Dari 15 staf delegasi Iran yang ditolak visanya, hanya 4 yang lolos dalam banding; 11 orang termasuk dokter tim dan penasihat senior tetap dilarang masuk AS. Iran menuduh AS melakukan 'perilaku pendendam' dan 'perlakuan diskriminatif', menyebut penolakan ini sebagai campur tangan politik terang terangan dalam olahraga.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What are the key details of the U.S. visa denials affecting Iran's World Cup delegation, including the number of successful and rejected app. Article summary: Here is a comprehensive breakdown of the U.S.. Topic tags: general web, workflow, security, benchmarks, health. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Iran's players take part in a training session during the 2026 World Cup football tournament at the Centro Xoloitzcuintle in Tijuana, Mexico. Iran's World Cup squad changed their b" source context "World Cup 2026: Iran win four visa appeals but 11 staff still banned - BBC Sport" Reference image 2: visual subject "Iran's players take part in a training session during the 2026 World Cup football tournament at the Centro Xoloitzcuintle in Tijuana, Mexico" source context "W
Bara gesekan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kembali membara, kali ini merembet ke panggung sepak bola dunia. Menjelang kick-off Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Utara, serangkaian penolakan visa oleh otoritas AS memicu krisis kepercayaan dan tuduhan politisasi olahraga.
Kisruh ini bermula ketika 15 anggota staf kunci Tim Nasional Iran ditolak permohonan visa AS-nya . Setelah proses banding yang menegangkan, hanya empat orang yang berhasil memenangkan banding dan diizinkan masuk ke Amerika Serikat. Sebaliknya, 11 staf masih dilarang bepergian untuk mendampingi tim di laga-laga krusial
.
Beberapa nama penting yang tetap tidak bisa melangkahkan kaki ke AS adalah Morteza Mohammadi (kepala komite tim nasional), Saeed Salehi (anggota dewan federasi), Hassan Kamranfar (dokter tim), dan Mohammad Reza Saket (penasihat senior) . Situasi ini memangkas habis struktur pendukung Tim Melli, membuat mereka harus bertarung tanpa awak teknis dan manajerial yang lengkap.
Bagi Iran, penolakan visa ini bukan sekadar soal administrasi. Federasi Sepak Bola Iran mengecam keras apa yang mereka sebut sebagai "perilaku pendendam" dan "perlakuan diskriminatif" dari Washington . Kedutaan Besar Iran di Turki bahkan melontarkan kritik pedas di media sosial, mempertanyakan mengapa AS hanya memberitakan bahwa visa pemain sudah terbit, tetapi bungkam soal penolakan terhadap "sebagian besar" staf pendukung
.
Utusan AS Tom Barrack sebelumnya menyatakan bahwa visa telah diberikan, namun pernyataan itu langsung ditepis oleh pihak Iran . Perselisihan ini tidak terjadi di ruang hampa. Ia bertumpuk di atas gunung es permusuhan AS-Iran yang sudah memanas, lengkap dengan sanksi ekonomi dan ketegangan militer
.
Pemerintahan AS bergeming. Andrew Giuliani, Kepala Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, secara terbuka membela penolakan visa tersebut dengan alasan keamanan dan proses pemeriksaan yang ketat .
Kericuhan tak berhenti di meja visa. Hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai, federasi Iran mengklaim bahwa FIFA telah mencabut seluruh alokasi tiket untuk suporter Iran di tiga pertandingan babak grup . Ketiga laga itu adalah melawan Selandia Baru (15 Juni) dan Belgia (21 Juni) di Los Angeles, serta melawan Mesir (26 Juni) di Seattle
. Ribuan penggemar yang sudah membeli tiket pesawat dan hotel pun terkatung-katung. Iran menyebutnya sebagai keputusan untuk "menyabotase" partisipasi penggemar mereka
. FIFA sendiri menyatakan sedang berupaya "memaksimalkan kesempatan bagi penggemar Iran untuk menghadiri pertandingan"
.
Di sisi lain, dunia juga dikejutkan oleh kasus wasit asal Somalia, Omar Artan. Pria berusia 34 tahun yang digadang-gadang menjadi wasit pertama Somalia dalam sejarah Piala Dunia itu ditolak masuk oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS setibanya di Bandara Internasional Miami. Ironisnya, ia sudah memegang visa yang sah dan paspor diplomatik, namun tetap dideportasi karena "masalah pemeriksaan keamanan" . FIFA pun terpaksa mencoretnya dari daftar wasit
. Kepulangannya ke Somalia disambut bagai pahlawan
.
Meskipun para pemain timnas Iran telah mendapatkan visa dan tiba di Meksiko untuk pemusatan latihan , ketiadaan 11 staf kunci jelas memukul logistik dan strategi tim. Operasional delegasi menjadi timpang karena kehilangan sebagian besar struktur pendukungnya
. Para pemain pun mengaku "kesal" dengan situasi ini
. Tim telah berlatih keras selama tiga minggu di Turki sambil menanti kepastian visa yang tak kunjung jelas
.
Piala Dunia 2026 yang seharusnya menjadi pesta sepak bola, kini diwarnai oleh dugaan campur tangan politik dan aturan keamanan yang kelewat ketat. Bagi Iran dan Somalia, impian tampil di panggung tertinggi sepak bola harus tergadai oleh ketegangan yang jauh melampaui lapangan hijau.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Dari 15 staf delegasi Iran yang ditolak visanya, hanya 4 yang lolos dalam banding; 11 orang termasuk dokter tim dan penasihat senior tetap dilarang masuk AS.
Dari 15 staf delegasi Iran yang ditolak visanya, hanya 4 yang lolos dalam banding; 11 orang termasuk dokter tim dan penasihat senior tetap dilarang masuk AS. Iran menuduh AS melakukan 'perilaku pendendam' dan 'perlakuan diskriminatif', menyebut penolakan ini sebagai campur tangan politik terang terangan dalam olahraga.
Wasit asal Somalia, Omar Artan, dideportasi setibanya di Miami meski sudah pegang visa dan paspor diplomatik.