Ambisi Meta untuk menempatkan mesin pengenal wajah di dalam kacamata pintarnya bukan lagi sekadar spekulasi. Sebuah investigasi oleh WIRED pada Juni 2026 mengungkap bahwa perusahaan telah diam-diam mengirimkan sistem identifikasi wajah yang lengkap, meski dalam kondisi tidak aktif, ke lebih dari 50 juta ponsel pintar melalui aplikasi pendamping Meta AI yang dipasangkan dengan kacamata Ray-Ban dan Oakley . Penemuan ini memicu reaksi keras yang cepat dan multi-front yang memaksa Meta untuk menghapus kode tersebut dalam hitungan hari dan mengungkap kampanye oposisi yang luas dari kelompok kebebasan sipil.
Di dalam aplikasi Meta AI untuk Android (paket com.facebook.stella, versi 273.0.0.21), seorang pengembang independen menemukan seluruh infrastruktur komputasi dan penyimpanan untuk pengenalan wajah di perangkat . Sistem yang secara internal disebut NameTag, bukanlah sebuah prototipe longgar: sistem ini mencakup tiga model AI (satu untuk deteksi wajah, satu untuk memotong wajah dari gambar, dan satu lagi yang mengubah potongan wajah menjadi pengenal biometrik yang disebut faceprints), skema basis data lokal, dan indeks vektor kemiripan kosinus yang didimensiakan agar sesuai dengan model untuk pencocokan langsung
.
Komponen inti telah ditambahkan secara bertahap ke versi aplikasi yang sudah beredar setidaknya sejak Januari 2026 . Cooper Quintin dari Threat Lab EFF, yang meninjau kode tersebut untuk WIRED, menggambarkannya sebagai "hampir siap digunakan"
. Jika diaktifkan, NameTag dapat memberi tahu pemakai kacamata setiap kali kamera mendeteksi wajah yang pernah dicatat oleh pengguna sebelumnya. Meta menghapus pustaka pengenalan wajah tersebut dalam pembaruan aplikasi pada atau sekitar 5 Juni 2026—satu hari setelah berita WIRED mencuat
.
Sepanjang periode ini, Meta menyatakan bahwa upaya ini masih bersifat eksplorasi. Juru bicara Andy Stone mengatakan kepada WIRED bahwa "belum ada keputusan akhir yang dibuat tentang apa yang harus dilakukan di sini, jika memang ada" . Perwakilan perusahaan berulang kali menekankan bahwa fitur tersebut tidak diaktifkan untuk konsumen dan belum ada fitur pengenalan wajah yang secara resmi dikirimkan kepada pengguna
.
Sikap ini sangat kontras dengan kenyataan teknis dan laporan internal yang ada. The New York Times melaporkan pada Februari 2026 bahwa Meta bermaksud menambahkan pengenalan wajah ke kacamata pintarnya "berpotensi secepatnya tahun ini," mengutip empat sumber yang mengetahui rencana tersebut . Sebuah surat dari Senator Ed Markey kemudian menuduh Meta berencana merilis teknologi tersebut "pada saat terjadi distraksi politik untuk menghindari pengawasan ketat"
.
Sejumlah laporan menyebutkan kemungkinan kolaborasi dengan Rank One Computing, penyedia biometrik terdaftar di Nasdaq, berperingkat NIST, dan "100% buatan Amerika" yang dewannya mencakup mantan wakil direktur CIA dan mantan kepala sains FBI. Tidak ada bukti bersumber yang dapat ditemukan dalam dokumen yang tersedia atau dari tinjauan kode WIRED untuk mengonfirmasi secara langsung bahwa Rank One Computing menyediakan teknologi atau layanan untuk sistem NameTag Meta atau jalur pengenalan wajah kacamata pintarnya.
