FIA mengembalikan posisi ketiga Pierre Gasly di Monaco setelah ditemukan kesalahan 77 sentimeter dalam pengukuran jarak pit lane, yang menghasilkan pelanggaran 'hantu'; McLaren dan Red Bull langsung mengajukan banding... McLaren dan Red Bull menilai pembalikan keputusan itu tidak adil dan berupaya melindungi posisi...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is the multi-team dispute over Pierre Gasly's reinstated Monaco Grand Prix podium, including the FIA's measurement error that led to th. Article summary: Pierre Gasly was reinstated to third place in the Monaco Grand Prix after Alpine successfully proved that the FIA's timing system erroneously flagged him for speeding in the pit lane, triggering a multi-team dispute as M. Topic tags: general, news, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "## Gasly is reinstated in third place in the F1 Monaco Grand Prix results as Alpine wins its right of review case. The FIA Formula 1 stewards have upheld Alpine's appeal against th" source context "FIA stewards overturn Pierre Gasly's penalties, restore Monaco GP ..." Reference image 2: visual subject "# Ga
Sebuah kesalahan pengukuran yang lebih kecil dari ukuran velg mobil telah menjerumuskan Formula 1 ke dalam sengketa hukum multi-tim, merampas podium perdana dari satu pembalap dan mengembalikan trofi yang hilang ke pembalap lain. Pada 12 Juni, lima hari setelah bendera finis berkibar di Monte Carlo, FIA mengembalikan posisi ketiga kepada pembalap Alpine, Pierre Gasly. Keputusan luar biasa dari badan pengatur ini mengonfirmasi apa yang telah diperdebatkan oleh Alpine sepanjang pekan: sistem pencatat waktu resmi telah salah menghitung jarak pit lane hanya sebesar 77 sentimeter, menghasilkan pelanggaran kecepatan 'hantu' dan penalti yang tidak valid .
Apa yang seharusnya menjadi koreksi sederhana justru memecah belah paddock. Dalam waktu satu jam setelah pengumuman FIA, McLaren mengajukan pemberitahuan resmi niat untuk mengajukan banding atas pengembalian podium itu, segera diikuti oleh Red Bull . Mercedes, yang belum mengajukan banding, mulai mempertimbangkan opsi hukumnya. Prinsipal tim Toto Wolff menyatakan bahwa pengacaranya sedang mencari "obat" (remedies) untuk George Russell, yang finis di posisi ke-12 setelah serangkaian penalti yang terkait dengan loop yang sama
. Keputusan ini telah berubah menjadi krisis regulasi yang mungkin butuh waktu berminggu-minggu untuk diselesaikan.
Kontroversi ini bermula dari cara FIA menegakkan batas kecepatan di pit lane. Loop pencatat waktu yang tertanam di permukaan lintasan mengukur waktu yang dibutuhkan sebuah mobil untuk menempuh jarak tetap yang telah diketahui. Jika sebuah mobil menempuh jarak itu terlalu cepat, ia dianggap melaju kencang. Di Monaco, Formula One Management (FOM) telah menetapkan jarak referensi di pit lane sekitar 310 meter. Namun, pemindaian LIDAR pasca-balapan yang diminta oleh Alpine mengungkapkan bahwa garis balap terpendek yang layak melalui pit lane ternyata 77 sentimeter lebih pendek dari jarak resmi yang diprogram ke dalam sistem .
Selisih sekecil itu sudah cukup untuk membuat putaran yang sah tampak seperti pelanggaran. Gasly ditandai dua kali karena melebihi batas 60 km/jam, dinilai hanya lebih cepat 0,1 km/jam dan 0,4 km/jam pada dua kali masuk pit yang berbeda. Ia mendapat dua penalti waktu lima detik yang jika digabung menjatuhkannya dari posisi ketiga saat finis ke posisi ketujuh dalam klasemen sementara . Tinjauan telemetri Alpine menunjukkan bahwa ia telah meninggalkan margin keamanan standar dan sebenarnya tidak pernah melanggar batas kecepatan sama sekali. Para steward menerima ini sebagai "elemen baru yang signifikan dan relevan" dan dengan suara bulat mencabut penalti tersebut
.
Lima pembalap dihukum karena melaju kencang di pit lane dalam balapan yang sama: Pierre Gasly, Oscar Piastri, George Russell, Lewis Hamilton, dan Franco Colapinto dari Alpine. Semuanya diproses oleh loop pencatat waktu yang sama yang terbukti rusak .
McLaren dan Red Bull sama-sama menggunakan hak mereka berdasarkan Pasal 15.4 dari Kode Olahraga Internasional FIA untuk memberitahukan niat mereka mengajukan banding dalam waktu satu jam setelah keputusan steward . Ini bukanlah banding resmi; langkah ini memberi kedua tim waktu 96 jam untuk memeriksa laporan lengkap steward dan memutuskan apakah akan melanjutkan proses tersebut
.
Posisi McLaren terkait dengan Oscar Piastri. Pembalap Australia itu menerima penalti lima detik untuk pelanggaran yang sama selama balapan dan menjalaninya saat pit stop. Argumen McLaren bersifat prosedural: jika bukti menunjukkan bahwa pengukuran kecepatan itu sendiri rusak untuk semua pembalap, maka setiap penalti dari sesi itu secara logis harus diteliti bersama-sama—bukan hanya yang merugikan podium Alpine .
