DayOne sebelumnya dikenal sebagai GDS International, cabang luar negeri dari GDS Holdings asal China, salah satu perusahaan pusat data terbesar di China . Perusahaan ini berganti nama menjadi DayOne pada tahun 2025 dan berkantor pusat di Singapura
.
Tokoh kunci: Ketua Dewan Komisaris Lim Ah Doo memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun di bidang telekomunikasi, teknologi, pusat data, infrastruktur, dan perbankan .
Investor utama: Pemegang saham terbesar DayOne adalah Coatue Management dan Hillhouse Investment, dengan Indonesia Investment Authority (INA) dan Achi Capital Partners sebagai investor baru yang menonjol di putaran terakhir. Investor lain yang dilaporkan termasuk SoftBank Vision Fund, Citadel, dan 65 Equity Partners yang didukung Temasek .
DayOne mengumumkan penutupan akhir Seri C sebesar US$4,5 miliar pada 5 Juni 2026—lebih dari dua kali lipat dari putaran awal US$2 miliar pada Januari tahun yang sama. Putaran ini dipimpin oleh Coatue dan Hillhouse dan digambarkan sebagai salah satu penggalangan dana swasta terbesar di sektor pusat data . Putaran ini dihargai dengan premi 100% dari pendanaan ekuitas perusahaan sebelumnya
.
DayOne mengoperasikan pusat data skala besar (hyperscale) di seluruh Asia (termasuk Singapura, Indonesia, Thailand, Jepang, dan Hong Kong) dan Eropa (termasuk sebuah lokasi di Lahti, Finlandia). Perusahaan ini telah mengamankan pemesanan kapasitas lebih dari 1,5 gigawatt . Rencana ekspansi perusahaan berfokus pada Asia Tenggara dan Eropa, wilayah di mana permintaan komputasi yang digerakkan oleh AI melonjak
.
Comments
0 comments