Kekhawatiran keamanan yang memicu perintah mendadak ini berawal dari riset internal yang dilakukan di Amazon, salah satu investor terbesar Anthropic. Menurut laporan Wall Street Journal dan Axios, para peneliti di Amazon berhasil menjailbreak model Fable 5 . Mereka menemukan bahwa model tersebut dapat dimanipulasi dengan perintah keamanan siber untuk mengekstrak informasi yang berpotensi membantu serangan siber
. Teknik jailbreak yang digunakan ternyata sangat sederhana: hanya dengan perintah tiga kata— "Fix this code" (Perbaiki kode ini)—model tersebut bisa tertipu untuk mengungkapkan informasi tentang kerentanan keamanan yang dapat dieksploitasi
. Pada Kamis, 11 Juni, CEO Amazon Andy Jassy melaporkan temuan ini langsung kepada pejabat senior pemerintahan Trump
. Kurang dari 24 jam kemudian, Gedung Putih bertindak dengan mengeluarkan perintah kontrol ekspor tersebut
. Seorang pejabat senior administrasi Trump kemudian menuding respons Anthropic terhadap kerentanan ini sebagai bentuk "kecerobohan" (recklessness)
.
Keputusan Washington ini langsung memicu gelombang kecaman keras dari industri teknologi dan keamanan siber global. Lebih dari 50 pemimpin keamanan siber, termasuk eksekutif dari raksasa teknologi seperti Nvidia dan Adobe, menandatangani surat terbuka kepada pemerintahan Trump yang mendesak pencabutan pembatasan tersebut . Argumen mereka tajam: larangan ini justru melemahkan upaya pertahanan siber global karena menghalangi para ahli untuk mendeteksi dan menambal celah keamanan, sementara pada saat yang sama tidak efektif menghentikan musuh asing untuk mengembangkan kemampuan mereka sendiri
. Sebuah kelompok terpisah yang terdiri dari lebih dari 30 profesional industri dan akademisi juga mengeluarkan pernyataan publik yang menekankan urgensi untuk menambal kerentanan jaringan di tengah persaingan internasional yang semakin ketat, terutama dengan Tiongkok yang dengan cepat menutup kesenjangan dalam kemampuan AI canggih
.
Dampak diplomatik dari larangan ini sangat terasa. Perintah kontrol ekspor tersebut secara efektif memblokir akses negara-negara sekutu utama AS, termasuk Inggris dan Jepang, beserta perusahaan dan individu di negara-negara tersebut, dari penggunaan model AI tercanggih milik Anthropic . Langkah ini menimbulkan ketegangan baru di antara sekutu, yang merasa diperlakukan sebagai risiko keamanan alih-alih mitra, terutama karena perintah tersebut tidak memberikan pengecualian bagi sekutu dekat
.
Menghadapi krisis ini, Anthropic meluncurkan upaya diplomatik dan teknis darurat. Perusahaan segera mengirim staf teknis ke Washington, D.C. selama akhir pekan 13-14 Juni untuk bernegosiasi dengan pejabat pemerintahan demi mencapai kesepakatan yang dapat mencabut pembatasan ekspor . Hingga tanggal 17 Juni, CEO Anthropic Dario Amodei secara langsung terlibat dalam pembicaraan dengan pejabat administrasi untuk mencari jalan keluar
.
Di luar krisis dadakan ini, Anthropic juga menghadapi pertarungan hukum terpisah yang sudah berlangsung berbulan-bulan dengan Pentagon. Pada 5 Maret 2026, pemerintahan Trump menetapkan Anthropic sebagai "risiko rantai pasok" (supply chain risk) nasional, yang secara efektif melarang perusahaan tersebut dari kontrak federal dalam skala besar . Langkah ini dilaporkan sebagai pertama kalinya sebuah perusahaan Amerika mendapatkan sebutan semacam itu
. Keputusan Pentagon ini dipicu oleh penolakan Anthropic untuk menghapus pengaman etika (safety guardrails) pada model Claude-nya yang mencegah penggunaan untuk senjata otonom dan pengawasan massal terhadap warga Amerika
. Anthropic menggugat langkah ini pada 9 Maret, dengan para eksekutifnya menyatakan bahwa larangan tersebut berpotensi memotong pendapatan perusahaan tahun 2026 hingga "miliaran dolar"
. Seorang hakim federal sempat memblokir larangan Pentagon pada 26 Maret
, tetapi pengadilan banding federal di Washington, D.C., menolak permohonan pendahuluan Anthropic pada 8 April
. Hingga awal Mei, Pentagon masih mempertahankan posisinya sambil menyatakan bahwa model Mythos 5 merupakan "masalah keamanan nasional yang terpisah"
.