Rencana Asuhan Keperawatan: Penyakit Terminal — Meninggal di Rumah (Oʻahu, Hawaiʻi)
Rencana asuhan keperawatan untuk pasien terminal yang memilih meninggal di rumah (dying in place) di Oʻahu, Hawaiʻi. Mengikuti proses keperawatan: Diagnosis Keperawatan, Pengkajian, Perencanaan, Intervensi, dan Evaluasi.
Diterbitkan olehGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Rencana asuhan keperawatan untuk pasien terminal yang memilih meninggal di rumah (dying in place) di Oʻahu, Hawaiʻi.
Mengikuti proses keperawatan: Diagnosis Keperawatan, Pengkajian, Perencanaan, Intervensi, dan Evaluasi.
Diasumsikan pasien menerima perawatan paliatif (hospice) atau perawatan akhir hayat terkoordinasi di rumah, dan rencana ini disesuaikan dengan tujuan serta preferensi pasien.
Tiga diagnosis keperawatan prioritas: Risiko Pola Napas Tidak Efektif, Nyeri Kronis/Akut, dan Berduka Antisipatif.
please create a nursing care plan for terminal ill case who is planning dying in place in OAH, the nursing care plan should include :DiagnosAI-generated editorial hero image for please create a nursing care plan for terminal ill case who is planning dying in place in OAH, the nursing care plan should include :Diagnos.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: please create a nursing care plan for terminal ill case who is planning dying in place in OAH, the nursing care plan should include :Diagnos. Article summary: Below is a nursing care plan for a terminally ill patient choosing to die in place at home in Oʻahu, Hawaiʻi .. Topic tags: general web, workflow, code, regulation, benchmarks. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illus
openai.com
Rencana Asuhan Keperawatan: Penyakit Terminal — Meninggal di Rumah (Oʻahu, Hawaiʻi)
Diagnosis Keperawatan: 3 Prioritas Utama
Risiko Pola Napas Tidak Efektif berhubungan dengan proses penyakit terminal, dispnea, atau sekret yang tertahan .
Nyeri Kronis / Nyeri Akut berhubungan dengan progresivitas penyakit dan beban gejala akhir hayat .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Rencana Asuhan Keperawatan: Penyakit Terminal — Meninggal di Rumah (Oʻahu, Hawaiʻi)"?
Rencana asuhan keperawatan untuk pasien terminal yang memilih meninggal di rumah (dying in place) di Oʻahu, Hawaiʻi.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Rencana asuhan keperawatan untuk pasien terminal yang memilih meninggal di rumah (dying in place) di Oʻahu, Hawaiʻi. Mengikuti proses keperawatan: Diagnosis Keperawatan, Pengkajian, Perencanaan, Intervensi, dan Evaluasi.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Diasumsikan pasien menerima perawatan paliatif (hospice) atau perawatan akhir hayat terkoordinasi di rumah, dan rencana ini disesuaikan dengan tujuan serta preferensi pasien.
Rencana Asuhan Keperawatan: Penyakit Terminal — Meninggal di Rumah (Oʻahu, Hawaiʻi)
Rencana asuhan keperawatan untuk pasien terminal yang memilih meninggal di rumah (dying in place) di Oʻahu, Hawaiʻi. Mengikuti proses keperawatan: Diagnosis Keperawatan, Pengkajian, Perencanaan, Intervensi, dan Evaluasi.
Diterbitkan olehGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Rencana asuhan keperawatan untuk pasien terminal yang memilih meninggal di rumah (dying in place) di Oʻahu, Hawaiʻi.
Mengikuti proses keperawatan: Diagnosis Keperawatan, Pengkajian, Perencanaan, Intervensi, dan Evaluasi.
Diasumsikan pasien menerima perawatan paliatif (hospice) atau perawatan akhir hayat terkoordinasi di rumah, dan rencana ini disesuaikan dengan tujuan serta preferensi pasien.
