Kesepakatan damai sementara AS-Iran yang diumumkan pada pertengahan Juni 2026 dan akan ditandatangani pada 19 Juni telah menimbulkan harapan akan pembukaan kembali Selat Hormuz secara cepat — jalur yang biasanya menangani sekitar 20% perdagangan minyak dan LNG global . Presiden Donald Trump bahkan mendeklarasikan pembukaan jalur itu "bebas biaya" dan mengatakan blokade angkatan laut AS di pelabuhan Iran akan dicabut
. Namun, bank-bank Wall Street, analis pelayaran, dan sumber keamanan maritim memperingatkan bahwa kembalinya aliran minyak secara normal akan berjalan lambat, mahal, dan tidak sempurna. Berikut enam hambatan utama yang mereka sebutkan.
Selat ini dipenuhi ranjau selama konflik. Seorang pejabat senior pemerintah AS memperingatkan bahwa ranjau harus dibersihkan sebelum transit yang aman dapat dilanjutkan — sebuah proses yang memakan waktu . Militer AS memang sudah memulai operasi pembersihan ranjau pada April 2026, tapi perkiraan waktu yang dibutuhkan bervariasi, dari 40–50 hari hingga enam bulan, tergantung metode dan cakupan
. Perusahaan pelayaran masih menyebut jalur air ini "sangat berisiko"
. Selama ranjau belum dibersihkan, perusahaan asuransi dan pemilik kapal enggan mengirimkan kapal mereka melintasi selat.
Bahkan setelah kesepakatan damai, premi asuransi risiko perang maritim masih 30 hingga 4.000 kali lipat di atas level sebelum konflik . Sebelum krisis, premi risiko perang biasanya sekitar 0,001%–0,25% dari nilai kapal per transit. Saat puncak krisis, tarif itu melonjak menjadi antara 1% dan 7,5% — yang berarti tagihan asuransi mencapai $3 juta hingga $8 juta untuk satu perjalanan kapal tanker besar
. Seperti yang dikatakan seorang penjamin emisi, premi "cepat naik dan lambat turun" . Perusahaan asuransi mengatakan mereka membutuhkan stabilitas yang berkelanjutan selama berbulan-bulan, ditambah demonstrasi transit yang aman, sebelum mengembalikan perlindungan normal . Bagi pemilik kapal, ekonomi setiap transit masih sangat tidak pasti.
Pada akhir Mei 2026, New York Times melaporkan bahwa perusahaan pelayaran masih belum tahu kepada siapa harus menghubungi untuk mendapatkan persetujuan navigasi, rute mana yang ditetapkan aman, atau otoritas mana yang akan mengelola lalu lintas melalui selat yang akan dibuka kembali . Pemilik kapal besar, pedagang, dan produsen minyak utama masih mencari kejelasan dasar mengenai persyaratan operasional kesepakatan
. Pertanyaan-pertanyaan yang masih mengemuka termasuk apakah akan ada biaya transit di selat, waktu dan jumlah dana beku Iran yang akan dicairkan, serta kondisi spesifik untuk melanjutkan pelayaran
. Kurangnya detail ini menciptakan ketidakpastian yang menunda pengambilan keputusan.
Dengan selat yang efektif tertutup selama lebih dari 100 hari, sekitar 1.500 kapal telah terhenti di Teluk Persia . Kapal-kapal ini tersebar di berbagai tempat jangkar, awak kapal mungkin sudah dirotasi atau didemobilisasi, dan jadwal komersial sudah kacau. Diperlukan waktu berminggu-minggu hanya untuk memposisikan ulang kapal, merekrut awak baru, dan menentukan kapal mana yang akan berangkat lebih dulu
. Pada 17 Juni, tiga kapal tanker Iran yang membawa hampir 5 juta barel minyak mentah menjadi yang pertama keluar dari blokade AS dalam dua bulan — tetapi para pemilik kapal bergerak "dengan rasa tidak percaya yang waspada"
.
Dalam sebuah catatan tertanggal 17 Juni berjudul "70% Arus Hormuz Sebelum Perang Mungkin Menjadi 100% yang Baru," analis Goldman Sachs yang dipimpin Yulia Zhestkova Grigsby memperkirakan arus melalui selat mungkin tidak akan pernah sepenuhnya kembali ke volume sebelum konflik . Alasannya: produsen regional sudah beralih ke rute ekspor alternatif — termasuk pipa ke Yanbu (Arab Saudi), Fujairah (UEA), Ceyhan (Turki), dan Teluk Oman — mengurangi ketergantungan mereka pada jalur sempit Hormuz
. Goldman menghitung bahwa normalisasi penuh ekspor Teluk ke level sebelum perang sebesar 23 juta barel per hari dapat dicapai dengan pemulihan arus Hormuz hanya 70% dari throughput sebelum perang
.
Setelah kesepakatan, Goldman mempercepat jadwal normalisasi ekspor satu bulan — sekarang memperkirakan ekspor Teluk kembali ke level sebelum perang pada akhir Juli 2026, dengan pemulihan produksi minyak menyusul pada Oktober . Tapi itu masih dua bulan setelah penandatanganan, dan bank itu sebelumnya telah memundurkan perkiraannya dari akhir Juni menjadi akhir Agustus sebelum kesepakatan tercapai
.
Kesepakatan saat ini adalah nota kesepahaman pendahuluan — gencatan senjata 60 hari, bukan perdamaian final . Isu-isu yang lebih luas, termasuk program nuklir Iran, masih belum terselesaikan, dan jika perundingan gagal, selat itu bisa ditutup kembali
. Seorang pejabat senior pemerintah AS memperingatkan bahwa, meskipun lalu lintas diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam waktu dekat, kembalinya ke transit sebelum konflik "akan memakan waktu lebih lama dari beberapa minggu karena beberapa pemilik kapal mengambil pendekatan hati-hati"
.
Dalam skenario optimis, Kpler — perusahaan data perdagangan — memperkirakan lalu lintas kapal melalui selat bisa mencapai sekitar 40 kapal per hari dalam waktu satu bulan (dibandingkan dengan sekitar 100 kapal per hari sebelum konflik) — atau sekitar setengah dari level sebelum perang . Tapi sebagian besar sumber — dari Goldman Sachs hingga pejabat keamanan maritim — setuju bahwa normalisasi penuh akan memakan waktu setidaknya hingga akhir Juli hingga Agustus 2026, dan itupun mungkin hanya mencapai 70% dari throughput sebelum perang
. Pasar minyak mentah fisik diperkirakan akan tetap "ketat selama bulan-bulan musim panas"
.
Singkatnya, berita utama mengatakan "Biarkan minyak mengalir," tapi kenyataannya bagi pemilik kapal, perusahaan asuransi, dan pedagang minyak adalah: belum sekarang, tidak cepat, dan tidak akan kembali sepenuhnya.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Meskipun kesepakatan damai sementara AS Iran ditandatangani pada pertengahan Juni 2026, normalisasi penuh arus minyak melalui Selat Hormuz masih menghadapi penundaan berbulan bulan karena ranjau laut, premi asuransi r...
Meskipun kesepakatan damai sementara AS Iran ditandatangani pada pertengahan Juni 2026, normalisasi penuh arus minyak melalui Selat Hormuz masih menghadapi penundaan berbulan bulan karena ranjau laut, premi asuransi r... Goldman Sachs memperkirakan arus hanya pulih sekitar 70% dari volume sebelum perang, dengan ekspor Teluk baru kembali normal pada akhir Juli 2026 dan produksi minyak pulih pada Oktober.
Loading comments...
Comments
0 comments