Perplexity AI belum dinyatakan ilegal oleh pengadilan, tetapi menghadapi setidaknya enam gugatan aktif yang menuduh pelanggaran hak cipta, scraping data, praktik dagang curang, dan pelanggaran privasi [1][2][5]. Gugatan berasal dari berbagai yurisdiksi: Amerika Serikat, Italia, dan Inggris.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Searching with cited sources for Is Perplexity illegal?. Article summary: No, Perplexity is not shown by the available sources to be illegal, but it faces multiple lawsuits alleging that specific business practices — such as copying copyrighted content, scraping data, and accessing password-pr. Topic tags: general, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illus
Seiring popularitas mesin pencari berbasis AI yang meroket, pertanyaan hukum pun bermunculan lebih cepat dari kemampuan teknologi untuk menjawabnya. Perplexity AI, startup bergengsi yang menjawab pertanyaan pengguna dengan merangkum konten web, kini menghadapi tumpukan gugatan dari beberapa perusahaan media terbesar dunia, platform sosial, dan bahkan Amazon.
Belum ada putusan pengadilan final yang menyatakan Perplexity atau produk pencarian intinya ilegal . Namun, klaim yang dilayangkan terhadapnya — mencakup pelanggaran hak cipta, pengambilan data (scraping), privasi konsumen, dan akses otomatis ke situs web yang dilindungi — menggambarkan perusahaan yang beroperasi di zona abu-abu hukum yang baru mulai didefinisikan oleh regulator dan pengadilan.
Berikut rincian setiap tantangan hukum utama yang dihadapi Perplexity saat ini, apa yang dituduhkan dalam setiap kasus, dan di mana posisi kasus-kasus tersebut pada awal tahun 2026.
Pertempuran hukum paling menonjol yang dihadapi Perplexity datang dari penerbit berita yang berargumen bahwa mesin pencari bertenaga AI ini secara melawan hukum menyalin dan mendistribusikan konten berhak cipta mereka.
Pada Desember 2025, New York Times mengajukan gugatan yang menuduh Perplexity melakukan "penyalinan dan distribusi ilegal skala besar" terhadap jutaan artikel untuk membangun "mesin jawaban" AI-nya . Gugatan tersebut juga mencakup klaim pelanggaran merek dagang berdasarkan Lanham Act
. Chicago Tribune mengajukan gugatan paralel dengan tuduhan serupa
.
Perplexity telah meminta pengadilan untuk membatalkan sebagian dari kasus ini, dengan argumen bahwa respons yang dihasilkan AI-nya tidak melanggar hak cipta penerbit karena outputnya mengubah materi asli daripada mereproduksinya secara verbatim . Proses hukum masih berlangsung.
Pada Mei 2026, CNN mengajukan gugatan hak cipta pertamanya terhadap perusahaan AI, yang secara spesifik menargetkan Perplexity . Gugatan tersebut menyatakan bahwa Perplexity secara ilegal meniru dan mendistribusikan materi CNN. CNN mencatat bahwa mereka telah berusaha menegosiasikan perjanjian lisensi konten sebelum mengajukan gugatan
. Kasus ini diyakini sebagai gugatan hak cipta pertama dari penyiar televisi terhadap perusahaan AI.
Dow Jones (penerbit Wall Street Journal) dan New York Post mengajukan gugatan pada tahun 2024 dengan dasar serupa . Encyclopedia Britannica dan Merriam-Webster juga mengajukan gugatan pelanggaran hak cipta terhadap Perplexity pada September 2025; Perplexity telah meminta hakim untuk membatalkan klaim pelanggaran pengguna dengan dalih bahwa pengguna, bukan penyedia layanan, yang bertanggung jawab atas penggunaan output
.
Pada Oktober 2025, Reddit menggugat Perplexity di pengadilan federal Manhattan, menuduh perusahaan tersebut secara ilegal mengambil unggahan pengguna untuk melatih sistem pencarian bertenaga AI-nya . Gugatan Reddit menyatakan bahwa Perplexity dan tiga perusahaan pengambil data lainnya — Oxylabs, WMProxy, dan SerpApi — mengelabui langkah-langkah perlindungan Reddit untuk memanen data tanpa izin
. Reddit berargumen bahwa Perplexity, yang dituduh membangun bisnis senilai miliaran dolar dari data curian, sangat membutuhkan konten ini untuk mengoperasikan "mesin jawaban"-nya
.
Perplexity menanggapi dengan pernyataan bahwa metodologinya "tetap berprinsip dan konsisten dengan standar industri" .
Amazon menggugat Perplexity pada November 2025 terkait fitur belanja yang dibangun ke dalam browser Perplexity, Comet . Gugatan tersebut menyatakan bahwa Comet secara diam-diam mengakses akun pelanggan Amazon dan menyamarkan aktivitas yang dihasilkan AI sebagai penjelajahan manusia — praktik yang disebut Amazon "tidak etis" dalam dokumen pengadilan
.
Pada Maret 2026, pengadilan federal di California mengeluarkan perintah awal yang melarang Comet mengakses sistem yang dilindungi kata sandi milik Amazon . Perintah itu dikeluarkan berdasarkan Federal Computer Fraud and Abuse Act (CFAA) dan California's Computer Fraud Act. Perplexity berargumen bahwa Comet hanya mengotomatiskan instruksi pengguna dan akses itu sah, tetapi pengadilan memihak Amazon
.
Pada April 2026, gugatan class action diajukan di Pengadilan Distrik Utara California terhadap Perplexity AI, menuduh perusahaan tersebut secara tidak benar mengungkapkan data pribadi pengguna ke Meta dan Google . Penggugat, yang diidentifikasi sebagai John Doe, menyatakan bahwa ia memberikan informasi keuangan sensitif kepada chatbot Perplexity dengan asumsi kerahasiaan, dan bahwa perusahaan tersebut kemudian membagikan data itu ke platform pihak ketiga, melanggar undang-undang privasi California
.
Pada Desember 2025, penyiar Italia RTI dan perusahaan produksi film Medusa Film (keduanya bagian dari Grup Mediaset) mengajukan gugatan perdata terhadap Perplexity di Roma, yang menuduh adanya pelanggaran sistematis hak kekayaan intelektual yang melanggar undang-undang hak cipta Eropa dan Italia . Kasus ini berfokus pada praktik pelatihan LLM Perplexity.
BBC telah mengancam tindakan hukum terhadap Perplexity atas pengambilan konten, dengan mengirimkan surat kepada CEO Aravind Srinivas pada Juni 2025 yang menyatakan bahwa BBC memiliki bukti bahwa model Perplexity dilatih pada konten BBC . BBC memperingatkan kemungkinan perintah pengadilan kecuali pengambilan data dihentikan segera.
Tak satu pun dari kasus ini telah mencapai putusan akhir tentang legalitas model bisnis inti Perplexity. Jumlah gugatan pelanggaran yang diajukan terhadap perusahaan AI meningkat lebih dari dua kali lipat dari sekitar 30 kasus pada akhir 2024 menjadi lebih dari 70 kasus pada akhir 2025 . Perplexity, yang sangat bergantung pada teknologi retrieval augmented generation (RAG), berada di pusat gelombang ini.
Hasil dari kasus-kasus ini kemungkinan akan memengaruhi batasan hukum untuk semua mesin pencari bertenaga AI — mendefinisikan kapan pengambilan data web otomatis memenuhi syarat sebagai pelanggaran hak cipta, apakah ringkasan yang dihasilkan AI merupakan "penggunaan wajar" yang transformatif, dan seberapa besar kendali yang dimiliki penerbit atas penggunaan konten mereka dalam set pelatihan AI.
Untuk saat ini, Perplexity terus beroperasi sambil membela diri di berbagai sisi hukum. Argumen perusahaan — bahwa teknologinya mengubah daripada menyalin, dan bahwa tanggung jawab pengguna melindunginya dari kewajiban hukum — mewakili posisi yang diawasi ketat oleh seluruh industri pencarian AI.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Perplexity AI belum dinyatakan ilegal oleh pengadilan, tetapi menghadapi setidaknya enam gugatan aktif yang menuduh pelanggaran hak cipta, scraping data, praktik dagang curang, dan pelanggaran privasi [1][2][5].
Perplexity AI belum dinyatakan ilegal oleh pengadilan, tetapi menghadapi setidaknya enam gugatan aktif yang menuduh pelanggaran hak cipta, scraping data, praktik dagang curang, dan pelanggaran privasi [1][2][5]. Gugatan berasal dari berbagai yurisdiksi: Amerika Serikat, Italia, dan Inggris. Penggugat meliputi New York Times, CNN, Reddit, hingga Amazon [3][6][9].
Jumlah gugatan pelanggaran hak cipta terhadap perusahaan AI meningkat dari sekitar 30 kasus pada akhir 2024 menjadi lebih dari 70 kasus pada akhir 2025 [15].
Loading comments...
Comments
0 comments