Tiga diagnosis keperawatan prioritas: Risiko Pola Napas Tidak Efektif, Nyeri Kronis/Akut, dan Berduka Antisipatif.
please create a nursing care plan for terminal ill case who is planning dying in place in OAH, the nursing care plan should include :DiagnosAI-generated editorial hero image for please create a nursing care plan for terminal ill case who is planning dying in place in OAH, the nursing care plan should include :Diagnos.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: please create a nursing care plan for terminal ill case who is planning dying in place in OAH, the nursing care plan should include :Diagnos. Article summary: Below is a nursing care plan for a terminally ill patient choosing to die in place at home in Oʻahu, Hawaiʻi .. Topic tags: general web, workflow, code, regulation, benchmarks. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illus
openai.com
Rencana Asuhan Keperawatan: Penyakit Terminal — Meninggal di Rumah (Oʻahu, Hawaiʻi)
Diagnosis Keperawatan: 3 Prioritas Utama
Risiko Pola Napas Tidak Efektif berhubungan dengan proses penyakit terminal, dispnea, atau sekret yang tertahan .
Nyeri Kronis / Nyeri Akut berhubungan dengan progresivitas penyakit dan beban gejala akhir hayat .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Rencana Asuhan Keperawatan: Penyakit Terminal — Meninggal di Rumah (Oʻahu, Hawaiʻi)"?
Rencana asuhan keperawatan untuk pasien terminal yang memilih meninggal di rumah (dying in place) di Oʻahu, Hawaiʻi.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Rencana asuhan keperawatan untuk pasien terminal yang memilih meninggal di rumah (dying in place) di Oʻahu, Hawaiʻi. Mengikuti proses keperawatan: Diagnosis Keperawatan, Pengkajian, Perencanaan, Intervensi, dan Evaluasi.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Diasumsikan pasien menerima perawatan paliatif (hospice) atau perawatan akhir hayat terkoordinasi di rumah, dan rencana ini disesuaikan dengan tujuan serta preferensi pasien.
Berduka, Antisipatif — pasien dan keluarga berhubungan dengan prognosis terminal dan kehilangan yang akan datang .
Pengkajian: Data Subjektif & Objektif
Domain
Temuan Pengkajian yang Perlu Dikumpulkan
Fisik
Tingkat nyeri menggunakan skala numerik atau perilaku, usaha napas, suara napas, batuk atau sekret, fungsi bowel dan kandung kemih, integritas kulit, edema, mual, nafsu makan, status hidrasi, dan gejala kenyamanan lainnya .
Psikososial
Tujuan pasien yang dinyatakan untuk meninggal di rumah, ketersediaan dan tingkat stres pengasuh keluarga, kekhawatiran emosional, kesiapan menghadapi kematian, serta preferensi budaya atau spiritual .
Lingkungan / Keselamatan
Tata letak rumah, aksesibilitas kamar mandi, kebutuhan tempat tidur rumah sakit atau peralatan, cakupan pengasuh, rencana darurat, penyimpanan obat, dan apakah dokumen yang diperlukan seperti DNAR atau perintah fokus kenyamanan tersedia di rumah .
Khusus Hawaiʻi
Pastikan keterlibatan hospice Hawaiʻi dan klarifikasi bahwa penyedia hospice tetap memegang tanggung jawab manajemen profesional untuk layanan yang terkait dengan penyakit terminal . Kaji apakah pasien memiliki pertanyaan tentang opsi bantuan medis untuk meninggal (medical aid-in-dying) di Hawaiʻi, yang tersedia bagi penduduk Hawaiʻi yang memenuhi syarat dengan penyakit terminal dan prognosis enam bulan atau kurang .
Perencanaan: Tujuan SMART
Tujuan
Target
Kenyamanan
Pasien melaporkan nyeri pada tingkat yang dapat diterima, misalnya ≤ 3/10 jika sesuai dengan tujuan pasien, dan kenyamanan membaik dalam waktu 48 jam setelah penyesuaian obat atau rencana perawatan .
