Pihak klub merilis pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa Valverde dipulangkan dalam "kondisi baik" tetapi wajib beristirahat total selama 10 hingga 14 hari sesuai protokol medis . Cedera ini membuatnya harus absen di laga krusial El Clásico melawan Barcelona dan dipastikan menutup musim lebih awal
.
Sehari setelah insiden, pada 8 Mei 2026, Real Madrid mengumumkan pembukaan proses disipliner terhadap kedua pemain . Hasilnya, kedua pemain dijatuhi denda masing-masing sebesar €500.000 (sekitar Rp8,6 miliar)
.
Klub tidak memberikan sanksi olahraga berupa skorsing atau larangan bertanding, dan menyatakan bahwa denda tersebut "dengan ini menutup masalah ini" . Kedua pemain disebut telah menyatakan "penyesalan total" atas tindakan mereka
. Tak hanya itu, sebuah rapat darurat yang melibatkan eksekutif klub, staf pelatih, dan para pemain senior pun digelar untuk membahas keretakan di ruang ganti
.
Setelah hampir sebulan berlalu, Tchouaméni akhirnya buka suara untuk pertama kalinya. Berbicara di kamp pelatihan Timnas Prancis pada 31 Mei 2026, ia meluruskan berbagai spekulasi yang beredar:
Perseteruan ini bukan sekadar insiden personal, melainkan simbol dari musim 2025–2026 Real Madrid yang penuh gejolak. Untuk pertama kalinya dalam 16 tahun, Los Blancos menutup dua musim berturut-turut tanpa satu pun gelar mayor .
Media-media Spanyol melaporkan telah terjadi "kerusakan internal" dan "perpecahan yang semakin besar" di dalam ruang ganti. Bahkan, sebuah petisi daring yang ditandatangani 30 juta orang sempat viral menuntut penjualan Kylian Mbappé . Konflik Tchouaméni dan Valverde pun dianggap sebagai puncak dari disfungsi tim yang lebih luas
.