Dengan kesepakatan damai ini, pasar bernapas lega. Ketakutan akan inflasi mereda, dan investor pun kembali berselera pada aset berisiko seperti saham. Hasilnya spektakuler:
Hampir bersamaan dengan kabar damai, saham SpaceX, perusahaan roket dan satelit milik Elon Musk, memasuki hari kedua perdagangannya di bursa Nasdaq dengan gebrakan luar biasa. Setelah melonjak 19% pada debutnya, saham SpaceX kembali meroket 20% pada 15 Juni .
Ini bukan IPO biasa. Pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) SpaceX telah memecahkan rekor sebagai yang terbesar dalam sejarah Wall Street, mengumpulkan dana $75 miliar dengan harga penawaran $135 per saham .
Lonjakan Dahsyat Saham SpaceX:
Tanpa diragukan, Elon Musk adalah bintang utama dari peristiwa ini. Kekayaan bersihnya melonjak lebih dari 10% dalam sehari, mencapai angka fantastis sekitar $1,27 triliun (sekitar Rp 20.800 triliun) . Lonjakan ini hampir seluruhnya didorong oleh kepemilikan sahamnya yang sangat besar di SpaceX, sekitar 42%, yang nilainya meroket seiring dengan reli saham perusahaan tersebut. Posisinya sebagai orang terkaya di dunia kini semakin tak tergoyahkan.
Di luar Musk, para pemegang saham utama perusahaan teknologi besar AS juga meraup keuntungan kertas yang sangat besar. Reli Nasdaq yang mencapai 3% pada hari itu memberikan dorongan signifikan pada kekayaan para pendiri dan investor di sektor ini .
Menariknya, tidak semua sektor ikut berpesta. Kabar perdamaian dan pembukaan Selat Hormuz justru menjadi katalis negatif bagi sektor energi fosil. Harga saham perusahaan minyak dan gas cenderung tertekan seiring jatuhnya harga minyak, yang menyebabkan "kompresi" kekayaan bagi para taipan di sektor ini .
Rekor baru ini bukan sekadar angka statistik. Ini adalah puncak dari tren jangka panjang yang mengkhawatirkan:
Comments
0 comments