Pernapasan
Pasien dan keluarga melaporkan bahwa pernapasan tampak nyaman, dengan dispnea dikelola sesuai tujuan fokus kenyamanan, bukan target kesembuhan .
Psikospiritual
Pasien dan keluarga memverbalisasikan pemahaman tentang proses kematian yang diharapkan dan mengungkapkan kekhawatiran emosional kepada perawat, pekerja sosial, pendeta, atau anggota tim lain sesuai keinginan .
Keamanan Rumah
Pasien tetap di rumah tanpa transfer rumah sakit yang tidak diinginkan atau tidak direncanakan, jika sesuai dengan tujuan dan kebutuhan klinis pasien .
Dukungan Keluarga
Pengasuh utama menunjukkan pemahaman tentang obat-obatan kenyamanan, kapan harus menghubungi hospice atau perawat, dan bagaimana merespons tanda-tanda umum penurunan kondisi .
Intervensi Keperawatan
1. Manajemen Dispnea & Pernapasan
Posisikan pasien semi-Fowler atau miring dengan kepala ditinggikan untuk mendukung kenyamanan dan kemudahan bernapas .
Gunakan tindakan fokus kenyamanan seperti kipas angin, lingkungan yang tenang, penyesuaian aktivitas, dan meyakinkan jika sesuai dengan preferensi pasien .
Berikan obat yang diresepkan hospice untuk dispnea atau kecemasan terkait kelaparan udara sesuai rencana perawatan tertulis dan protokol lembaga .
Gunakan oksigen jika telah diresepkan untuk kenyamanan, sambil menyadari bahwa tujuan di akhir hayat adalah menghilangkan distress, bukan menormalkan angka .
Berikan perawatan mulut yang lembut dan reposisi, serta hindari intervensi yang membebani dan tidak meningkatkan kenyamanan .
Berkolaborasi dengan perawat hospice atau peresep untuk menyesuaikan obat jika sekret terminal menyebabkan pernapasan berisik yang mengganggu pasien atau keluarga .
2. Kontrol Nyeri & Gejala
Kaji nyeri menggunakan skala numerik, verbal, atau perilaku yang tervalidasi, dan kaji ulang setelah setiap intervensi .
Berikan analgesik terjadwal dan sesuai kebutuhan (PRN) sesuai resep, dan segera laporkan nyeri yang tidak terkontrol kepada perawat hospice atau peresep .
Pantau gejala umum akhir hayat seperti mual, konstipasi, sesak napas, sulit tidur, dan agitasi, dan terapkan rencana kenyamanan yang diresepkan .
Gunakan tindakan kenyamanan non-farmakologis seperti reposisi lembut, perawatan mulut, pelembab bibir, selimut hangat, kehadiran yang tenang, pijatan jika diinginkan, dan pengurangan stimulasi lingkungan .
Jaga integritas kulit dengan pengurangan tekanan, manajemen kelembaban, dan penanganan lembut selama perputaran atau perawatan kebersihan .
3. Dukungan Emosional & Spiritual
Gunakan kehadiran terapeutik dan mendengarkan aktif selama setiap kunjungan, berikan ruang untuk keheningan dan ekspresi emosional tanpa terburu-buru .
Dorong tinjauan hidup, warisan (legacy work), doa, musik, bercerita, atau praktik pribadi bermakna lainnya jika pasien menginginkannya .
Tawarkan dukungan pendeta, pekerja sosial, atau dukungan spiritual yang sesuai budaya melalui hospice atau tim perawatan .
Hormati preferensi budaya, termasuk keterlibatan ʻohana (keluarga besar), ritual di rumah, doa, atau praktik lain yang diminta pasien dan keluarga, selama aman dan sesuai dengan keinginan pasien .
