Proyek pemetaan global mengungkap bahwa tanah lapisan atas Bumi menampung sekitar 110 kuadriliun kilometer filamen jamur mikoriza arbuskula—sebuah jejaring yang menyimpan 300 megaton karbon—namun kurang dari 10% titik... Studi yang dipublikasikan di Science menemukan bahwa lahan pertanian hanya memiliki setengah kep...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is the estimated scale, distribution, ecological significance, and conservation status of underground fungal networks, as revealed by t. Article summary: Here is a comprehensive overview of the landmark study published in *Science* on June 11, 2026, which produced the first global map of arbuscular mycorrhizal (AM) fungal networks.. Topic tags: general, government, news, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Underground Fungal Networks and Ecosystems Revealed in 2026 Tyler Prize Science Breakthrough. Underground fungal networks and ecosystems play a far greater role in carbon cycling" source context "Underground Fungal Networks and Ecosystems Revealed in 2026 Tyler Prize Science Breakthrough | Happy Eco News" Reference image 2: visual su
Untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil memvisualisasikan infrastruktur fisik dari salah satu sistem kehidupan paling vital namun paling terabaikan di planet ini. Sebuah tim internasional yang dipimpin oleh Society for the Protection of Underground Networks (SPUN) telah menerbitkan peta global pertama yang memperkirakan sebaran dan massa jejaring jamur mikoriza arbuskula (AM) . Jaring-jaring bawah tanah ini, yang tersusun dari hifa berbentuk tabung mikroskopis, menjalin kemitraan simbiotik dengan sebagian besar tanaman darat dan berfungsi sebagai perancah kehidupan terestrial yang masif dan sebagian besar tak kasatmata. Temuan yang dipublikasikan di jurnal Science pada 11 Juni 2025 ini mengungkap skala jejaring yang mencengangkan—serta krisis konservasi yang mengancam untuk merusaknya.
Riset ini menyintesis data dari 322 studi yang mencakup lebih dari 16.000 sampel tanah yang dikumpulkan di sembilan bioma utama . Menggunakan machine learning untuk menjembatani kesenjangan data, tim tersebut menghasilkan perkiraan global resolusi tinggi (1 km²) pertama tentang kepadatan hifa
. Perhitungan mereka menempatkan panjang total filamen jamur AM di 15 sentimeter teratas tanah Bumi sekitar 110 kuadriliun kilometer
.
Artinya, jika benang-benang halus berbentuk tabung itu disambung ujung ke ujung, panjangnya kira-kira 730 juta hingga satu miliar kali jarak Bumi ke Matahari, suatu bentangan yang dapat menutupi sekitar 10 persen dari lebar Galaksi Bima Sakti . Jejaring hidup yang bercabang ini tidak sekadar menempati ruang; ia secara aktif menyimpan karbon. Studi ini memperkirakan massa hifa total menyimpan sekitar 300 megaton karbon, suatu reservoir yang empat hingga enam kali lebih besar dari emisi karbon tahunan dari transportasi global
.
Peta-peta baru ini mengungkapkan bahwa jejaring jamur terpadat tidak mengikuti pola keanekaragaman hayati di atas permukaan tanah. Meskipun hutan tropis dan subtropis adalah pusat utama, riset ini mengidentifikasi padang rumput liar dan sabana sebagai reservoir yang secara tidak proporsional kritis . Di wilayah seperti padang rumput banjir Everglades di Florida atau sabana Cerrado di Brasil, lapisan atas tanah menyimpan porsi yang luar biasa besar dari biomassa mikoriza dunia
. Ekosistem berumput ini menyimpan sekitar 40 persen dari total jejaring jamur AM global
.
