Salah satu temuan paling kritis adalah bahwa kontribusi dari berbagai mikroba ini tidak terjadi dalam satu waktu yang bersamaan. Analisis menunjukkan bahwa:
Temuan mengejutkan lainnya adalah adanya gen yang tampaknya diintegrasikan dari virus raksasa dalam filum Nucleocytoviricota (sebelumnya dikenal sebagai nucleocytoplasmic large DNA viruses/NCLDV) . Virus-virus ini, yang genomnya bisa menyamai bakteri kecil, diduga bukan hanya sebagai parasit, melainkan "kendaraan" yang memindahkan materi genetik antar garis keturunan mikroba dalam komunitas purba [11, 17].
Alih-alih sebuah peristiwa endosimbiosis tunggal yang dramatis, penelitian ini melukiskan eukaryogenesis sebagai drama panjang dan kolaboratif. Proses ini kemungkinan besar terjadi dalam lapisan tikar mikroba di lingkungan kaya sulfur atau oksigen rendah, di mana berbagai mikroorganisme hidup berdampingan, bekerja sama, dan bertukar gen selama periode waktu yang sangat panjang [11, 14].
Temuan ini secara fundamental mengubah pemahaman kita tentang perjalanan evolusi yang menghasilkan seluruh kehidupan kompleks di Bumi, mulai dari tumbuhan, hewan, hingga jamur — semua berhutang pada kerja sama rumit yang melibatkan lebih dari sekadar dua mitra awal.
Comments
0 comments