Komunikasikan dengan jelas dan sensitif bahwa fokus perawatan adalah kenyamanan ketika kematian diperkirakan akan segera terjadi .
4. Edukasi & Dukungan Pengasuh Keluarga
Ajari pengasuh tanda-tanda umum mendekati kematian, seperti peningkatan tidur, penurunan asupan, perubahan pernapasan, penurunan produksi urine, pendinginan ekstremitas, bercak-bercak di kulit, dan penurunan respons .
Berikan nomor telepon hospice atau perawat siaga 24/7 dan instruksikan keluarga untuk menelepon sebelum meminta transfer darurat jika tujuannya adalah tetap di rumah .
Instruksikan pengasuh tentang pemberian, dokumentasi, dan penyimpanan obat kenyamanan yang diresepkan dengan aman .
Tinjau kapan dan bagaimana memberikan obat PRN sesuai rencana perawatan tertulis .
Dorong pengasuh untuk melaporkan distress, kelelahan, ketidakpastian, atau ketakutan sehingga tim dapat menyesuaikan dukungan dan mempertimbangkan istirahat atau kunjungan tambahan jika tersedia .
Siapkan keluarga tentang apa yang harus dilakukan pada saat kematian, termasuk siapa yang harus dihubungi dan dokumen apa yang harus tersedia .
5. Koordinasi dengan Sumber Daya Akhir Hayat Hawaiʻi
Konfirmasi bahwa penyedia hospice Hawaiʻi atau perawatan akhir hayat yang sesuai terlibat dan bahwa rencana perawatan tertulis mencerminkan tujuan pasien untuk tetap di rumah .
Klarifikasi peran tim, termasuk keperawatan, dokter peresep, pekerja sosial, pendeta, layanan asisten, dan tanggung jawab pengasuh keluarga .
Jika pasien bertanya tentang bantuan medis untuk meninggal, berikan informasi netral dan rujuk ke sumber daya dan dokter peresep Hawaiʻi yang sesuai, karena penduduk Hawaiʻi yang memenuhi kriteria kelayakan dapat secara sukarela meminta obat bantuan medis untuk meninggal .
Pastikan dokumen perencanaan perawatan lanjutan, perintah DNAR, dan instruksi fokus kenyamanan telah selesai, ditandatangani jika diperlukan, dan ditempatkan di tempat yang dapat ditemukan oleh petugas tanggap darurat dan pengasuh .
Koordinasikan peralatan, obat-obatan, dan dukungan setelah jam kerja sejak awal sehingga lingkungan rumah dapat mendukung preferensi pasien untuk meninggal di tempat .
Evaluasi: Berkelanjutan, Setiap Kunjungan
Kriteria Hasil
Tercapai?
Catatan
Nyeri terkontrol pada tingkat yang dapat diterima pasien
☐ Ya ☐ Tidak
Titrasi atau laporkan ke peresep hospice jika tujuan kenyamanan tidak tercapai.
Dispnea tidak menyebabkan distress; pasien atau keluarga melaporkan pernapasan nyaman
☐ Ya ☐ Tidak
Pertimbangkan tambahan obat yang diresepkan, reposisi, kipas angin, atau tindakan menenangkan.
Pasien tetap di rumah sesuai tujuan yang dinyatakan
☐ Ya ☐ Tidak
Tinjau rencana darurat dan perkuat triage telepon hospice atau perawat.
Keluarga dapat memverbalisasikan setidaknya tiga tanda mendekati kematian dan mendemonstrasikan satu proses pemberian obat PRN
☐ Ya ☐ Tidak
Ajarkan ulang sesuai kebutuhan dan libatkan pekerja sosial jika kecemasan menjadi penghalang.
Pasien dan keluarga melaporkan merasa didengarkan dan didukung
☐ Ya ☐ Tidak
Tingkatkan kunjungan pendeta, keperawatan, pekerja sosial, atau dukungan lain sesuai kebutuhan.