Kepentingan Red Bull lebih langsung. Isack Hadjar telah melintasi garis finis di posisi kelima di lintasan, tetapi naik ke posisi ketiga sementara setelah penalti pasca-balapan diterapkan pada Gasly dan pembalap lain. Tim itu lolos dari investigasi bendera merah yang terpisah dan tidak terkait pada malam yang sama, dan pembalap Prancis itu merayakan apa yang tampak sebagai podium F1 pertamanya . Pengembalian posisi Gasly menjatuhkan Hadjar ke posisi keempat, merampas hasil itu lima hari kemudian
.
Mercedes tidak mengambil langkah prosedural langsung tetapi meningkatkan situasi secara publik. Toto Wolff mengatakan timnya telah menghubungi departemen hukumnya, meminta FIA untuk menilai "obat" apa yang mungkin ada untuk George Russell. Russell terkena penalti lima detik karena melaju kencang di pit lane, kemudian menerima penalti drive-through karena gagal menjalankan penalti awal dengan benar—sebuah sanksi berlapis yang menjatuhkannya ke P12 dan membuatnya tanpa poin . Karena akar masalahnya adalah kesalahan pengukuran yang sama yang membebaskan Gasly, Wolff berpendapat bahwa Russell dihukum secara tidak adil
.
Laporan yang dipublikasikan selama akhir pekan balapan yang meliput proses banding tidak menyebutkan Williams mengajukan pemberitahuan banding apa pun atau mengambil posisi resmi dalam sengketa ini, menunjukkan bahwa tim tersebut saat ini tidak terlibat dalam pertarungan hukum ini.
Konsekuensinya menerpa tiga pembalap dengan kepentingan yang sangat berbeda.
Isack Hadjar adalah yang paling terlihat terkena dampaknya. Sebagai pembalap junior Red Bull yang mendapatkan kursinya selama musim dingin, Hadjar telah selamat dari sidang terpisah pasca-balapan tentang kemungkinan pengerjaan mobil saat bendera merah dan sempat memegang apa yang akan menjadi podium bersejarah bagi karier mudanya . Pengembalian posisi Gasly menghapusnya. Hadjar mengatakan sebelum keputusan itu bahwa dia "tidak akan terlalu kecewa" jika hasilnya dikoreksi, tetapi kehilangan ini signifikan untuk posisi klasemen dan reputasinya
.
Oscar Piastri berada di pusat argumen McLaren. Tim itu tidak meminta penalti individu Piastri ditinjau secara terpisah—sebaliknya, mereka ingin seluruh klasemen disesuaikan secara konsisten jika para steward menerima bahwa data waktu tidak valid secara keseluruhan . Piastri sebelumnya telah memperingatkan FIA bahwa "kamu tidak dapat mengubah hasil" dari balapan yang telah selesai beberapa hari sebelumnya, sebuah pandangan yang kini secara langsung ditentang oleh keberhasilan Alpine
.
George Russell menderita efek berantai yang paling parah. Penalti drive-through-nya berarti ia kehilangan lebih banyak posisi finis daripada pembalap lain yang dihukum, mengubah potensi perolehan poin menjadi P12. Posisi Mercedes adalah bahwa jika penalti Gasly batal karena metode pengukurannya cacat, maka urutan penalti yang menghancurkan balapan Russell dibangun di atas fondasi cacat yang sama .
McLaren dan Red Bull memiliki waktu hingga hari Selasa setelah seri berikutnya di sirkuit Barcelona-Catalunya untuk meresmikan banding mereka . Jika salah satu tim melanjutkan, kasus ini akan dibawa ke Pengadilan Banding Internasional FIA—sebuah langkah yang bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk disimpulkan. Banding yang berhasil dapat membatalkan podium lagi atau, yang lebih signifikan, memaksa FIA untuk membuka kembali setiap penalti yang berasal dari loop waktu Monaco yang salah. Alpine telah mengindikasikan akan melawan banding apa pun dari para pesaingnya
.
Sengketa ini telah merusak kepercayaan pada infrastruktur pengawasan olahraga ini. Penyedia waktu F1, Formula One Management, memasok telemetri yang memicu penalti sekaligus bukti LIDAR yang membuktikannya salah—sebuah konflik yang diyakini beberapa tim menimbulkan pertanyaan tata kelola yang lebih luas . Untuk saat ini, Gasly tetap berada di posisi ketiga dalam hasil resmi, tetapi trofinya berada di tanah yang belum stabil.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
FIA mengembalikan posisi ketiga Pierre Gasly di Monaco setelah ditemukan kesalahan 77 sentimeter dalam pengukuran jarak pit lane, yang menghasilkan pelanggaran 'hantu'; McLaren dan Red Bull langsung mengajukan banding...
FIA mengembalikan posisi ketiga Pierre Gasly di Monaco setelah ditemukan kesalahan 77 sentimeter dalam pengukuran jarak pit lane, yang menghasilkan pelanggaran 'hantu'; McLaren dan Red Bull langsung mengajukan banding... McLaren dan Red Bull menilai pembalikan keputusan itu tidak adil dan berupaya melindungi posisi Oscar Piastri dan Isack Hadjar, sementara Mercedes menuntut 'obat' atas hancurnya balapan George Russell akibat kelemahan...
Jika banding berhasil, keputusan FIA bisa dibatalkan lagi atau meluas menjadi peninjauan ulang semua penalti yang menimpa lima pembalap akibat loop timing yang rusak tersebut [8][15].