Ekonom Kepala ECB Philip Lane memperingatkan bahwa inflasi yang dipicu konflik Timur Tengah masih bergerak di dalam rantai pasok global dan 'belum sepenuhnya terasa', artinya guncangan harga akibat energi masih jauh d... ECB menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 basis poin pada 11 Juni—kenaikan pertama sejak...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did ECB Chief Economist Philip Lane warn about inflation at the Reuters NEXT Europe conference, how does the US-Iran deal reopening the. Article summary: Here is a comprehensive breakdown of the latest developments.. Topic tags: general, government, news, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "China's vice premier pledged to issue CNY 300 billion in special bonds to recapitalise financial institutions and vigorously advance local government debt resolution, alongside pla" source context "ECB chief economist Lane warns of inflation spike from US-Iran conflict | investingLive" Reference image 2: visual subject "ECB chief economist Lane warns of inflation spike from US-Iran conflict. * Prolonged conflict could lead to a "substantial spike" in
Ketika AS dan Iran mengumumkan kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik mereka dan membuka kembali Selat Hormuz pada pertengahan Juni 2026, harga minyak meluncur turun dan pasar saham melonjak. Untuk sesaat, tampaknya krisis energi terburuk telah berakhir. Namun, hanya beberapa hari kemudian di konferensi Reuters NEXT Europe, Ekonom Kepala Bank Sentral Eropa (ECB), Philip Lane, menyampaikan peringatan yang lugas: inflasi yang dipicu oleh perang masih bergerak melewati lorong-lorong ekonomi dan dampaknya belum sepenuhnya terasa .
Pesan Lane sangat jelas. Pembukaan kembali selat itu memang langkah yang diperlukan menuju normalisasi pasar energi global, tetapi langkah itu saja tidak cukup untuk menghapus inflasi yang sudah telanjur bergerak . Harga minyak mungkin telah turun sekitar 20% dari puncaknya saat perang, tetapi masih tetap tinggi di atas level sebelum krisis, dan rangkaian tekanan harga yang kini merambat melalui rantai pasok berarti bank sentral belum bisa menyatakan kemenangan
.
ECB sendiri sudah bertindak berdasarkan kekhawatiran itu. Pada 11 Juni, Dewan Gubernur menaikkan ketiga suku bunga utamanya sebesar 25 basis poin—kenaikan suku bunga pertama sejak September 2023—dan secara eksplisit mengaitkan keputusan itu dengan guncangan energi dari konflik Timur Tengah
. Suku bunga baru ini berlaku mulai 17 Juni: suku bunga deposito naik menjadi 2,25%, suku bunga refinancing utama menjadi 2,40%, dan fasilitas pinjaman marjinal menjadi 2,65%
.
ECB juga merilis proyeksi staf Eurosystem terbaru, yang menunjukkan revisi naik yang signifikan pada prospek inflasi. Inflasi utama (headline) kini diperkirakan rata-rata 3,0% pada 2026, naik dari proyeksi sebelumnya 2,6%, dan 2,3% pada 2027, naik dari 2,0%. Inflasi inti, yang mengecualikan harga energi dan makanan yang bergejolak, juga direvisi naik cukup besar menjadi 2,5% untuk tahun 2026 dan 2027, dibandingkan dengan estimasi sebelumnya masing-masing 2,3% dan 2,2%
.
Inilah inti dari argumen "antrean pipa" Lane. Guncangan langsung dari penutupan Selat Hormuz menyebabkan penurunan pasokan minyak global yang cepat dan masif, tetapi dampak inflasi penuhnya membutuhkan waktu untuk terwujud. Biaya energi yang lebih tinggi merembes ke produksi pangan, transportasi, barang manufaktur, dan akhirnya jasa. Seperti yang Lane ungkapkan dalam pidatonya di Tokyo, "bahkan jika guncangan energi awal mulai mereda, efek sekundernya akan bertahan untuk beberapa waktu" .
Survei Peramal Profesional ECB untuk kuartal kedua 2026 mendukung pandangan ini. Ekspektasi inflasi HICP utama "direvisi naik secara nyata" untuk tahun 2026 dan, pada tingkat yang lebih rendah, untuk 2027, sementara ekspektasi jangka panjang tetap terjangkar . Ini menunjukkan bahwa para peramal melihat lonjakan energi cukup persisten untuk mengangkat inflasi jangka pendek tetapi tidak begitu mengakar hingga secara permanen melepaskan jangkar ekspektasi. Ekspektasi inflasi inti juga direvisi naik dalam jangka pendek, memperkuat gagasan bahwa transmisi ke ekonomi yang lebih luas sedang berlangsung
.