Revisi: Perbarui rencana perawatan setiap kali kondisi, tujuan, gejala, atau kapasitas perawatan keluarga pasien berubah, dan koordinasikan perubahan melalui hospice atau tim perawatan interdisiplin .
Catatan khusus Hawaiʻi: Aturan hospice Hawaiʻi menyatakan bahwa penyedia hospice tetap memegang tanggung jawab manajemen profesional untuk layanan yang terkait dengan penyakit terminal . Undang-undang bantuan medis untuk meninggal di Hawaiʻi telah berlaku sejak 1 Januari 2019, untuk penduduk dewasa Hawaiʻi yang memenuhi syarat dengan penyakit terminal dan prognosis enam bulan atau kurang untuk hidup yang memenuhi persyaratan undang-undang . Rencana perawatan harus tetap berfokus pada kenyamanan, menghormati budaya, dan selaras dengan preferensi pasien untuk meninggal di rumah kapan pun memungkinkan dengan aman .
Berduka, Antisipatif — pasien dan keluarga berhubungan dengan prognosis terminal dan kehilangan yang akan datang .
Pengkajian: Data Subjektif & Objektif
Domain
Temuan Pengkajian yang Perlu Dikumpulkan
Fisik
Tingkat nyeri menggunakan skala numerik atau perilaku, usaha napas, suara napas, batuk atau sekret, fungsi bowel dan kandung kemih, integritas kulit, edema, mual, nafsu makan, status hidrasi, dan gejala kenyamanan lainnya .
Psikososial
Tujuan pasien yang dinyatakan untuk meninggal di rumah, ketersediaan dan tingkat stres pengasuh keluarga, kekhawatiran emosional, kesiapan menghadapi kematian, serta preferensi budaya atau spiritual .
Lingkungan / Keselamatan
Tata letak rumah, aksesibilitas kamar mandi, kebutuhan tempat tidur rumah sakit atau peralatan, cakupan pengasuh, rencana darurat, penyimpanan obat, dan apakah dokumen yang diperlukan seperti DNAR atau perintah fokus kenyamanan tersedia di rumah .
Khusus Hawaiʻi
Pastikan keterlibatan hospice Hawaiʻi dan klarifikasi bahwa penyedia hospice tetap memegang tanggung jawab manajemen profesional untuk layanan yang terkait dengan penyakit terminal . Kaji apakah pasien memiliki pertanyaan tentang opsi bantuan medis untuk meninggal (medical aid-in-dying) di Hawaiʻi, yang tersedia bagi penduduk Hawaiʻi yang memenuhi syarat dengan penyakit terminal dan prognosis enam bulan atau kurang .
Perencanaan: Tujuan SMART
Tujuan
Target
Kenyamanan
Pasien melaporkan nyeri pada tingkat yang dapat diterima, misalnya ≤ 3/10 jika sesuai dengan tujuan pasien, dan kenyamanan membaik dalam waktu 48 jam setelah penyesuaian obat atau rencana perawatan .
Pernapasan
Pasien dan keluarga melaporkan bahwa pernapasan tampak nyaman, dengan dispnea dikelola sesuai tujuan fokus kenyamanan, bukan target kesembuhan .
Psikospiritual
Pasien dan keluarga memverbalisasikan pemahaman tentang proses kematian yang diharapkan dan mengungkapkan kekhawatiran emosional kepada perawat, pekerja sosial, pendeta, atau anggota tim lain sesuai keinginan .
Keamanan Rumah
Pasien tetap di rumah tanpa transfer rumah sakit yang tidak diinginkan atau tidak direncanakan, jika sesuai dengan tujuan dan kebutuhan klinis pasien .
Dukungan Keluarga
Pengasuh utama menunjukkan pemahaman tentang obat-obatan kenyamanan, kapan harus menghubungi hospice atau perawat, dan bagaimana merespons tanda-tanda umum penurunan kondisi .
