Koreksi angka: Investor Jepang hanya kebagian jatah $2,2 miliar (sekitar Rp35 triliun), bukan $6,2 miliar (Rp100 triliun) seperti yang ramai diberitakan [4][7]. Angka $2,5 miliar adalah target penggalangan dana yang dinaikkan 25% dari $2 miliar karena permintaan ritel yang melonjak, bukan realisasi akhir [5][6].

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What drove the $6.2 billion Japanese investor demand for SpaceX's record-breaking $75 billion IPO, how many shares did Japanese investors ul. Article summary: **Correction on the headline figure:** The available evidence shows Japanese investors accounted for **$2.2 billion** (not $6.2 billion) of the SpaceX IPO. NewsBytes and TNW both report the final figure at $2.2 billion f. Topic tags: general, news, general web, user generated, government. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Based on the company's target, Japanese investors will account for about 3% of the total fundraising and likely a bigger slice of the retail" source context "Japan's Retail Investors Flock to SpaceX After IPO Drought | Financial Post" Reference image 2: visual subject "SpaceX raised $75 billion
Kabar soal investor Jepang yang memborong saham SpaceX dalam IPO-nya langsung memantik rasa penasaran. Banyak yang mengira duit yang masuk mencapai $6,2 miliar atau hampir Rp100 triliun. Tapi, setelah kita sisir data dari berbagai sumber, ceritanya tidak seheboh itu.
Koreksi Angka: $2,2 Miliar, Bukan $6,2 Miliar
Angka final yang tercatat dalam dokumen resmi regulator menunjukkan bahwa investor Jepang mengamankan sekitar 16,3 juta lembar saham SpaceX senilai $2,2 miliar, atau kira-kira 3% dari total penawaran saham global yang mencapai $75 miliar .
Dari mana asal-usul angka $6,2 miliar itu? Reuters melaporkan bahwa permintaan dari Jepang memang sempat membeludak hingga lebih dari 1 triliun yen ($6,2 miliar), terutama dari investor ritel . Namun, karena IPO ini kelebihan peminat (oversubscribed) secara global, alokasi akhir yang mereka terima jauh lebih kecil. Sebelumnya, target penggalangan dana dari Jepang sudah dinaikkan 25% dari $2 miliar menjadi $2,5 miliar, tapi realisasi akhirnya tetap di angka $2,2 miliar
.
Jawabannya sederhana: mereka sudah lama 'puasa' IPO besar. Sejak SoftBank Corp. melantai di bursa pada 2018, Jepang belum pernah lagi melihat penawaran saham perdana sebesar ini . Padahal, dana menganggur rumah tangga Jepang mencapai $15 triliun. Bayangkan, duit sebanyak itu mencari pelarian dari deposito berbunga rendah, dan tiba-tiba muncul ikon global seperti SpaceX.
SpaceX bukan sekadar perusahaan roket biasa. Dengan Elon Musk di balik kemudi, ditambah proyek ambisius seperti Starlink (internet satelit) dan Starship, perusahaan ini menjadi 'aset trofi' yang langka dan bisa diakses langsung oleh investor Jepang lewat broker lokal seperti Mizuho, Rakuten, dan SBI . Biasanya, ritel Jepang hanya bisa berinvestasi tidak langsung lewat ETF yang terdaftar di bursa AS. Kali ini, mereka mendapat akses langsung (direct access), dan itu barang langka
.
IPO SpaceX mencatat sejarah. Dengan harga $135 per saham, perusahaan ini mengantongi valuasi pasar mencapai $1,77 triliun (sekitar Rp28.000 triliun), langsung masuk jajaran raksasa seperti Apple dan Microsoft . Total dana yang dihimpun mencapai $75 miliar, menggandakan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Saudi Aramco ($29,4 miliar pada 2019)
.
Tapi yang bikin geleng-geleng kepala adalah tingkat kelebihan permintaan (oversubscription). Secara global, permintaan investor mencapai lebih dari 4 kali lipat dari saham yang tersedia . Nilai total permintaan sempat menyentuh $250 miliar, atau lebih dari tiga kali target yang ingin dihimpun
. Order book ditutup pada 10 Juni 2026 pukul 4 sore waktu New York
.
Besar-besaran IPO ini sampai memaksa penyedia indeks global mengubah aturan mainnya. FTSE Russell memberlakukan aturan "Fast Entry" pada 26 Mei 2026. Aturan ini memungkinkan IPO berkapitalisasi pasar jumbo untuk masuk ke indeks Russell AS hanya dalam 5 hari perdagangan, bukan lagi menunggu peninjauan kuartalan seperti biasanya . Aturan ini bahkan melonggarkan syarat free float dan hak suara minimum untuk mengakomodasi skema lock-up
.
Langkah ini jelas-jelas 'menjemput bola' menjelang debut SpaceX. MSCI juga mengonfirmasi akan menerapkan aturan serupa untuk memasukkan SpaceX ke indeks globalnya hanya dalam 10 hari perdagangan setelah listing . Dengan masuknya SpaceX ke indeks-indeks utama, dana pensiun dan reksa dana indeks (index fund) secara otomatis akan memborong sahamnya, memicu apa yang disebut "forced buying"
.
Biasanya, investor ritel Jepang dikenal konservatif dan betah bermain di pasar domestik. Namun, euforia SpaceX kali ini menunjukkan selera baru: mereka berani menjangkau langsung IPO mega-kap AS . Ini dimungkinkan karena saluran distribusi via broker online Jepang semakin matang, memudahkan investor individu ikut serta dalam penawaran primer di luar negeri
.
Jadi, meskipun porsi Jepang 'hanya' $2,2 miliar, partisipasi ini tetap menjadi sinyal penting bahwa uang dingin rumah tangga Jepang mulai bergerak agresif ke aset teknologi global ketika ada kesempatan langka.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Koreksi angka: Investor Jepang hanya kebagian jatah $2,2 miliar (sekitar Rp35 triliun), bukan $6,2 miliar (Rp100 triliun) seperti yang ramai diberitakan [4][7].
Koreksi angka: Investor Jepang hanya kebagian jatah $2,2 miliar (sekitar Rp35 triliun), bukan $6,2 miliar (Rp100 triliun) seperti yang ramai diberitakan [4][7]. Angka $2,5 miliar adalah target penggalangan dana yang dinaikkan 25% dari $2 miliar karena permintaan ritel yang melonjak, bukan realisasi akhir [5][6].
Total permintaan dari Jepang memang sempat menyentuh $6,2 miliar, tapi karena oversubscribed, alokasi akhir menyusut drastis menjadi $2,2 miliar [39].