Hingga Maret 2026, Starlink telah mengoperasikan lebih dari 11.000 satelit aktif, menyalip target awal 10.400 satelit secara signifikan [14][20]. Pada akhir Januari 2026, SpaceX mengajukan permohonan ke FCC untuk meluncurkan hingga 1 juta satelit yang akan berfungsi sebagai pusat data AI orbital bertenaga surya [5][...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What are the details of SpaceX's Starlink expansion beyond 10,400 satellites, including Musk's tenfold goal to 100,000 satellites and the re. Article summary: Starlink Expansion: Constellation Growth, AI Data Centers, IPO, and Key Risks Constellation Expansion and the Million Satellite Filing As of February 2026, Starlink had exceeded 10,000 satellites in orbit, with over 11,0. Topic tags: general web, ai, security, regulation, marketing. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# SpaceX Secures Clearance for 7,500 More Starlink Satellites in Massive Expansion. The Federal Communications Commission granted permission to launch an additional 7,500 second-ge" source context "SpaceX Approved for 7,500 More Starlink Satellites - Technology Org" Reference image 2: visual subject "
Hingga Februari 2026, Starlink telah melampaui 10.000 satelit di orbit, dengan lebih dari 11.000 unit aktif pada awal Maret. Ini sudah jauh melampaui ambisi awal Elon Musk yang terkenal dengan "sepuluh kali lipat" menjadi 100.000 satelit . Namun, pada 30 Januari 2026, SpaceX mengajukan permohonan yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) untuk meluncurkan dan mengoperasikan hingga satu juta satelit. Tujuannya bukan lagi sekadar internet, melainkan sebuah "Sistem Pusat Data Orbital" yang dirancang untuk mendukung komputasi kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa
. Biro Luar Angkasa FCC menerima pengajuan tersebut untuk ditinjau pada 4 Februari 2026
.
Langkah ini tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, SpaceX telah mengakuisisi perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, dalam kesepakatan senilai $1,25 triliun. Akuisisi inilah yang menyediakan fondasi finansial dan teknis untuk pembangunan pusat data AI orbital yang super masif ini . Jika disetujui, konstelasi ini akan beroperasi di orbit rendah antara 500 km dan 2.000 km, memanfaatkan tenaga surya hampir konstan dan pendinginan vakum pasif untuk menjalankan beban kerja inferensi dan pelatihan AI berskala besar
.
Penting untuk dicatat bahwa angka satu juta satelit mungkin merupakan titik awal negosiasi. Saat mengajukan konstelasi Starlink Gen2, SpaceX meminta izin untuk 29.988 satelit, namun FCC hanya menyetujui 7.500 pada tahun 2022, ditambah 7.500 lagi pada Januari 2026—total 15.000 . Pola serupa mungkin terjadi kali ini. Namun, besarnya pengajuan ini menandakan perubahan fundamental strategi SpaceX dari penyedia internet menjadi pemain infrastruktur AI global
.
Di tengah hiruk-pikuk rencana ekspansi, Starlink telah membuktikan diri sebagai mesin ekonomi SpaceX yang tak terbantahkan. Pada 20 Mei 2026, SpaceX mengajukan pernyataan registrasi S-1 ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), menargetkan valuasi antara $1,75 triliun dan $2 triliun—IPO terbesar dalam sejarah—dengan rencana mengumpulkan dana sekitar $75 miliar di bursa Nasdaq dengan kode saham SPCX .
Kunci dari valuasi astronomis ini adalah Starlink:
Yang lebih mengejutkan, perusahaan AI rival, Anthropic, telah membayar SpaceX $1,25 miliar per bulan untuk kapasitas komputasi melalui sewa 180 hari di pusat data Colossus 1 dan 2 di Memphis. Satu baris dalam prospektus S-1 ini menjadi justifikasi utama di balik valuasi $2 triliun, karena jika disetahunkan, nilainya mencapai $15 miliar per tahun .
Meskipun prospeknya cemerlang, jalan SpaceX tidak mulus. Setidaknya ada tiga tantangan besar yang membayangi.
Rencana pusat data jutaan satelit belum memiliki preseden. Tidak ada infrastruktur komputasi AI orbital yang pernah didemonstrasikan dalam skala besar. Aspek ekonomi dari manufaktur, peluncuran, pemeliharaan, dan penyediaan daya untuk jutaan satelit masih sangat spekulatif. Prospektus S-1 SpaceX juga mengungkapkan bahwa segmen xAI beroperasi pada posisi rugi di tingkat grup, menambah ketidakpastian finansial .
Kemacetan di orbit rendah Bumi meningkat secara eksponensial. Parlemen Eropa mencatat bahwa pertumbuhan jumlah satelit "meningkatkan risiko gangguan melalui tabrakan" . Data menunjukkan peningkatan dramatis: antara Desember 2022 dan Mei 2023, satelit Starlink melakukan lebih dari 25.000 manuver penghindaran tabrakan. Jumlah ini berlipat ganda menjadi hampir 50.000 pada pertengahan 2024 seiring bertambahnya konstelasi
. Risiko sindrom Kessler—di mana tabrakan menciptakan puing-puing yang memicu tabrakan berantai—menjadi perhatian serius bagi seluruh industri luar angkasa.
Ambisi SpaceX memicu gesekan transatlantik. Para pembuat kebijakan Eropa menyuarakan kekhawatiran tentang "perampasan lahan luar angkasa" (space land grabbing) dan ketergantungan strategis pada infrastruktur satelit swasta AS untuk komunikasi pemerintahan yang sensitif . Uni Eropa tengah mempertimbangkan aturan lingkungan dan keselamatan baru yang akan berlaku untuk layanan satelit Amerika yang menjangkau konsumen Eropa, memicu konflik regulasi
. Kesepakatan potensial Italia dengan Starlink untuk komunikasi aman juga mendapat sorotan keamanan
.
Sebagai jawaban atas dominasi Starlink, Uni Eropa mengembangkan IRIS² (Infrastructure for Resilience, Interconnectivity and Security by Satellite), sebuah konstelasi multi-orbit yang dirancang sebagai alternatif Eropa yang berdaulat . Sebuah studi simulasi komparatif menemukan bahwa meskipun Starlink menawarkan kapasitas agregat dan konektivitas absolut yang superior, IRIS² memberikan "keunggulan strategis dalam hal otonomi kedaulatan, keamanan, dan ketahanan" untuk lalu lintas yang kritis terhadap misi dan sensitif
. Namun, IRIS² masih dalam pengembangan awal dan belum menghasilkan layanan operasional kompetitif melawan keunggulan waktu (head start) Starlink yang sudah sangat besar
.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Hingga Maret 2026, Starlink telah mengoperasikan lebih dari 11.000 satelit aktif, menyalip target awal 10.400 satelit secara signifikan [14][20].
Hingga Maret 2026, Starlink telah mengoperasikan lebih dari 11.000 satelit aktif, menyalip target awal 10.400 satelit secara signifikan [14][20]. Pada akhir Januari 2026, SpaceX mengajukan permohonan ke FCC untuk meluncurkan hingga 1 juta satelit yang akan berfungsi sebagai pusat data AI orbital bertenaga surya [5][6][7].
Akuisisi xAI senilai $1,25 triliun oleh SpaceX menjadi fondasi finansial dan teknis utama di balik proyek ambisius pusat data luar angkasa ini [2][4][8].