Intervensi Keperawatan
1. Manajemen Dispnea & Pernapasan
Posisikan pasien semi-Fowler atau miring dengan kepala ditinggikan untuk mendukung kenyamanan dan kemudahan bernapas .
Gunakan tindakan fokus kenyamanan seperti kipas angin, lingkungan yang tenang, penyesuaian aktivitas, dan meyakinkan jika sesuai dengan preferensi pasien .
Berikan obat yang diresepkan hospice untuk dispnea atau kecemasan terkait kelaparan udara sesuai rencana perawatan tertulis dan protokol lembaga .
Gunakan oksigen jika telah diresepkan untuk kenyamanan, sambil menyadari bahwa tujuan di akhir hayat adalah menghilangkan distress, bukan menormalkan angka .
Berikan perawatan mulut yang lembut dan reposisi, serta hindari intervensi yang membebani dan tidak meningkatkan kenyamanan .
Berkolaborasi dengan perawat hospice atau peresep untuk menyesuaikan obat jika sekret terminal menyebabkan pernapasan berisik yang mengganggu pasien atau keluarga .
2. Kontrol Nyeri & Gejala
Kaji nyeri menggunakan skala numerik, verbal, atau perilaku yang tervalidasi, dan kaji ulang setelah setiap intervensi .
Berikan analgesik terjadwal dan sesuai kebutuhan (PRN) sesuai resep, dan segera laporkan nyeri yang tidak terkontrol kepada perawat hospice atau peresep .
Pantau gejala umum akhir hayat seperti mual, konstipasi, sesak napas, sulit tidur, dan agitasi, dan terapkan rencana kenyamanan yang diresepkan .
Gunakan tindakan kenyamanan non-farmakologis seperti reposisi lembut, perawatan mulut, pelembab bibir, selimut hangat, kehadiran yang tenang, pijatan jika diinginkan, dan pengurangan stimulasi lingkungan .
Jaga integritas kulit dengan pengurangan tekanan, manajemen kelembaban, dan penanganan lembut selama perputaran atau perawatan kebersihan .
3. Dukungan Emosional & Spiritual
Gunakan kehadiran terapeutik dan mendengarkan aktif selama setiap kunjungan, berikan ruang untuk keheningan dan ekspresi emosional tanpa terburu-buru .
Dorong tinjauan hidup, warisan (legacy work), doa, musik, bercerita, atau praktik pribadi bermakna lainnya jika pasien menginginkannya .
Tawarkan dukungan pendeta, pekerja sosial, atau dukungan spiritual yang sesuai budaya melalui hospice atau tim perawatan .
Hormati preferensi budaya, termasuk keterlibatan ʻohana (keluarga besar), ritual di rumah, doa, atau praktik lain yang diminta pasien dan keluarga, selama aman dan sesuai dengan keinginan pasien .
Komunikasikan dengan jelas dan sensitif bahwa fokus perawatan adalah kenyamanan ketika kematian diperkirakan akan segera terjadi .
4. Edukasi & Dukungan Pengasuh Keluarga
Ajari pengasuh tanda-tanda umum mendekati kematian, seperti peningkatan tidur, penurunan asupan, perubahan pernapasan, penurunan produksi urine, pendinginan ekstremitas, bercak-bercak di kulit, dan penurunan respons .
Berikan nomor telepon hospice atau perawat siaga 24/7 dan instruksikan keluarga untuk menelepon sebelum meminta transfer darurat jika tujuannya adalah tetap di rumah .
Instruksikan pengasuh tentang pemberian, dokumentasi, dan penyimpanan obat kenyamanan yang diresepkan dengan aman .
Tinjau kapan dan bagaimana memberikan obat PRN sesuai rencana perawatan tertulis .
