Debut SpaceX di Nasdaq pada 12 Juni bukan hanya peristiwa monumental di pasar saham tradisional, tetapi juga memicu kegilaan di dunia kripto. Euforia ini didorong oleh volume perdagangan kontrak perpetual yang mencapai miliaran dolar dan peluncuran saham tokenisasi di berbagai platform. Namun, di balik angka fantastis tersebut, terselip kisah pahit bagi investor ritel yang berharap mendapatkan bagian dari kue IPO terbesar dalam sejarah ini.
Berikut adalah rincian lengkapnya:
Volume Kontrak Perpetual yang Memecahkan Rekor
Pasar derivatif kripto menjadi pusat perhatian utama selama IPO SpaceX.
- Binance SPCXUSDT langsung meroket menjadi produk dengan volume perdagangan tertinggi kedua di bursa Binance, hanya kalah dari kontrak perpetual Bitcoin. Pada 13 Juni, Binance mencatatkan volume perdagangan lebih dari $5,6 miliar hanya dalam satu jendela waktu 24 jam
. Secara keseluruhan, volume perdagangan perpetual terkait SPCX secara kumulatif di berbagai bursa melampaui $9 miliar
.
- Hyperliquid, platform perdagangan on-chain, juga merasakan dampaknya. Pasar perpetual HIP-3 mereka mencapai puncak open interest sebesar $3,2 miliar pada Juni 2026
. Beberapa investor kripto menilai bahwa episode ini membuktikan Hyperliquid sebagai "kendaraan yang lebih unggul" untuk mendapatkan eksposur ke perusahaan-perusahaan seperti SpaceX
.
- Lebih dari sekadar spekulasi, kontrak perpetual ini berperan sebagai . Beberapa hari sebelum Nasdaq dibuka, harga di kontrak perpetual ini sebagian besar telah konvergen dengan harga saham yang sebenarnya diperdagangkan. Ini memberikan para pedagang ukuran sentimen pasar yang dapat diandalkan jauh-jauh hari sebelumnya .
Comments
0 comments