Drama sesungguhnya dimulai pada 27 April 2026. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) Tiongkok, lembaga setingkat menteri yang berwenang penuh atas perencanaan ekonomi makro, mengeluarkan pernyataan singkat nan tegas. Isinya: perintah agar akuisisi Meta terhadap Manus dibatalkan .
Perintah itu tidak main-main. Berdasarkan peraturan peninjauan keamanan investasi asing, Beijing melarang segala bentuk investasi asing di Manus dan mewajibkan kedua pihak untuk "segera menarik transaksi dan mengembalikannya ke keadaan semula" . Ini adalah kali pertama dalam sejarah Tiongkok sebuah kesepakatan yang sudah benar-benar final dipaksa untuk dibatalkan
.
Dampaknya pun langsung terasa. Ketiga pendiri Manus dilarang meninggalkan Tiongkok saat penyelidikan berlangsung, sementara integrasi yang sudah berjalan antara kedua perusahaan harus segera dipisahkan .
Menindaklanjuti perintah Beijing, pada 11 Juni 2026, Meta mengonfirmasi telah menyelesaikan pemisahan operasional dengan Manus . Sejumlah langkah konkret diambil untuk memastikan tidak ada lagi hubungan operasional di antara keduanya:
Meta membangun "tembok api" virtual yang ketat antara dirinya dan Manus. Semua arus pertukaran data dihentikan total . Dengan ini, tidak ada informasi internal yang bisa mengalir dari satu pihak ke pihak lainnya.
Sejak awal Juni 2026, Meta melarang Manus beserta seluruh karyawannya mengakses sistem data internal perusahaan teknologi raksasa itu . Ini artinya, staf Manus tidak bisa lagi masuk ke ekosistem kerja Meta.
Bukan hanya staf Manus yang dibatasi. Karyawan Meta juga dilarang menggunakan alat atau platform Manus untuk proyek internal mereka . Bahkan, menurut memo internal yang diulas oleh Bloomberg, Meta menginstruksikan para pekerjanya untuk memigrasikan proyek Manus yang sudah ada ke sistem mereka sendiri, sekaligus menghentikan pengerjaan proyek baru di platform Manus
.
Sebagai bagian dari pemisahan ini, Meta memutuskan untuk menonaktifkan penggunaan layanan Manus di dalam perusahaannya secara bertahap .
Meskipun pemisahan operasional telah rampung, masih banyak tanda tanya menggantung di udara.
Akses Sisa ke Alat Meta. Meskipun tembok api data dan pembatasan akses sudah diterapkan, laporan menyebut pemisahan operasional ini hanyalah "langkah penting" menuju pembubaran total, bukan pembubaran hukum final dari kesepakatan itu sendiri . Belum jelas apakah masih ada akses sisa, lisensi, atau pengaturan kekayaan intelektual yang bertahan pada masa transisi.
Mekanisme Finansial yang Tak Jelas. Pertanyaan terbesarnya: bagaimana uang lebih dari US$2 miliar itu akan dikembalikan? Tiga pendiri Manus saat ini tengah menjajaki untuk mengumpulkan sekitar US$1 miliar dari investor eksternal guna membeli kembali operasi AI yang didirikan di Tiongkok itu dari Meta . Jumlah itu kira-kira hanya setengah dari harga pembelian awal. Struktur finansial pastinya—apakah Meta akan menanggung kerugian, mempertahankan saham minoritas, atau menerima kompensasi lain—belum final atau diungkapkan ke publik
. Para pendiri juga dilaporkan tengah mengeksplorasi opsi-opsi lain, dan timeline untuk penyelesaian finansial yang utuh masih belum jelas
.
Singkatnya, meskipun pemisahan data dan operasional sudah beres, pembalikan kepemilikan secara legal serta syarat finansial pembelian kembali masih dalam tahap negosiasi per pertengahan Juni 2026. Kisah ini menjadi preseden mengejutkan yang menggambarkan betapa rumitnya jalinan antara raksasa teknologi AS, startup inovatif berakar Tiongkok, dan ketegangan geopolitik era modern.
Comments
0 comments