Sebuah pernyataan tegas dari Kepala Kedaulatan Teknologi Uni Eropa, Henna Virkkunen, mewakili sikap resmi: "Eropa tidak menimbulkan 'ancaman keamanan' bagi Amerika Serikat. Eropa mewakili peluang ekonomi, bukan ancaman keamanan. Kami adalah dan akan tetap menjadi mitra tepercaya" . Komisi Eropa secara resmi "menilai implikasi" dari kontrol ekspor ini dan secara eksplisit memperingatkan bahwa langkah-langkah semacam itu "tidak boleh diskriminatif"
.
Dampak praktisnya langsung terasa. Arahan tersebut tidak hanya memengaruhi pelanggan eksternal; tetapi juga memblokir karyawan berkewarganegaraan asing milik Anthropic sendiri di AS untuk bekerja pada model tersebut, yang secara efektif memaksa penonaktifan global untuk memastikan kepatuhan .
Insiden ini telah disambut dengan kekhawatiran di seluruh ibu kota Eropa, yang dibingkai sebagai "panggilan untuk bangkit" yang mengekspos kerentanan Eropa terhadap infrastruktur AI yang dikendalikan AS.
Urgensi politik yang diciptakan oleh penonaktifan ini telah memberikan napas baru bagi rencana kedaulatan teknologi Eropa yang sudah ada sebelumnya. Cloud and AI Development Act (CADA), sebuah landasan dari Rencana Aksi Benua AI yang diumumkan Komisi hanya beberapa hari sebelum insiden Anthropic, kini sedang dipercepat sebagai penangkal langsung .
Meskipun Komisi telah menyatakan akan berupaya untuk "mengintensifkan" dialog teknis dengan AS mengenai model AI canggih—terutama yang memiliki kemampuan siber—defisit kepercayaan sudah jelas . Insiden ini telah mengkristalkan konsensus bahwa otonomi teknis bukan lagi aspirasi jangka panjang, melainkan kebutuhan yang mendesak.
Paket Kedaulatan Teknologi Eropa, yang disajikan pada 3 Juni 2026, yang menggabungkan CADA dengan Chips Act 2.0, kini mendapatkan dukungan politik yang kuat . Pesan dari Brussels tidak dapat disalahpahami: Eropa akan tetap menjadi mitra tepercaya, tetapi tidak akan lagi menjadi pengguna yang terikat pada teknologi yang tidak dapat dikendalikannya.