Kepala AI Pentagon mengonfirmasi dalam berkas hukum Juni 2026 bahwa Grok AI milik Elon Musk dipakai menembakkan lebih dari 2.000 amunisi ke 2.000 target dalam 96 jam selama Operation Epic Fury melawan Iran pengakuan r... Pengungkapan ini muncul bukan dari siaran pers Pentagon, melainkan dari sebuah dokumen Departeme...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Searching for How did Elon Musk's Grok AI assist US forces in striking 2,000 Iran targets within 96 hours during Operation Epic Fury, and wh. Article summary: Here is a comprehensive breakdown of the events as reported across multiple news outlets on June 16–17, 2026.. Topic tags: general, general web, user generated, news, government. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Elon Musk’s Grok used in US-Iran war? ## According to a legal briefing submitted by the US Department of Justice, Grok played a role in supporting military targeting systems unde" source context "Elon Musk's Grok used in US-Iran war? Pentagon reveals shocking details, claims 2000 targets were hit in 96 hours during" Reference image 2: visual subject "# Elon Musk’s Grok used in US-Iran war? ## According
Penggunaan kecerdasan buatan oleh militer AS dalam operasi ofensif mencapai tonggak baru pada Juni 2026. Sebuah berkas hukum dari Departemen Kehakiman (DOJ) mengonfirmasi bahwa AI Grok milik Elon Musk merupakan bagian integral dari Project Maven, sistem perang algoritmik Pentagon, dan digunakan untuk merencanakan serta mengeksekusi kampanye udara besar-besaran melawan Iran.
Kepala AI Pentagon, Cameron Stanley, menyatakan dalam deklarasi bersumpah bahwa Grok memungkinkan pasukan AS menembakkan lebih dari 2.000 amunisi ke 2.000 target berbeda dalam waktu 96 jam selama Operasi Epic Fury . Operasi yang dimulai pada 28 Februari 2026 itu sendiri telah banyak melumpuhkan infrastruktur militer Iran, namun peran spesifik Grok tetap dirahasiakan hingga berkas DOJ ini muncul
. Deklarasi Stanley ini menandai pengakuan resmi pertama pemerintah AS bahwa model xAI telah dikerahkan untuk penargetan mematikan
.
Detail pengerahan Grok di medan perang tidak diumumkan lewat siaran pers. Informasi ini muncul dalam dokumen hukum bertanggal 15 Juni 2026 yang diajukan DOJ di pengadilan federal Mississippi . Pemerintah turun tangan dalam gugatan lingkungan melawan xAI yang diajukan oleh NAACP, dan menggunakan kesaksian bersumpah Stanley untuk berargumen bahwa gangguan apa pun pada pusat data xAI akan merusak kepentingan keamanan nasional yang teramat penting
.
Dokumen itu berargumen bahwa gugatan tersebut “mengancam keamanan nasional, ekonomi, dan energi Amerika dengan berupaya memutus pasokan listrik untuk inovasi kecerdasan buatan yang mendukung operasi militer Departemen Perang” . Dalam konteks inilah—membela operasi turbin gas tak berizin—cakupan penuh integrasi Grok ke dalam Project Maven terungkap.
Project Maven, yang awalnya diluncurkan untuk memproses rekaman pengawasan drone, telah berevolusi menjadi platform penargetan dan intelijen yang lebih luas yang dikenal sebagai Maven Smart Systems (MSS), yang dikembangkan oleh Palantir . Pada awal 2026, mitra AI rahasia Pentagon adalah Anthropic, pengembang model Claude
.
Namun, pada Juli 2025, xAI telah mengantongi kontrak senilai 200 juta dolar AS dengan Pentagon untuk inisiatif "Grok for Government"-nya, yang memberikan akses ke model Grok 4 bagi lembaga pemerintah AS . Setelah sengketa kepatuhan dengan Anthropic, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengeluarkan ultimatum pada Februari 2026, mengancam akan menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan (Defense Production Act) dan mencap Anthropic sebagai risiko rantai pasokan jika tidak menyetujui persyaratan militer
.