Pengungkapan ini menggarisbawahi titik buta berbahaya dalam pengelolaan lahan global. Lahan pertanian skala besar menyajikan gambaran degradasi yang nyata. Kepadatan jejaring jamur di area yang diusahakan secara intensif kira-kira 50 persen lebih rendah daripada di ekosistem liar, sebuah penurunan yang didorong oleh pengolahan tanah, pupuk sintetis, dan penggunaan pestisida . Memperparah kehilangan ini, padang rumput liar—yang kini diketahui menyimpan beberapa jejaring jamur terpadat di Bumi—sedang dikonversi menjadi lahan pertanian empat kali lipat lebih cepat dari laju konversi hutan, sebuah ancaman akut bagi penyerap karbon terestrial utama
. Kepadatan jejaring jamur terendah terkonsentrasi di gurun kering, tundra Arktik, dan sabuk pertanian yang dikelola secara intensif, mengungkapkan peta baik batasan alamiah maupun luka akibat campur tangan manusia.
Pentingnya ekologis jamur AM tidak bisa dipisahkan dari keberadaan sebagian besar kehidupan tanaman di Bumi. Jamur ini membentuk hubungan simbiotik obligat dengan akar sekitar 80 hingga 90 persen dari semua spesies tanaman darat . Kemitraan ini bersifat fondasional: jamur menyalurkan air esensial, fosfor, dan nitrogen ke tanaman inangnya, dan sebagai imbalannya, tanaman memasok karbon yang difiksasi dari atmosfer kepada jamur
.
Ekonomi karbon ini meluas jauh melampaui tanaman individu. Dengan menyalurkan karbon ke dalam tanah dan mengikatnya menjadi bentuk yang stabil, jejaring mikoriza bertindak sebagai mesin regulasi iklim yang masif . Keberadaan fisik hifa juga secara harfiah merajut tanah bersama-sama, mengurangi erosi, meningkatkan retensi air, dan menciptakan arsitektur berpori yang menopang seluruh ekosistem
. Konsep "wood wide web" berakar pada biologi ini, karena jejaring ini dapat menghubungkan banyak tanaman, memungkinkan transfer sumber daya dan sinyal peringatan kimiawi di antara mereka
.
Temuan yang paling mengkhawatirkan dari upaya pemetaan ini adalah hampir tidak adanya perlindungan bagi ekosistem tempat jamur-jamur ini paling beragam dan melimpah. Kurang dari 10 persen titik panas keanekaragaman hayati jamur mikoriza yang diprediksi berada dalam bentuk kawasan lindung hukum apa pun . Ini berarti sekitar 90 persen dari pusat-pusat kehidupan jamur bawah tanah terkaya di dunia sepenuhnya berada di luar zona konservasi yang ada, terpapar pada ekspansi pertanian, urbanisasi, dan perubahan iklim tanpa kerangka perlindungan
.
Ini bukan sekadar celah; ini adalah kegagalan sistemik dari konservasi terestrial, yang secara historis hampir secara eksklusif berfokus pada apa yang terlihat di atas permukaan tanah. Konversi padang rumput, yang kini teridentifikasi sebagai gudang harta karun jamur, dengan laju empat kali lipat dari hutan merupakan salah satu tantangan konservasi paling mendesak dan belum tertangani di zaman kita .
Peta interaktif resolusi tinggi yang dihasilkan oleh studi ini dirancang sebagai alat untuk bertindak, bukan sekadar keingintahuan akademis . Peta-peta ini membuat kasus konkret untuk reorientasi fundamental kebijakan lingkungan:
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Proyek pemetaan global mengungkap bahwa tanah lapisan atas Bumi menampung sekitar 110 kuadriliun kilometer filamen jamur mikoriza arbuskula—sebuah jejaring yang menyimpan 300 megaton karbon—namun kurang dari 10% titik...
Proyek pemetaan global mengungkap bahwa tanah lapisan atas Bumi menampung sekitar 110 kuadriliun kilometer filamen jamur mikoriza arbuskula—sebuah jejaring yang menyimpan 300 megaton karbon—namun kurang dari 10% titik... Studi yang dipublikasikan di Science menemukan bahwa lahan pertanian hanya memiliki setengah kepadatan jamur dibandingkan ekosistem liar, sementara padang rumput liar sebagai penampung karbon kritis justru dikonversi...
Jejaring simbiotik yang sangat luas ini fundamental bagi kehidupan tanaman dan regulasi iklim, mendukung pertukaran nutrisi bagi 80–90% tanaman darat, tetapi menghadapi titik buta konservasi akut yang menuntut strateg...