Di bawah perjanjian jangka panjang ini, AT&S akan memasok substrat IC kelas atas (high-end IC substrates) yang menjadi komponen vital dalam chip untuk kecerdasan buatan (AI) dan komputasi performa tinggi (HPC).
Untuk memenuhi permintaan yang meledak, AT&S mengumumkan rencana investasi total senilai €1,5 miliar hingga €2,0 miliar (sekitar Rp25,1 triliun hingga Rp33,5 triliun). Ekspansi besar-besaran ini akan terfokus di dua lokasi:
Dari total investasi itu, belanja modal (capital expenditure) yang dialokasikan khusus untuk ekspansi ini mencapai €1,0–1,2 miliar, dan perusahaan memperkirakan akan menghasilkan arus kas bebas operasi yang sangat positif dari langkah ini.
Inilah yang paling mengejutkan pasar. AT&S merevisi habis panduan keuangannya ke level yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya:
CEO AT&S, Dr. Michael Mertin, dan jajarannya melihat ini sebagai langkah esensial untuk mengamankan posisi di rantai pasok semikonduktor global. Rasionalisasinya jelas:
Bagi investor yang mengharapkan manisnya dividen, ini mungkin menjadi satu-satunya catatan minor dari berita besar ini. Andreas Mertin dengan tegas menyatakan bahwa AT&S tidak akan membagikan dividen untuk tahun fiskal 2024/25 dan juga akan kembali melewatkan pembagian dividen untuk FY 2025/26. Keputusan ini diambil oleh dewan manajemen karena dua alasan utama: