Dolar AS jatuh ke posisi terendah dalam 10 hari pada sesi perdagangan awal Asia, Senin pagi . Ada beberapa alasan di balik pelemahan ini:
Salah satu dampak paling langsung adalah anjloknya harga minyak. Kontrak minyak mentah AS (West Texas Intermediate) jatuh lebih dari 4%, menghilangkan premi risiko yang sebelumnya muncul akibat ketegangan di Selat Hormuz . Meskipun demikian, perusahaan minyak Uni Emirat Arab, ADNOC, memberikan catatan penting: pemulihan penuh lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz mungkin baru akan terjadi pada kuartal pertama atau kedua tahun 2027 . Ini menyisakan sedikit ketidakpastian pasokan, namun tidak cukup untuk menahan penurunan harga yang signifikan.
Berlawanan dengan logika klasik di mana emas biasanya naik saat konflik memanas, kali ini emas justru melonjak karena alasan yang berbeda. Harga emas spot melesat 2-2,7%, menyentuh level tertinggi sejak 9 Juni di $4.304-$4.334 per ons . Logikanya adalah sebagai berikut:
Pasar saham menyambut positif kabar damai ini. Di sesi pra-pasar Asia, S&P 500 futures menanjak sekitar 0,8% dan Nasdaq 100 futures melonjak 1,2%, memberikan sinyal positif bagi bursa-bursa di Asia . Pasar ekuitas di Asia dan surat utang negara-negara di kawasan juga ikut menguat . Pemicunya adalah asumsi bahwa de-eskalasi konflik akan mengurangi risiko resesi global dan menekan inflasi, menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.
Di tengah euforia pasar, sebuah peristiwa gejolak terjadi: Pada hari yang sama (Minggu, 14 Juni), Israel melancarkan serangan udara ke pinggiran selatan Beirut, menargetkan pusat komando Hizbullah . Setidaknya 3 orang tewas dan 15 lainnya luka-luka . Ini menjadi ujian krusial bagi perjanjian AS-Iran karena salah satu poinnya adalah "penghentian operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon" . Israel, yang bukan penandatangan, melanjutkan aksi militernya terhadap kelompok yang didukung Iran, sehingga berpotensi mengancam keberlangsungan gencatan senjata yang baru saja disepakati.
Meski pasar bergairah, ada beberapa risiko besar yang perlu diwaspadai: