Pada 10 Juni 2026, IDF meluncurkan serangan darat baru menuju pusat kota Nabatieh, menandai perluasan operasi di luar Sungai Litani setelah Hizbullah menolak gencatan senjata [4][6]. Dua penjaga perdamaian PBB asal Malaysia dari UNIFIL terluka ringan pada 11 Juni ketika sebuah serangan menghantam dekat konvoi logist...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What recent developments have occurred in the Israel-Hezbollah conflict, including the IDF's signals of a new ground offensive toward Nabati. Article summary: Here is a summary of the most recent developments as of mid-June 2026.. Topic tags: general, news, general web, user generated, government. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "“In recent days, IDF troops from the 91st division have begun limited and targeted ground operations against key Hezbollah strongholds in" source context "Israeli military launches ‘ground operations’ in southern Lebanon | News | Al Jazeera" Reference image 2: visual subject "“In recent days, IDF troops from the 91st division have begun limited and targeted ground operations against key Hezbollah strongholds in" source context "Israeli milita
Konflik yang berlarut-larut antara Israel dan Hizbullah memasuki babak baru yang sangat berbahaya. Operasi darat besar-besaran, kegagalan diplomasi, dan bencana kemanusiaan yang mengerikan kini berkumpul menjadi satu di Lebanon selatan. Pada pertengahan Juni 2026, militer Israel melancarkan serangan baru ke arah kota Nabatieh, sebuah eskalasi signifikan jauh melampaui Sungai Litani. Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Hizbullah secara resmi menolak kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat, menegaskan kebuntuan mendalam antara aksi militer dan solusi politik. Badan-badan kemanusiaan kini melaporkan lebih dari 3.700 orang tewas dan lebih dari satu juta orang mengungsi sejak pertempuran kembali berkobar pada awal Maret 2026 .
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memulai operasi darat baru pada malam 10 Juni, bergerak maju menuju Bukit Ali Taher, Kfar Tibnit, dan Nabatieh Fawqa di pinggiran kota Nabatieh . Operasi ini terjadi setelah berminggu-minggu aktivitas militer yang semakin intens, di mana pasukan Israel sebelumnya telah merebut Kastil Beaufort yang strategis di dekat Nabatieh dan mendorong pasukan jauh melampaui garis Sungai Litani
.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan pasukan untuk memperdalam invasi, dan kampanye militer Israel melawan Hizbullah terus berlanjut dengan apa yang digambarkan para pejabat sebagai "kekuatan penuh" . Pada awal Juni, IDF telah menyatakan wilayah di luar Sungai Litani sebagai zona pertempuran aktif, menghancurkan jembatan untuk mengganggu pergerakan Hizbullah, dan mengeluarkan perintah evakuasi untuk wilayah di selatan Sungai Zahrani
. Zona evakuasi yang diperluas ini kini mencakup kota Nabatieh, yang dihuni oleh setidaknya 35.000 jiwa
.
Pelaporan dari lapangan melukiskan gambaran yang suram. New York Times menggambarkan Nabatieh sebagai kota yang sunyi sepi, jalanannya kosong, toko-toko tutup atau rusak akibat serangan udara, dan pesawat nirawak (drone) Israel terus-menerus berdengung di atas kepala. Garis konflik baru terlihat jelas hanya beberapa kilometer di selatan kota .
Meskipun sudah ada beberapa kali pengumuman gencatan senjata, serangan udara dan kekerasan terus menelan korban jiwa warga sipil. Pada 11 Juni, sedikitnya 11 orang tewas dan lebih dari 25 luka-luka dalam serangan udara Israel di Lebanon timur dan selatan, menurut laporan media Lebanon . Penghitungan terpisah mencatat jumlah korban tewas harian mencapai 12 orang, dengan serangan menghantam distrik Nabatieh, distrik Tyre, dan wilayah Bekaa
.
Dalam 72 jam hingga 12 Juni, setidaknya 14 orang tewas dan hampir dua lusin lainnya terluka di Lebanon selatan. Di antara serangan tersebut, pasukan Israel menghantam sebuah rumah sakit di Tyre untuk keenam kalinya dalam tiga bulan, dan petugas medis Palang Merah termasuk di antara korban luka . Otoritas Lebanon melaporkan bahwa total korban tewas sejak 2 Maret telah mencapai 3.666 jiwa, dengan lebih dari 11.300 orang terluka
.
Konflik yang meluas telah semakin membahayakan personel Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Pada pagi hari 11 Juni, sebuah serangan menghantam di dekat konvoi logistik UNIFIL di desa Harris di Sektor Barat. Dua penjaga perdamaian Malaysia dari batalion Malbatt 850-13 mengalami luka ringan, dan dua kendaraan PBB rusak .
Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, mengonfirmasi bahwa cedera tersebut tergolong ringan, dan PBB melaporkan bahwa kondisi para penjaga perdamaian itu stabil . Insiden terjadi sekitar satu kilometer di sebelah barat Pos PBB 6-43 di Tibnin, ketika konvoi sedang melakukan misi pasokan rutin ke Tyre
. UNIFIL menyatakan akan menyelidiki insiden tersebut
.
Ini adalah insiden serius kedua yang melibatkan penjaga perdamaian UNIFIL dalam waktu kurang dari seminggu. Pada 4 Juni, seorang penjaga perdamaian asal Serbia meninggal dunia akibat luka kritis yang dideritanya ketika mortir menghantam posisinya di dekat Marjayoun di Lebanon tenggara. Dua penjaga perdamaian lainnya juga terluka dan menerima perawatan di fasilitas medis UNIFIL . Malaysia mengutuk keras serangan yang terus berlanjut terhadap pasukan perdamaian PBB dan menyampaikan belasungkawa kepada Serbia
.
Pada 3 Juni, Amerika Serikat mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah setuju untuk memperpanjang gencatan senjata mereka yang rapuh dan membangun beberapa zona keamanan "percontohan" di dalam wilayah Lebanon di mana militan Hizbullah akan dilarang berada. Perjanjian ini secara eksplisit "bergantung pada penghentian total" tembakan dari Hizbullah dan evakuasi semua anggota Hizbullah dari Sektor Litani Selatan .
Dua hari kemudian, pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, secara resmi menolak kesepakatan tersebut. Ia menyebut negosiasi itu "sia-sia" dan "memalukan" bagi Lebanon, serta bersikeras pada gencatan senjata yang komprehensif yang mencakup penarikan penuh Israel dari wilayah Lebanon . Posisi Qassem digaungkan oleh Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, seorang sekutu Hizbullah, yang menuntut gencatan senjata penuh dan penarikan Israel sebelum Hizbullah mundur ke utara Sungai Litani
.
Sementara itu, Israel menyatakan tidak akan menarik pasukannya dari wilayah selatan . Serangan udara terus berlanjut bahkan dalam hitungan jam segera setelah pengumuman gencatan senjata, dan IDF telah menegaskan bahwa kampanye militernya akan terus berlanjut dengan kekuatan penuh
.
Israel kini menduduki sekitar 2.000 kilometer persegi wilayah Lebanon, hampir 20 persen dari luas negara itu . Perebutan Kastil Beaufort yang berusia 900 tahun di dekat Nabatieh oleh IDF telah menjadi pusat simbolis dari operasi yang diperluas ini. Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di daerah tersebut sebagai bagian dari "zona keamanan" baru
.
Pendudukan ini menandai invasi Israel yang paling luas ke Lebanon dalam lebih dari 25 tahun, dengan operasi yang kini membentang dari Sungai Litani hingga Sungai Zahrani . IDF menyatakan operasi tersebut bertujuan untuk membongkar infrastruktur Hizbullah dan mencegah serangan roket ke komunitas-komunitas Israel di utara
.
Dampak kemanusiaan dari konflik yang berkobar kembali ini sangat parah dan terus memburuk. Menurut penilaian ACAPS yang diterbitkan pada 12 Juni, lebih dari 3.700 orang tewas sejak permusuhan meningkat pada awal Maret 2026 . Lebih dari satu juta orang telah mengungsi, dan tempat-tempat penampungan di seluruh negeri telah mencapai kapasitas maksimal. Sebagian besar pengungsi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk makanan, air, dan perawatan medis
.
Perintah evakuasi terus-menerus diperluas ke arah utara, pertama melampaui Sungai Litani dan kini hingga ke Sungai Zahrani, mencakup kota Nabatieh dan pusat-pusat populasi lainnya . Akses kemanusiaan sangat dibatasi oleh permusuhan aktif dan kendali Israel atas sebagian besar wilayah selatan, sehingga mempersulit upaya untuk menjangkau populasi yang paling rentan
.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pada 10 Juni 2026, IDF meluncurkan serangan darat baru menuju pusat kota Nabatieh, menandai perluasan operasi di luar Sungai Litani setelah Hizbullah menolak gencatan senjata [4][6].
Pada 10 Juni 2026, IDF meluncurkan serangan darat baru menuju pusat kota Nabatieh, menandai perluasan operasi di luar Sungai Litani setelah Hizbullah menolak gencatan senjata [4][6]. Dua penjaga perdamaian PBB asal Malaysia dari UNIFIL terluka ringan pada 11 Juni ketika sebuah serangan menghantam dekat konvoi logistik mereka di Lebanon selatan [51][52].
Israel sejauh ini menolak menarik mundur pasukannya dan telah menduduki sekitar 2.000 kilometer persegi wilayah Lebanon—hampir 20 persen dari luas negara itu [3].