Biomarka steroid pertama yang pernah ditemukan pada pterosaurus—turunan kolesterol dari tulang sayap berusia 113 juta tahun di Brasil—menunjukkan bahwa reptil terbang ini memakan ikan atau hewan laut mirip cumi cumi. Bakteri pengoksidasi sulfur mendorong proses mineralisasi berlapis (fluorapatit diikuti kalsit) yang...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Searching with cited sources for What new insights about pterosaur diet, molecular preservation, and fossilization mechanisms were revealed. Article summary: I now have thorough, firsthand information from the study's lead author (Kliti Grice) and from Curtin University's press release. Here is the full answer.. Topic tags: general, government, academic, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and
Selama lebih dari satu abad, para paleontolog berasumsi bahwa oksigen dan mikroba yang menggunakannya adalah musuh utama pengawetan jaringan lunak. Logika di buku teks sederhana: mikroba memakan materi organik, dan fosil luar biasa membutuhkan kondisi tanpa oksigen (anoksik) untuk menekan aktivitas mikroba. Sebuah studi revolusioner yang diterbitkan pada Juni 2026 di jurnal iScience mematahkan paradigma itu. Penelitian ini mengungkap bahwa oksidasi mikroba tidak hanya kompatibel dengan pengawetan molekuler pada sayap pterosaurus berusia 113 juta tahun—tetapi justru menjadi alasan fosil itu bisa bertahan sama sekali .
Fosil tersebut adalah ruas tulang jari sayap (phalanges) yang berlubang dari Formasi Romualdo di Cekungan Araripe, Brasil timur laut. Fosil ini tersimpan di dalam konkresi karbonat . Penulis utama Kliti Grice dari Curtin University bersama tim internasional menggunakan analisis geokimia dan mikroskopis untuk mengungkap rahasianya
.
Untuk pertama kalinya, peneliti mendeteksi biomarka sterana—turunan kolesterol—pada fosil pterosaurus . Analisis isotop karbon dari senyawa ini mengindikasikan bahwa pterosaurus tersebut kemungkinan memakan ikan atau hewan laut mirip cumi-cumi, konsisten dengan morfologi gigi dan tengkoraknya
. Bukti molekuler ini menawarkan jendela kimia langsung ke dalam ekologi makanan pterosaurus yang tidak bisa diberikan oleh bentuk tulang saja.
Tim peneliti mendokumentasikan serangkaian penghalang mineral yang bertindak sebagai "kubah geologis" alami . Pertama, fluorapatit (sejenis kalsium fosfat) terbentuk dengan cepat di dalam dan di sekitar tulang, menstabilkan fitur struktural yang halus. Selanjutnya, lapisan kalsit berturut-turut secara bertahap mengisi rongga tulang. Yang kritis, kalsit ini kekurangan isotop karbon-13, menandakan bahwa ia berasal dari pembusukan jaringan lemak dan lipid pterosaurus itu sendiri
. Lapisan mineral berlapis ini melindungi senyawa organik—termasuk biomarka steroid dan struktur mikroskopis yang menyerupai serat kolagen—dari degradasi kimia selama 113 juta tahun
.
Studi ini mendokumentasikan proses mineralisasi bertahap yang kompleks, didorong oleh pergeseran redoks (oksidasi-reduksi) lokal selama diagenesis awal . Bakteri pengoksidasi sulfur (sulfur-oxidizing bacteria/SOB)—yang diidentifikasi dari mineral barit dan selestit yang mereka tinggalkan—menjadi pemain kunci
. Mikroba ini memecah jaringan lunak dan lemak, melepaskan karbon yang kemudian memberi makan pengendapan kalsit. Pada saat yang sama, aktivitas mereka menciptakan kondisi kimia yang menyegel tulang dalam mineral pelindung sebelum struktur halus bisa hilang
.
Pemikiran konvensional menyatakan bahwa oksigen dan oksidasi mikroba bersifat destruktif—bahwa mikroba pembusuk mengonsumsi dan menghapus jaringan lunak serta biomolekul, dan bahwa pengawetan luar biasa membutuhkan kondisi anoksik untuk menekan aktivitas mikroba. Studi ini membalikkan asumsi itu dalam dua cara :
Seperti yang dinyatakan Grice, "Alih-alih dihancurkan oleh oksigen, beberapa fosil justru diawetkan karenanya, melalui proses oksidatif yang dilakukan oleh mikrobioma kuno" . Tim peneliti mengusulkan ini sebagai mekanisme Lagerstätten global yang baru—yaitu jalur umum untuk pengawetan fosil luar biasa yang kini mulai diidentifikasi di situs fosil lainnya
.
Studi yang dipimpin Curtin ini adalah yang pertama berhasil memulihkan biomarka steroid dari pterosaurus, mengungkap makanan berupa ikan/cumi-cumi. Studi ini juga mendemonstrasikan bahwa mineralisasi bertahap, yang didorong oleh mikroba metabolisme sulfur dan pergeseran redoks lokal, adalah kunci pengawetan sayap dalam 3D. Dan yang terpenting, studi ini secara fundamental membingkai ulang peran oksidasi mikroba dari sekadar kekuatan destruktif menjadi langkah konstruktif yang diperlukan dalam jenis pengawetan fosil luar biasa tertentu .
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Biomarka steroid pertama yang pernah ditemukan pada pterosaurus—turunan kolesterol dari tulang sayap berusia 113 juta tahun di Brasil—menunjukkan bahwa reptil terbang ini memakan ikan atau hewan laut mirip cumi cumi.
Biomarka steroid pertama yang pernah ditemukan pada pterosaurus—turunan kolesterol dari tulang sayap berusia 113 juta tahun di Brasil—menunjukkan bahwa reptil terbang ini memakan ikan atau hewan laut mirip cumi cumi. Bakteri pengoksidasi sulfur mendorong proses mineralisasi berlapis (fluorapatit diikuti kalsit) yang bertindak sebagai 'kubah geologis', melindungi molekul organik dari pembusukan selama lebih dari 100 juta tahun—mena...