Pada 13 Januari 2026, Hegseth secara terbuka mengumumkan bahwa Grok akan diintegrasikan ke dalam jaringan AI generatif bertenaga Google milik Pentagon, yang secara efektif memosisikan Grok untuk menggantikan Anthropic sebagai model AI utama untuk operasi militer rahasia . Para senator kemudian menyuarakan keprihatinan tentang riwayat Grok yang menghasilkan konten antisemit, tetapi integrasi tetap berjalan
.
Gugatan yang memicu pengungkapan peran Grok diajukan pada April 2026 oleh NAACP, yang diwakili oleh Earthjustice dan Southern Environmental Law Center . Gugatan ini menuduh xAI dan anak perusahaannya MZX Tech melanggar Clean Air Act dengan mengoperasikan hampir 50 turbin gas alam tak berizin di atas trailer di pusat data Colossus 2 mereka di Southaven, Mississippi, sebuah fasilitas di seberang perbatasan dari Memphis, Tennessee
.
Hukum Mississippi mengklasifikasikan turbin tersebut sebagai "mobile" karena duduk di atas trailer, memungkinkan xAI menghindari izin polusi udara standar hingga satu tahun . Gugatan tersebut menuduh bahwa turbin itu berlokasi dekat rumah, sekolah, dan gereja, dan emisinya—berpotensi lebih dari 1.700 ton nitrogen oksida pembentuk kabut asap per tahun—menimbulkan risiko kesehatan yang tidak proporsional bagi komunitas kulit hitam di sekitarnya
. EPA sebelumnya telah mengeluarkan aturan pada Januari 2026 yang menyatakan bahwa turbin “sementara” semacam itu harus tetap diatur sebagai sumber stasioner, yang secara langsung bertentangan dengan pendirian perizinan xAI
.
Pada Mei 2026, NAACP mengajukan putusan sela (preliminary injunction) untuk menghentikan polusi .
Dalam dokumennya tertanggal 15 Juni, DOJ berargumen bahwa pengadilan harus menolak gugatan tersebut sepenuhnya. Klaim keamanan nasional utama meliputi:
Pengungkapan ini telah menyalakan kembali perbincangan global tentang penggunaan AI komersial untuk penargetan mematikan, jejak lingkungan dari infrastruktur AI, dan seberapa jauh klaim keamanan nasional dapat direntangkan dalam litigasi perdata . Hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan model AI yang pada awal 2026 terlibat dalam skandal penyalahgunaan deepfake dan menghasilkan konten antisemit, namun kini berada di jaringan Pentagon dengan tingkat kerahasiaan Sangat Rahasia
.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Kepala AI Pentagon mengonfirmasi dalam berkas hukum Juni 2026 bahwa Grok AI milik Elon Musk dipakai menembakkan lebih dari 2.000 amunisi ke 2.000 target dalam 96 jam selama Operation Epic Fury melawan Iran pengakuan r...
Kepala AI Pentagon mengonfirmasi dalam berkas hukum Juni 2026 bahwa Grok AI milik Elon Musk dipakai menembakkan lebih dari 2.000 amunisi ke 2.000 target dalam 96 jam selama Operation Epic Fury melawan Iran pengakuan r... Pengungkapan ini muncul bukan dari siaran pers Pentagon, melainkan dari sebuah dokumen Departemen Kehakiman AS yang berupaya membatalkan gugatan lingkungan terhadap turbin gas tak berizin milik xAI, yang menurut pemer...
Pengungkapan ini mengaitkan peralihan cepat Pentagon dari Anthropic ke Grok, kontrak militer senilai 200 juta dolar AS, dan pertarungan hukum yang kontroversial soal polusi udara di komunitas kulit hitam.
Loading comments...
Comments
0 comments