Hanya beberapa hari setelah pemerintah AS memerintahkan Anthropic untuk memblokir semua warga negara asing dari dua model AI tercanggihnya—dan perusahaan itu merespons dengan menonaktifkan model tersebut untuk semua orang—CEO perusahaan itu menghadap para pemimpin dunia di KTT G7 dengan pesan tegas: jangan biarkan momen ini memecah tatanan AI global.
Inilah yang terjadi, apa yang didesak Amodei kepada G7, dan bagaimana reaksi sekutu Eropa.
Pada Jumat, 12 Juni 2026, Departemen Perdagangan AS di bawah Menteri Howard Lutnick mengeluarkan arahan kontrol ekspor kepada Anthropic dengan mengutip otoritas keamanan nasional. Perintah itu mewajibkan Anthropic untuk segera menangguhkan akses ke dua model AI tercanggihnya—Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5—untuk semua warga negara asing, termasuk karyawan asing Anthropic sendiri, baik di dalam maupun di luar Amerika Serikat .
Kedua model tersebut baru dirilis ke publik beberapa hari sebelumnya, pada 9 Juni 2026 . Menteri Lutnick menyatakan arahan itu diperlukan karena kemampuan model tersebut dapat digunakan oleh lawan untuk "mengancam keamanan nasional Amerika Serikat"
.
Anthropic mengatakan mereka tidak punya cara praktis untuk membedakan warga negara asing dari warga AS secara real-time di semua pengguna . Karena arahan itu berlaku untuk "warga negara asing mana pun" dan perusahaan tidak dapat secara andal menegakkan akses berdasarkan kewarganegaraan, Anthropic memilih untuk menonaktifkan kedua model untuk semua pelanggan secara global—bukan hanya warga negara asing
. Seorang juru bicara Anthropic mengatakan, "Akibat akhirnya adalah kami harus menghapus akses untuk semua pelanggan kami"
.
Detail penting:
Dalam KTT G7 di Évian-les-Bains, Prancis, pada 17 Juni 2026, CEO Anthropic Dario Amodei bergabung dalam makan siang kerja tertutup dengan para pemimpin dan eksekutif AI papan atas lainnya, termasuk CEO OpenAI Sam Altman dan CEO Google DeepMind Demis Hassabis. Ia mendesak para pemimpin G7 untuk tidak terpecah dalam mengembangkan alat AI canggih dan, bersama Hassabis, menyerukan koalisi pimpinan AS untuk menetapkan standar dan regulasi AI internasional .
Menurut laporan dari Financial Times, CNBC, dan Bloomberg Law, Amodei mengatakan kepada para pemimpin untuk "menahan godaan untuk terpecah" soal AI canggih . Ia secara khusus memperingatkan tentang apa yang disebutnya sebagai "ancaman open-source" Tiongkok dan berargumen untuk pendekatan Barat yang bersatu, bukan yang terfragmentasi
.
CEO OpenAI Sam Altman secara terpisah mengusulkan forum pengujian internasional dalam sesi yang sama . Tidak ada komitmen mengikat yang muncul dari pertemuan itu
.
Para pemimpin Eropa mendorong balik langkah AS, menuntut apa yang mereka sebut "pemeriksaan kedaulatan AI" dan akses yang lebih luas ke model frontier .
Reaksi industri beragam. Beberapa pakar keamanan memuji langkah AS sebagai kebijakan keamanan nasional yang bijaksana, sementara yang lain memperingatkan bahwa hal itu dapat mempercepat fragmentasi pengembangan AI menjadi blok-blok yang bersaing . Pernyataan Anthropic sendiri menekankan bahwa perusahaan telah segera mematuhi, tetapi menggambarkan situasi itu sebagai hal yang sangat mengganggu operasi global dan hubungan pelanggannya
.
Insiden ini menandai titik balik dalam geopolitik kecerdasan buatan, karena negara-negara demokrasi terkaya di dunia dihadapkan pada kenyataan bahwa AS dapat, dan akan, memutus akses ke model AI frontier dengan alasan keamanan nasional—sebuah kekuatan yang menggelisahkan sekutu terdekat Amerika.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pada 17 Juni 2026, CEO Anthropic Dario Amodei meminta pemimpin G7 untuk 'menahan godaan untuk terpecah' soal AI, setelah AS memblokir akses warga asing ke model Claude Fable 5 dan Mythos 5.
Pada 17 Juni 2026, CEO Anthropic Dario Amodei meminta pemimpin G7 untuk 'menahan godaan untuk terpecah' soal AI, setelah AS memblokir akses warga asing ke model Claude Fable 5 dan Mythos 5. Amodei dan CEO Google DeepMind Demis Hassabis mengusulkan koalisi pimpinan AS untuk standar dan regulasi AI internasional, sementara CEO OpenAI Sam Altam mengusulkan forum pengujian internasional.
Pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, mendesak agar akses ke model AI canggih tidak bisa 'dimatikan begitu saja' oleh AS, menuntut jaminan kedaulatan AI.
Loading comments...
Comments
0 comments