Lalu, apa langkah kebijakan ECB selanjutnya? Lane dan Presiden ECB Christine Lagarde sama-sama menekankan bahwa Dewan Gubernur tidak akan mengikuti jalur yang telah ditentukan sebelumnya, tetapi akan memutuskan dari pertemuan ke pertemuan berdasarkan data yang masuk
. Namun, pernyataan keputusan Juni mencatat bahwa inflasi inti diperkirakan akan tetap di atas 2% selama seluruh cakrawala perkiraan 2026–2028—sebuah hasil yang menurut ECB tidak sesuai hanya dengan kenaikan seperempat poin sekali saja
.
Jajak pendapat ekonom menunjukkan konsensus kuat untuk pengetatan lebih lanjut. Sebuah survei Reuters terhadap 80 ekonom menemukan bahwa lebih dari 90% memperkirakan kenaikan Juni, dan langkah lanjutan pada bulan September secara luas dianggap sebagai skenario dasar . Analis di Barclays dan J.P. Morgan sebelumnya telah meramalkan hingga tiga kali kenaikan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada tahun 2026
. Ekonom Desjardins, yang mencatat revisi naik material pada perkiraan inflasi inti, juga memperkirakan setidaknya satu kenaikan lagi tahun ini
.
Sementara ECB memimpin serangan, bank sentral lain sedang mengarungi lanskap inflasi yang sama-sama digerakkan oleh energi. Komite Kebijakan Moneter Bank of England (BoE) bertemu pada 18 Juni dan hampir pasti akan menahan suku bunga acuannya di 3,75%, posisinya sejak Desember 2025
. Pada pertemuannya di bulan April, MPC memberikan suara 8–1 untuk menahan suku bunga, dengan satu anggota sudah lebih memilih kenaikan ke 4%
. Meskipun inflasi IHK Inggris turun menjadi 2,8% di bulan April, BoE memperkirakan akan naik di atas 3,5% di akhir tahun, terutama didorong oleh kenaikan harga energi
. Pasar kini memperhitungkan sekitar 50 basis poin pengetatan lebih lanjut selama 12 bulan ke depan, alih-alih pemotongan suku bunga yang diharapkan sebelum konflik Timur Tengah dimulai
.
Bukti untuk keputusan spesifik Bank Nasional Swiss (SNB) pada Juni 2026 tidak tersedia dalam kumpulan sumber saat ini. Berdasarkan pola yang lebih luas, SNB kemungkinan menghadapi tekanan ke atas dari inflasi energi impor, tetapi penilaian definitif memerlukan data yang lebih baru.
Pelajaran penting dari penampilan Lane di Reuters adalah bahwa jarak antara resolusi geopolitik dan normalisasi ekonomi itu lebar. Para analis memperingatkan bahwa mungkin perlu waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan agar pengiriman melalui Selat Hormuz sepenuhnya pulih, dan minyak yang sudah dalam perjalanan sebelum perang akan membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk mencapai pasar akhir
. Keterlambatan itu berarti data inflasi dalam beberapa bulan mendatang akan terus mencerminkan guncangan energi yang telah terjadi, bahkan jika harga minyak utama semakin mereda.
Bagi rumah tangga dan bisnis di seluruh Eropa, ini berarti rentang waktu harga tinggi yang lebih panjang. Bagi ECB, ini berarti perjuangan melawan inflasi masih jauh dari selesai—dan kenaikan suku bunga lebih lanjut tetap ada di atas meja.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Ekonom Kepala ECB Philip Lane memperingatkan bahwa inflasi yang dipicu konflik Timur Tengah masih bergerak di dalam rantai pasok global dan 'belum sepenuhnya terasa', artinya guncangan harga akibat energi masih jauh d...
Ekonom Kepala ECB Philip Lane memperingatkan bahwa inflasi yang dipicu konflik Timur Tengah masih bergerak di dalam rantai pasok global dan 'belum sepenuhnya terasa', artinya guncangan harga akibat energi masih jauh d... ECB menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 basis poin pada 11 Juni—kenaikan pertama sejak 2023—dan secara tajam meningkatkan proyeksi inflasinya, kini memperkirakan inflasi utama rata rata 3,0% pada 2026, naik...
Dengan proyeksi inflasi inti yang juga direvisi naik, pasar dan jajak pendapat ekonom mengarah pada setidaknya satu kenaikan suku bunga ECB lagi pada bulan September, sementara Bank of England untuk saat ini bertahan...
Loading comments...
Comments
0 comments