Uni Eropa mengusulkan Undang Undang Akselerator Industri (IAA) dengan standar "Made in EU" yang ketat untuk kendaraan listrik, termasuk perakitan di dalam UE dan 70% komponen lokal [7][12]. Toyota memperingatkan aturan ini akan merugikan investasi dan lapangan kerja, serta menyerukan pendekatan kebijakan yang netral...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What are the key concerns raised by Toyota and Jaguar Land Rover regarding the European Union's proposed "Made in Europe" manufacturing rule. Article summary: Here is a summary of the key concerns and dynamics around the EU's proposed "Made in Europe" rules under the Industrial Accelerator Act (IAA).. Topic tags: general, government, news, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "“Our goal is to help stakeholders understand the future of mobility.”. Home › News › EU’s “Made in Europe” law clears Commission after long delay. # EU’s “Made in Europe” law clear" source context "EU's “Made in Europe” law clears Commission after long delay | Automotive World" Reference image 2: visual subject "In a move to counter Chinese and American dominance, the Eur
Uni Eropa tengah menyiapkan gebrakan besar melalui Undang-Undang Akselerator Industri (Industrial Accelerator Act/IAA). Di balik semangat memperkuat industri dalam negeri, aturan "Made in Europe" ini justru menuai gelombang penolakan keras dari raksasa otomotif global seperti Toyota dan Jaguar Land Rover (JLR). Mereka memperingatkan bahwa usulan ini bukan sekadar hambatan, melainkan ancaman nyata bagi investasi, lapangan kerja, dan hubungan dagang internasional. Lantas, apa sebenarnya yang menjadi sumber kekhawatiran utama mereka?
Komisi Eropa secara resmi mengusulkan IAA pada Maret 2026. Aturan ini menetapkan standar "Made in EU" untuk kendaraan listrik baterai, hibrida plug-in, dan kendaraan sel bahan bakar hidrogen . Agar memenuhi syarat untuk subsidi publik, insentif, dan pengadaan barang/jasa pemerintah, kendaraan harus memenuhi dua syarat utama:
Tujuan besar di balik IAA adalah untuk meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB UE dari sekitar 15% saat ini menjadi 20% pada tahun 2035 .
Toyota menjadi salah satu suara paling lantang yang menentang aturan ini. Pabrikan asal Jepang itu secara terbuka memperingatkan bahwa persyaratan "Made in Europe" akan merugikan investasi, lapangan kerja, dan keunggulan kompetitif kawasan Eropa .
Apa tuntutan utama Toyota?
Kekhawatiran serupa juga disuarakan oleh pabrikan Jepang lainnya, Honda dan Nissan, yang cemas akan akses pasar mereka di Eropa .
Jaguar Land Rover (JLR), yang memproduksi kendaraan di Inggris untuk pasar Eropa, menyatakan keprihatinan mendalam. Mereka menilai syarat perakitan di UE dan konten lokal dalam IAA jelas mendiskriminasi kendaraan dan komponen buatan Inggris pasca-Brexit .
Produsen yang berbasis di Inggris adalah pihak yang paling rentan. Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT), asosiasi industri otomotif Inggris, memperingatkan bahwa aturan ini berpotensi merusak perdagangan otomotif tahunan antara Inggris dan UE yang mencapai €80 miliar (sekitar Rp1.400 triliun) .
Ancamannya sangat serius. Beberapa analis bahkan memunculkan kemungkinan bahwa pabrik mobil terbesar di Inggris bisa terpaksa tutup jika Inggris benar-benar dikucilkan dari kerangka kerja "Made in EU" . Nissan, yang memiliki pabrik besar di Sunderland, juga memberikan peringatan serupa tentang ancaman eksistensial ini
.
Penolakan terhadap IAA tidak hanya datang dari Toyota dan JLR. Gelombang resistensi ini meluas dan menunjukkan bahwa industri otomotif global sangat khawatir:
Kekhawatiran para produsen mobil ini bukan tanpa dasar. Analis memperingatkan bahwa aturan "Made in Europe" berisiko besar memicu tindakan pembalasan dagang dari negara-negara sekutu seperti Inggris, Jepang, dan Korea Selatan, serta mengganggu rantai pasok global yang sudah sangat terintegrasi secara mendalam selama bertahun-tahun . Alih-alih melindungi, kebijakan yang terlalu kaku bisa menjadi bumerang yang merugikan industri Eropa sendiri.
Perdebatan ini masih jauh dari kata selesai, dan masa depan industri otomotif global di kawasan Eropa akan sangat bergantung pada bagaimana kompromi di antara semua pihak tercapai.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Uni Eropa mengusulkan Undang Undang Akselerator Industri (IAA) dengan standar "Made in EU" yang ketat untuk kendaraan listrik, termasuk perakitan di dalam UE dan 70% komponen lokal [7][12].
Uni Eropa mengusulkan Undang Undang Akselerator Industri (IAA) dengan standar "Made in EU" yang ketat untuk kendaraan listrik, termasuk perakitan di dalam UE dan 70% komponen lokal [7][12]. Toyota memperingatkan aturan ini akan merugikan investasi dan lapangan kerja, serta menyerukan pendekatan kebijakan yang netral teknologi dan merangkul mitra internasional [7][10].
Jaguar Land Rover sangat khawatir aturan ini mendiskriminasi kendaraan buatan Inggris pasca Brexit, mengancam perdagangan otomotif senilai €80 miliar per tahun antara Inggris dan UE [2][8].