Penelusuran ini mengonfirmasi pekerjaan Meta yang terpisah dan terkait pertahanan dengan Anduril untuk prototipe headset realitas campuran Angkatan Darat AS di bawah program Soldier Borne Mission Command (SBMC) . Kemitraan itu berbeda dari upaya NameTag yang berfokus pada konsumen dan tidak membangun kaitan dengan Rank One Computing. Klaim apa pun tentang koneksi Rank One Computing–Meta untuk NameTag tetap tidak terverifikasi hingga tulisan ini dibuat dan memerlukan sumber langsung.
Tekanan paling kuat dan terpadu datang dari sebuah surat terbuka yang diterbitkan pada April 2026. Dipimpin oleh ACLU, ACLU Massachusetts, dan New York Civil Liberties Union, lebih dari 75 organisasi hak sipil dan advokasi menandatangani surat kepada Mark Zuckerberg yang menuntut Meta segera meninggalkan rencana tersebut . Koalisi tersebut menulis bahwa melengkapi kacamata pintar Ray-Ban dan Oakley dengan pengenalan wajah "adalah garis merah yang tidak boleh dilintasi masyarakat" dan menyebut teknologi tersebut sebagai "ancaman yang tidak dapat diterima terhadap privasi dan kebebasan"
.
Para penandatangan mencakup kelompok kebebasan sipil, advokat kekerasan dalam rumah tangga, organisasi hak reproduksi, serikat pekerja, dan kelompok hak imigran—termasuk EFF, Fight for the Future, Electronic Privacy Information Center (EPIC), GLAAD, National Employment Law Project, dan puluhan afiliasi ACLU negara bagian . EPIC secara terpisah mendesak Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) untuk memblokir fitur tersebut
.
Senator Ed Markey memperkuat tekanan ini dengan suratnya sendiri kepada Meta pada Mei 2026, memperingatkan bahwa perusahaan tampaknya merencanakan peluncuran yang waktunya diatur untuk menghindari pengawasan . ACLU kemudian menjalankan kampanye "Eyewear, Not Spywear" (Kacamata, Bukan Alat Mata-mata) untuk memobilisasi tekanan publik
.
Pada pertengahan Juni 2026, kode NameTag telah hilang dari aplikasi Meta AI untuk publik. EFF menyebut penghapusan itu sebagai "kemenangan" setelah tekanan publik yang cepat . Namun, realitas teknis yang mendasarinya tetap signifikan: Meta memiliki kemampuan untuk melakukan pengenalan wajah secara real-time di perangkat, telah menyebarkannya secara diam-diam ke jutaan perangkat, dan telah menjalani proses peluncuran selama berbulan-bulan sebelum publik mengetahuinya.
Meta belum berkomitmen untuk meninggalkan fitur tersebut secara permanen. Pernyataan perusahaan terus menggambarkannya sebagai bagian dari eksplorasi yang terbuka . Infrastrukturnya telah ditarik, tetapi pengetahuan teknis, model, dan niat organisasi kini menjadi bagian dari catatan publik. Pertanyaan bagi para regulator, kelompok hak asasi, dan publik adalah apakah ini merupakan kemunduran terakhir—atau hanya jeda sementara.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Meta membangun dan menanamkan sistem pengenalan wajah yang 'tertidur' bernama NameTag di aplikasi pendamping Meta AI.
Meta membangun dan menanamkan sistem pengenalan wajah yang 'tertidur' bernama NameTag di aplikasi pendamping Meta AI. Lebih dari 75 organisasi hak sipil yang dipimpin ACLU menyebut rencana melengkapi kacamata pintar Ray Ban dan Oakley dengan pengenalan wajah sebagai 'garis merah yang tidak boleh dilintasi masyarakat' dan mendesak pen...
Hingga kini, tidak ada bukti publik yang diverifikasi secara langsung mengonfirmasi kolaborasi dengan Rank One Computing untuk NameTag, namun kemitraan pertahanan dan biometrik Meta yang lebih luas, termasuk kerja sam...