan.
Setelah bertahun-tahun mengalami arus keluar dana, posisi institusional di EM masih rendah secara historis. GAM Investments mencatat bahwa saham EM "secara historis murah dan kurang dimiliki" (under-owned), dengan minat investor yang baru mulai kembali, menciptakan ruang untuk ekspansi kelipatan valuasi . State Street dan JPMorgan sama-sama menyoroti bahwa dengan posisi yang masih ringan, rotasi modal ke EM dapat memberikan potensi kenaikan yang signifikan
.
Reli saham EM bukanlah sekadar kilatan spekulatif. Reli ini didorong oleh pemulihan laba fundamental (kejutan laba positif pertama dalam empat tahun), laba semikonduktor yang eksplosif terkait AI di Asia, momentum yang meluas ke sektor non-teknologi, latar belakang makro dolar AS yang melemah, dan valuasi yang tetap sangat murah meskipun kinerja kuat — semua ini terjadi ketika alokator institusional global masih kekurangan posisi (underweight).
Seperti yang dikatakan State Street: "Jika ada satu tren yang ingin diperhatikan investor pada tahun 2026, kami percaya itu adalah konvergensi return on equity (ROE) antara pasar emerging dan developed" . Dengan pertumbuhan laba EM yang diperkirakan akan melampaui pasar maju untuk tahun ketiga berturut-turut
, kasus untuk alokasi strategis ke pasar negara berkembang jarang sekuat ini.
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan investasi.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Saham emerging market (pasar negara berkembang) telah mengungguli pasar maju sejak akhir 2024, dengan Indeks MSCI Emerging Markets mencatat return tahunan 35,6% hingga April 2026, dibandingkan 17,3% untuk Indeks MSCI...
Saham emerging market (pasar negara berkembang) telah mengungguli pasar maju sejak akhir 2024, dengan Indeks MSCI Emerging Markets mencatat return tahunan 35,6% hingga April 2026, dibandingkan 17,3% untuk Indeks MSCI... Delapan faktor terverifikasi mendorong kinerja ini, termasuk pemulihan laba fundamental pertama dalam empat tahun, laba semikonduktor yang meroket berkat AI di TSMC, SK Hynix, dan Samsung, serta perbaikan di sektor no...
Valuasi saham emerging market masih sangat murah, diperdagangkan dengan diskon hampir 40% dibandingkan pasar maju, sementara investor global masih kekurangan alokasi (underweight) di kelas aset ini.
Loading comments...
Comments
0 comments