Situasi ini terasa sangat ironis mengingat Haiti lolos di tengah tantangan keamanan di dalam negeri yang memaksa mereka memainkan semua laga kualifikasi di tempat netral .
Nasib serupa—bahkan lebih rumit—menimpa Iran. Selain larangan perjalanan, mereka juga menghadapi masalah visa bagi ofisial dan pencabutan alokasi tiket secara mendadak.
Di tengah kisah suram tersebut, pemandangan di Boston sungguh kontras. Ribuan pendukung Skotlandia, yang dijuluki "Tartan Army", dengan mudah memasuki AS untuk memberikan dukungan .
Perbedaan pengalaman antara para pendukung ini sangatlah gamblang.
Singkatnya, euforia atas kembalinya Haiti yang bersejarah dan perjuangan kampanye Iran secara langsung diredam oleh kebijakan pembatasan AS dan sengketa alokasi tiket, sementara para pendukung Skotlandia bebas merayakan momen bersejarah mereka di tanah Amerika.
Comments
0 comments