Haiti dan Iran terkena larangan perjalanan penuh AS di bawah Proklamasi Presiden 10998, menghalangi penggemar mendapatkan visa kunjungan [1][2]. FIFA mencabut alokasi tiket resmi Iran untuk pertandingan grup hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai, memicu kemarahan federasi [4][14].

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What barriers — including the U.S. travel ban on Haitian nationals, high ticket prices, visa denials for Iranian team officials, and FIFA's. Article summary: Multiple overlapping barriers — a broad U.S. travel ban, visa restrictions affecting fans, and the revocation of Iran's ticket allocation — have effectively blocked many Haitian and Iranian supporters from attending the . Topic tags: general, news, general web, user generated, government. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Explainer: Impact of Travel and Immigration Restrictions on the 2026 FIFA Men’s World Cup. This summer, the United States will serve as the primary host of the 2026 FIFA Men’s Wo" source context "Explainer: Impact of Travel and Immigration Restrictions on the 2026 ..." Reference image 2: visual
Bergulirnya Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat menghadirkan ironi yang menyakitkan. Di satu sisi, ribuan penggemar Skotlandia dengan kilt khas mereka membanjiri kota Boston, merayakan penampilan pertama timnas mereka dalam hampir tiga dekade . Di sisi lain, para pendukung Haiti dan Iran—dua negara yang juga lolos ke putaran final—terpaksa gigit jari, terhalang tembok birokrasi dan politik yang membuat kehadiran mereka di stadion hampir mustahil
.
Artikel ini mengupas tuntas hambatan spesifik yang dihadapi masing-masing negara, sekaligus menyoroti kontras mencolok yang mewarnai pesta sepak bola terbesar dunia kali ini.
Haiti mencatat sejarah manis setelah berhasil lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam kurun waktu sekitar 50 tahun . Namun, kegembiraan itu ternoda oleh realitas pahit: mayoritas pendukung mereka tidak bisa memberikan dukungan langsung.
Situasi ini terasa sangat ironis mengingat Haiti lolos di tengah tantangan keamanan di dalam negeri yang memaksa mereka memainkan semua laga kualifikasi di tempat netral .
Nasib serupa—bahkan lebih rumit—menimpa Iran. Selain larangan perjalanan, mereka juga menghadapi masalah visa bagi ofisial dan pencabutan alokasi tiket secara mendadak.
Di tengah kisah suram tersebut, pemandangan di Boston sungguh kontras. Ribuan pendukung Skotlandia, yang dijuluki "Tartan Army", dengan mudah memasuki AS untuk memberikan dukungan .
Perbedaan pengalaman antara para pendukung ini sangatlah gamblang.
Singkatnya, euforia atas kembalinya Haiti yang bersejarah dan perjuangan kampanye Iran secara langsung diredam oleh kebijakan pembatasan AS dan sengketa alokasi tiket, sementara para pendukung Skotlandia bebas merayakan momen bersejarah mereka di tanah Amerika.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Haiti dan Iran terkena larangan perjalanan penuh AS di bawah Proklamasi Presiden 10998, menghalangi penggemar mendapatkan visa kunjungan [1][2].
Haiti dan Iran terkena larangan perjalanan penuh AS di bawah Proklamasi Presiden 10998, menghalangi penggemar mendapatkan visa kunjungan [1][2]. FIFA mencabut alokasi tiket resmi Iran untuk pertandingan grup hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai, memicu kemarahan federasi [4][14].
Ribuan pendukung Skotlandia, yang dikenal sebagai 'Tartan Army', tiba di Boston tanpa hambatan serupa, meskipun menghadapi masalah harga tiket dan transportasi [3][31].