Hasil perbandingan kinematika tersebut sangat mengejutkan: terdeteksi embusan angin raksasa yang didorong oleh rangkaian ledakan supernova. Pemicu dari badai supernova ini kemungkinan besar adalah proses merger atau tabrakan dua galaksi yang sedang berlangsung .
Data dari CRISTAL-02 tidak main-main. Angin ini benar-benar membawa malapetaka bagi masa depan galaksi tersebut.
Ini seperti sebuah pabrik yang membuang bahan bakunya dua kali lebih cepat dari kecepatan produksinya. Sangat tidak efisien, dan jelas sebuah resep menuju kebangkrutan—atau dalam konteks ini, kematian galaksi.
Selama ini, para astronom sering menunjuk Lubang Hitam Supermasif Aktif (AGN) sebagai tersangka utama di balik matinya galaksi-galaksi awal. Teorinya, radiasi dan angin dari lubang hitam cukup kuat untuk mengusir semua gas di sekitarnya .
Namun, kasus CRISTAL-02 membuka kemungkinan lain. Di galaksi ini, astronom tidak menemukan bukti bahwa lubang hitam aktif adalah dalangnya . Yang mereka temukan adalah kematian yang disebabkan oleh diri sendiri: aktivitas pembentukan bintang yang terlalu intens memicu ledakan supernova berantai, yang kemudian menciptakan angin topan yang justru menghancurkan dapurnya sendiri.
Poin kuncinya adalah:
Kesimpulannya: ALMA mendeteksi gas dingin yang dihempaskan keluar, JWST mendeteksi gas panasnya, dan keduanya membuktikan bahwa CRISTAL-02 memiliki angin supernova dahsyat yang dipicu tabrakan galaksi. Karena angin ini membuang gas dua kali lebih cepat dari laju pembentukan bintang, CRISTAL-02 mendemonstrasikan bahwa reaksi balik dari pembentukan bintang biasa sudah cukup untuk menguras bahan bakar galaksi masif dengan cepat
.
Comments
0 comments