Blokade Selat Hormuz yang dipicu konflik Iran pada akhir Februari 2026 mengganggu 20 25% minyak dunia, 20% LNG, dan sepertiga perdagangan pupuk global, menciptakan darurat keamanan pangan berantai. Lonjakan harga pupuk dan BBM melumpuhkan rantai pasok pertanian, membuat operasi kemanusiaan kekurangan dana, dan mendo...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What are the global food security and humanitarian consequences of the Strait of Hormuz blockade amid the Iran conflict, including its impac. Article summary: The Strait of Hormuz blockade, triggered by the Iran conflict that began in late February 2026, has created a cascading global food security emergency by disrupting roughly 20-25% of the world's oil, 20% of LNG, and up t. Topic tags: general, general web, education, user generated, news. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Understanding How the Strait of Hormuz Conflict Is Disrupting Global Fertilizer Supply Chains. Image 2: Understanding How the Strait of Hormuz Conflict Is Disrupting Global Ferti" source context "Understanding How the Strait of Hormuz Conflict Is Disrupting Global Fertilizer Supply Chains" Refe
Blokade Selat Hormuz, yang dipicu oleh konflik Iran sejak akhir Februari 2026, telah menciptakan darurat keamanan pangan global yang bertubi-tubi. Pasalnya, jalur ini mengangkut sekitar 20-25% minyak dunia, 20% gas alam cair (LNG), dan hingga sepertiga pupuk yang diperdagangkan secara global secara bersamaan . Situasi ini mendongkrak biaya bahan bakar dan pangan, melumpuhkan rantai pasok pupuk, membuat operasi kemanusiaan kekurangan dana, dan mendorong puluhan juta orang ke jurang kelaparan akut—dengan dampak terburuk terkonsentrasi di negara-negara berkembang yang bergantung pada impor.
Kelumpuhan pasar pupuk. Sekitar sepertiga pupuk yang diperdagangkan secara global transit melalui Selat Hormuz—termasuk urea, amonia, fosfat (DAP/MAP), dan belerang . Pada pertengahan Maret 2026, harga urea sudah menembus di atas $600 per metrik ton dan DAP/MAP di atas $700 per metrik ton, melonjak tajam dari harga acuan sebelum krisis
. Dalam skenario "Transit Diperebutkan" (Contested Transit), harga urea diproyeksikan bisa memuncak di kisaran $780-880 per ton pada pertengahan 2026
. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengidentifikasi pupuk sebagai kekhawatiran paling mendesak, dan International Rescue Committee (IRC) menyebutnya sebagai "bom waktu ketahanan pangan"
.
Guncangan biaya BBM. Blokade ini memblokir sekitar seperlima minyak global dan seperempat LNG dunia . Harga minyak mengalami volatilitas signifikan, dan lonjakan biaya BBM merembet ke transportasi, produksi pertanian, dan logistik pengiriman bantuan
. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) melaporkan bahwa importir utama Asia—China, India, Jepang, Korea Selatan—paling terpukul oleh kenaikan harga BBM
.
Kekurangan dana WFP dan pemotongan layanan. Program Pangan Dunia (WFP) memasuki tahun 2026 dengan 318 juta orang sudah menghadapi kelaparan tingkat krisis—lebih dari dua kali lipat angka tahun 2019—dan menghadapi kesenjangan pendanaan yang diperkirakan mencapai $13 miliar (sekitar Rp 216 triliun) dari total kebutuhan $16,2 miliar . Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif WFP Carl Skau memperingatkan bahwa kenaikan biaya BBM dan transportasi semakin menekan operasional
. Badan tersebut kini memproyeksikan akan melayani 1,5 juta lebih sedikit orang dari yang direncanakan pada tahun 2026 karena keterbatasan anggaran
.
Hingga 45 juta orang tambahan terancam kelaparan akut. WFP memperingatkan bahwa jika konflik berlanjut, tambahan 45 juta orang bisa terjerumus ke dalam kerawanan pangan akut, di atas 318 juta yang sudah ada . Angka itu akan menjadikan total kelaparan global sebagai yang tertinggi yang pernah tercatat
.
Sri Lanka — Sudah dalam krisis utang dan pangan, Sri Lanka menghadapi tambahan 1,3 juta orang yang terjerumus ke dalam kelaparan parah akibat meningkatnya biaya impor dan kelangkaan pupuk .
Somalia — Diproyeksikan tambahan 2,5 juta orang akan menghadapi kelaparan parah, karena negara ini sangat bergantung pada impor pangan dan bantuan kemanusiaan .
Afghanistan — 2,3 juta lebih warga Afghanistan diperkirakan akan mengalami kelaparan parah, memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah katastropik .
India — India adalah negara yang paling terekspos dalam impor amonia dari kawasan Teluk dan merupakan importir utama urea . Lonjakan biaya BBM juga memukul keras sebagai importir energi besar Asia
.
Brazil — Brazil mengimpor lebih dari 80% kebutuhan pupuknya, dengan ketergantungan tinggi pada nitrogen dan fosfat dari sumber-sumber Teluk. Penutupan Hormuz secara simultan memotong pasokan langsung dari Teluk dan menghambat alternatif pemasok seperti Maroko .
Amerika Latin secara lebih luas — Kawasan ini sangat bergantung pada pupuk impor untuk ekonomi ekspor pertaniannya. Kelangkaan pupuk dan biaya BBM yang lebih tinggi mengancam musim tanam dan produksi pangan di seluruh benua .
Afrika — Laporan American Progress menggambarkan kelangkaan BBM dan pupuk akut di seluruh benua Afrika, memperdalam kerawanan pangan dan menciptakan krisis ekonomi yang membayangi, terutama bagi negara-negara yang sudah terbebani utang berat .
CENTCOM (Komando Pusat Militer AS) telah menyatakan akan mengizinkan pengiriman kemanusiaan—makanan, pasokan medis, barang kebutuhan pokok—untuk lewat dengan syarat pemeriksaan . Namun, lembaga bantuan melaporkan bahwa melonjaknya biaya BBM, premi asuransi, dan gangguan operasional sangat membatasi efektivitas koridor tersebut
. PBB menyebut situasi ini sebagai "badai sempurna" (perfect storm) bagi sistem kemanusiaan global
.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Blokade Selat Hormuz yang dipicu konflik Iran pada akhir Februari 2026 mengganggu 20 25% minyak dunia, 20% LNG, dan sepertiga perdagangan pupuk global, menciptakan darurat keamanan pangan berantai.
Blokade Selat Hormuz yang dipicu konflik Iran pada akhir Februari 2026 mengganggu 20 25% minyak dunia, 20% LNG, dan sepertiga perdagangan pupuk global, menciptakan darurat keamanan pangan berantai. Lonjakan harga pupuk dan BBM melumpuhkan rantai pasok pertanian, membuat operasi kemanusiaan kekurangan dana, dan mendorong puluhan juta orang ke jurang kelaparan akut, dengan dampak terburuk terkonsentrasi di negara...
Sekitar sepertiga pupuk yang diperdagangkan secara global transit melalui Selat Hormuz—termasuk urea, amonia, fosfat (DAP/MAP), dan belerang.