Gedung Putih tampaknya tidak mau berlarut-larut dalam kebuntuan birokrasi. Menurut laporan eksklusif harian Inggris The Telegraph pada Minggu (7/6/2026), para pejabat AS telah menyusun proposal untuk membeli Kepulauan Chagos dari Mauritius . Ini adalah manuver mengejutkan yang berfokus pada pengambilalihan penuh Pulau Diego Garcia, yang selama ini menjadi rumah bagi pangkalan militer vital AS-Inggris
.
Proposal ini, yang masih bersifat draf internal dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Gedung Putih, adalah bagian dari "kertas kebijakan" yang menawarkan alternatif dari rencana Inggris .
Akar masalahnya begini: Pada Oktober 2024, Inggris setuju untuk mengembalikan kedaulatan Kepulauan Chagos ke Mauritius. AS sendiri awalnya mendukung kesepakatan ini . Namun, Presiden Trump kemudian berbalik arah 180 derajat. Ia menyebut keputusan itu sebagai "kebodohan besar" dan memblokir legislasi yang diperlukan untuk merampungkan transfer tersebut
. Akibatnya, proses ini macet total pada awal 2026
.
Nah, inilah taktiknya. Proposal AS justru memanfaatkan situasi ini. Karena Inggris "sudah setuju" melepas kedaulatan ke Mauritius, maka kepemilikan efektifnya dianggap akan segera berpindah. Dengan negosiasi langsung ke Mauritius, AS sepenuhnya memotong peran Inggris sebagai perantara . Ini berarti Washington tidak perlu lagi bergantung pada proses parlemen Inggris yang lambat dan bisa mendapatkan kontrol penuh atas wilayah tersebut—termasuk pangkalan Diego Garcia—melalui transaksi bilateral
.
Lalu, apa yang membuat pulau kecil ini begitu diburu? Diego Garcia bukan sekadar pulau atol biasa. Ini adalah salah satu aset militer paling berharga di dunia:
Gagasan membeli Kepulauan Chagos ini bukanlah yang pertama. Ini mengikuti pola ambisi teritorial yang sudah terbangun di era Trump:
Perbedaan utamanya jelas:
Para jurnalis membingkai rencana Chagos ini sebagai poros strategis dari kegagalan Greenland. Dengan kata lain, setelah gagal membeli 'properti' besar di Kutub Utara dengan gertakan, Gedung Putih kini membidik 'properti' lebih kecil di Samudra Hindia dengan membuka dompet .
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Gedung Putih dilaporkan menyusun rencana untuk membeli Kepulauan Chagos langsung dari Mauritius , memotong jalur Inggris yang proses pengalihan kedaulatannya macet [1][4].
Gedung Putih dilaporkan menyusun rencana untuk membeli Kepulauan Chagos langsung dari Mauritius , memotong jalur Inggris yang proses pengalihan kedaulatannya macet [1][4]. Proposal ini dibuat setelah Presiden Trump menyebut kesepakatan Inggris Mauritius sebagai “kebodohan besar” dan menarik dukungan AS, membuat proses legislasi Inggris terhambat [6][8].
Inti dari rencana ini adalah mengamankan Diego Garcia , pangkalan militer gabungan AS Inggris yang super strategis di tengah Samudra Hindia, yang krusial untuk operasi ke Timur Tengah, termasuk potensi serangan ke Ira...
Loading comments...
Comments
0 comments