Dorong pengasuh untuk melaporkan distress, kelelahan, ketidakpastian, atau ketakutan sehingga tim dapat menyesuaikan dukungan dan mempertimbangkan istirahat atau kunjungan tambahan jika tersedia .
Siapkan keluarga tentang apa yang harus dilakukan pada saat kematian, termasuk siapa yang harus dihubungi dan dokumen apa yang harus tersedia .
5. Koordinasi dengan Sumber Daya Akhir Hayat Hawaiʻi
Konfirmasi bahwa penyedia hospice Hawaiʻi atau perawatan akhir hayat yang sesuai terlibat dan bahwa rencana perawatan tertulis mencerminkan tujuan pasien untuk tetap di rumah .
Klarifikasi peran tim, termasuk keperawatan, dokter peresep, pekerja sosial, pendeta, layanan asisten, dan tanggung jawab pengasuh keluarga .
Jika pasien bertanya tentang bantuan medis untuk meninggal, berikan informasi netral dan rujuk ke sumber daya dan dokter peresep Hawaiʻi yang sesuai, karena penduduk Hawaiʻi yang memenuhi kriteria kelayakan dapat secara sukarela meminta obat bantuan medis untuk meninggal .
Pastikan dokumen perencanaan perawatan lanjutan, perintah DNAR, dan instruksi fokus kenyamanan telah selesai, ditandatangani jika diperlukan, dan ditempatkan di tempat yang dapat ditemukan oleh petugas tanggap darurat dan pengasuh .
Koordinasikan peralatan, obat-obatan, dan dukungan setelah jam kerja sejak awal sehingga lingkungan rumah dapat mendukung preferensi pasien untuk meninggal di tempat .
Evaluasi: Berkelanjutan, Setiap Kunjungan
Kriteria Hasil
Tercapai?
Catatan
Nyeri terkontrol pada tingkat yang dapat diterima pasien
☐ Ya ☐ Tidak
Titrasi atau laporkan ke peresep hospice jika tujuan kenyamanan tidak tercapai.
Dispnea tidak menyebabkan distress; pasien atau keluarga melaporkan pernapasan nyaman
☐ Ya ☐ Tidak
Pertimbangkan tambahan obat yang diresepkan, reposisi, kipas angin, atau tindakan menenangkan.
Pasien tetap di rumah sesuai tujuan yang dinyatakan
☐ Ya ☐ Tidak
Tinjau rencana darurat dan perkuat triage telepon hospice atau perawat.
Keluarga dapat memverbalisasikan setidaknya tiga tanda mendekati kematian dan mendemonstrasikan satu proses pemberian obat PRN
☐ Ya ☐ Tidak
Ajarkan ulang sesuai kebutuhan dan libatkan pekerja sosial jika kecemasan menjadi penghalang.
Pasien dan keluarga melaporkan merasa didengarkan dan didukung
☐ Ya ☐ Tidak
Tingkatkan kunjungan pendeta, keperawatan, pekerja sosial, atau dukungan lain sesuai kebutuhan.
Revisi: Perbarui rencana perawatan setiap kali kondisi, tujuan, gejala, atau kapasitas perawatan keluarga pasien berubah, dan koordinasikan perubahan melalui hospice atau tim perawatan interdisiplin .
Catatan khusus Hawaiʻi: Aturan hospice Hawaiʻi menyatakan bahwa penyedia hospice tetap memegang tanggung jawab manajemen profesional untuk layanan yang terkait dengan penyakit terminal . Undang-undang bantuan medis untuk meninggal di Hawaiʻi telah berlaku sejak 1 Januari 2019, untuk penduduk dewasa Hawaiʻi yang memenuhi syarat dengan penyakit terminal dan prognosis enam bulan atau kurang untuk hidup yang memenuhi persyaratan undang-undang . Rencana perawatan harus tetap berfokus pada kenyamanan, menghormati budaya, dan selaras dengan preferensi pasien untuk meninggal di rumah kapan pun memungkinkan dengan aman .