2. Kesepakatan Damai yang Rapuh dan Belum Final
Penting untuk dicatat, perjanjian yang diumumkan pada 14-15 Juni ini hanyalah sebuah kerangka kerja sementara (provisional framework), bukanlah perjanjian damai yang mengikat secara penuh . Faktanya, Pengawal Revolusi Iran (IRGC) sempat membantah bahwa kesepakatan ini telah final
. Media The Guardian bahkan menyebutnya sebagai "kesepakatan baru AS-Iran yang ambigu" di mana "tidak ada yang dijamin"
. Upacara penandatanganan pada 19 Juni di Bürgenstock, Swiss, hanyalah awal dari negosiasi dua bulan menuju penyelesaian akhir
. Risiko kegagalan masih menghantui; ingatlah bahwa pada 1 Juni lalu, Iran sempat menunda pembicaraan damai, yang langsung mengirim Bitcoin jatuh dari level $70.000
.
3. Pertemuan The Fed (FOMC) yang Lebih Genting
Perhatian para trader kini terbagi, bahkan mungkin lebih condong ke Washington D.C. Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berlangsung 16-17 Juni ini menjadi momen krusial. Ini adalah rapat pertama Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed yang baru. Suku bunga diprediksi akan ditahan di kisaran 3,50%–3,75%, tetapi yang lebih penting adalah "dot plot" (proyeksi suku bunga ke depan) dan pernyataan resminya . Pasar justru mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga, bukan pemangkasan, sebagai skenario paling mungkin di akhir tahun
. Sikap hawkish atau pengetatan moneter jelas akan menjadi sentimen negatif bagi Bitcoin karena mengurangi likuiditas dan minat pada aset berisiko.
Comments
0 comments