Pakistan, yang memainkan peran sebagai penengah utama, mengumumkan bahwa upacara penandatanganan resmi akan digelar di Swiss pada 19 Juni 2026. Kesepakatan ini diharapkan akan dikenang sebagai "Pakta Islamabad".
Kesepakatan ini disusun sebagai Nota Kesepahaman (MoU). Berdasarkan laporan dari berbagai pejabat AS dan Iran, berikut poin-poin penting yang masuk dalam draf:
Menjelang pengumuman, terjadi kebingungan yang cukup signifikan. Sehari sebelumnya, pada 13 Juni, Kementerian Luar Negeri Iran secara terbuka meragukan garis waktu Trump, dengan menyatakan bahwa Teheran belum mengonfirmasi penandatanganan untuk hari Minggu. Kantor berita negara Iran, IRNA, menggambarkan MoU tersebut sebagai "pada dasarnya telah sampai pada tahap akhir" namun mencatat masih ada isu yang belum terselesaikan. Bahkan setelah pengumuman Sharif, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran secara terpisah mengonfirmasi berakhirnya operasi militer dan blokade laut, tetapi menekankan bahwa pembicaraan tentang program nuklir Iran akan dimulai nanti. Para negosiator Qatar dilaporkan terbang ke Teheran untuk membantu memfinalisasi teks.
Kabar ini langsung menggetarkan pasar energi global. Prospek kembali normalnya pengiriman melalui Selat Hormuz memicu aksi jual besar-besaran:
Catatan: Teks lengkap MoU belum dirilis ke publik. Detail-detail kunci seperti mekanisme pembebasan aset dan jadwal pembongkaran nuklir masih menunggu konfirmasi dari semua pihak. Negosiasi nuklir Iran dijadwalkan akan dimulai setelah kesepakatan interim awal ini berlaku.