Kesepakatan damai sementara AS Iran pada 18 Juni 2025 membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade AS terhadap minyak Iran, mendorong harga minyak mentah Brent turun ke sekitar $77,83 per barel dan WTI minus 2,7%. Taiwan mengakhiri pembekuan harga 11 minggu dengan memangkas bensin NT$1,0/liter dan solar NT$0,7/...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Searching with cited sources for What are the latest fuel price declines across Asia following the US-Iran preliminary agreement signed on J. Article summary: The US-Iran interim peace deal signed on June 18, 2025 — which reopened the Strait of Hormuz and lifted the U.S. blockade on Iranian oil — triggered broad fuel price declines across Asia as Brent crude dropped to ~$77.83. Topic tags: general, general web, user generated, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts w
Kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang ditandatangani pada 18 Juni 2025—yang membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade AS terhadap minyak Iran—memicu penurunan harga BBM secara luas di Asia. Minyak mentah Brent ambruk ke sekitar $77,83 per barel, sementara WTI turun 2,7% . Lebih dari 60 juta barel minyak mentah yang sempat terdampar di Teluk Persia kini mulai mengalir kembali
. Berikut rincian penurunan harga di masing-masing negara dan faktor risiko utamanya.
Taiwan — CPC Corp. mengakhiri pembekuan harga selama 11 minggu pada 20 Juni. Perusahaan mengumumkan penurunan harga bensin sebesar NT$1,0 per liter dan solar NT$0,7 per liter mulai 23 Juni, mencerminkan berkurangnya tekanan kenaikan dari harga minyak mentah internasional . Mekanisme "dual price-smoothing" pemerintah, yang sempat membekukan harga selama konflik, dicabut setelah kondisi global stabil
.
Korea Selatan — Harga bensin dan solar turun untuk minggu kelima berturut-turut pada pekan ketiga Juni. Rata-rata harga bensin nasional turun menjadi 2.009,2 won per liter, berkurang 0,7 won dari pekan sebelumnya, seiring melemahnya harga minyak Dubai pasca-kesepakatan AS-Iran . Harga solar juga turun 0,7 won menjadi 2.004,1 won per liter
. Penurunan ini melanjutkan tren pekan keempat sebelumnya yang didorong oleh jatuhnya harga minyak internasional
.
Filipina — Perkiraan industri dan Departemen Energi (DOE) memproyeksikan penurunan harga solar sebesar P7,50 hingga P9,50 per liter dan bensin sebesar P4 hingga P5 per liter pada pekan yang dimulai 23 Juni. Satu sumber menyebutkan potongan solar bisa mencapai P9,50/liter dan bensin P5/liter berdasarkan data perdagangan global selama empat hari . DOE mencatat bahwa meskipun kesepakatan ini positif, dampak penuh ke konsumen akan berlangsung bertahap
.
Kerapuhan kesepakatan sementara dan risiko Israel-Hizbullah. Kesepakatan yang ditandatangani pada 18 Juni hanyalah kerangka awal, bukan perjanjian damai final. Nasib program nuklir Iran ditunda ke negosiasi selanjutnya . Meskipun Selat Hormuz kini terbuka, situasi keamanan di Timur Tengah secara keseluruhan masih volatil. Kesepakatan ini tidak secara langsung membahas front Israel-Hizbullah, dan eskalasi baru di sana bisa menghidupkan kembali premi risiko pada harga minyak. Analis mencatat bahwa "premium risiko" pada minyak mentah telah bergeser tetapi belum hilang, mengingat sifat sementara dari kesepakatan ini masih menyisakan potensi gangguan pasokan
.
Efek lambat ke konsumen. Meskipun harga Brent turun tajam mendekati level sebelum perang (~$70–80/barel), Departemen Energi AS menyatakan bahwa penurunan signifikan di pompa bensin Amerika baru akan terasa dalam 6 hingga 12 bulan ke depan . Hal ini karena harga BBM domestik tertinggal dari pergerakan minyak mentah akibat margin kilang, hambatan distribusi, dan waktu yang dibutuhkan minyak mentah berharga lebih murah untuk masuk ke rantai pasokan. DOE Filipina juga menekankan hal serupa: dampak penuh ke konsumen akan terjadi secara bertahap
.
Ancaman kelebihan pasokan minyak di Asia. Pembukaan kembali Selat Hormuz melepaskan lebih dari 60 juta barel minyak mentah yang sempat tertahan di Teluk Persia, menciptakan potensi surplus pasokan yang bisa terus menekan harga minyak dalam jangka pendek . Namun, ini juga berarti bahwa gangguan apa pun terhadap kesepakatan sementara—baik dari eskalasi Israel-Hizbullah maupun kegagalan negosiasi AS-Iran—dengan cepat bisa membalikkan penurunan harga, karena pasar akan kembali memperhitungkan risiko pasokan secara tajam.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Kesepakatan damai sementara AS Iran pada 18 Juni 2025 membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade AS terhadap minyak Iran, mendorong harga minyak mentah Brent turun ke sekitar $77,83 per barel dan WTI minus 2,7%.
Kesepakatan damai sementara AS Iran pada 18 Juni 2025 membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade AS terhadap minyak Iran, mendorong harga minyak mentah Brent turun ke sekitar $77,83 per barel dan WTI minus 2,7%. Taiwan mengakhiri pembekuan harga 11 minggu dengan memangkas bensin NT$1,0/liter dan solar NT$0,7/liter; Korea Selatan mencatat penurunan minggu kelima berturut turut ke 2.009,2 won/liter; Filipina memperkirakan poton...
Kesepakatan ini bersifat sementara 60 hari—risiko eskalasi kembali antara Israel dan Hizbullah masih mengintai, dan efek ke kantong konsumen diperkirakan baru terasa penuh dalam 6–12 bulan ke depan.