Pejabat senior AS telah mengadakan pembicaraan awal dengan perusahaan AI besar, termasuk OpenAI dan Anthropic, tentang potensi akuisisi saham secara sukarela oleh pemerintah federal [3]. OpenAI CEO Sam Altman adalah pendorong utama ide ini, bahkan telah menyampaikannya langsung kepada Presiden Trump dan lingkaran Wa...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What recent NOTUS report claims that senior U.S. officials have held preliminary discussions with major AI companies, including OpenAI and A. Article summary: The NOTUS article is behind a paywall, but I've gathered detailed coverage from multiple outlets that corroborate its contents. Here is a comprehensive answer to each part of your question.. Topic tags: general, general web, user generated, government. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "White House officials told executives from Anthropic PBC, Alphabet Inc.'s Google and OpenAI about some of the plans under consideration during" source context "White House Weighs AI Working Group, Model Testing, NYT Reports - Bloomberg" Reference image 2: visual subject "Senior U.S. officials have held preliminary discussions with
Di tengah laju perkembangan kecerdasan buatan yang pesat, sebuah laporan baru dari NOTUS mengungkap perubahan strategi yang berpotensi besar di Washington. Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan tidak hanya ingin mengatur AI, tetapi juga ikut memiliki bagian dari perusahaan-perusahaan yang menciptakannya.
Laporan dari NOTUS, yang terbit pada 4 Juni 2026 dengan judul "Senior U.S. Officials Eye Government Shares in AI Giants", menyebutkan bahwa diskusi awal yang masih konseptual ini melibatkan nama-nama besar seperti OpenAI dan Anthropic . Inti dari gagasan ini sangat unik: pemerintah AS akan memperoleh saham ekuitas di perusahaan AI, dan keuntungan dari investasi tersebut akan dikembalikan kepada publik, salah satunya melalui mekanisme dividen yang dibagikan ke seluruh rumah tangga Amerika
.
Diskusi ini bukanlah negosiasi formal, melainkan penjajakan awal yang mengeksplorasi kemungkinan perusahaan-perusahaan ini mentransfer sahamnya secara sukarela .
Menurut laporan tersebut, CEO OpenAI, Sam Altman, adalah figur yang paling getol mendorong ide ini. Ia tidak hanya membicarakannya dengan para pejabat senior pemerintahan Trump, tetapi juga dilaporkan telah menyampaikan proposal tersebut langsung kepada Presiden Donald Trump dalam sebuah percakapan pada awal 2025 .
Lebih lanjut, Digg melaporkan bahwa Altman telah “menjual” ide ini ke lingkaran Washington selama lebih dari setahun. Framing yang ia gunakan adalah agar publik dapat ikut menikmati keuntungan dari teknologi AI yang bersifat transformatif . Langkah ini juga terhubung dengan rencana OpenAI untuk melakukan Initial Public Offering (IPO), di mana tawaran saham kepada pemerintah ini bisa dilihat sebagai bagian dari strategi sebelum perusahaan go public
.
Menariknya, tidak semua perusahaan AI sepakat dengan ide ini. Sumber yang sama mengindikasikan bahwa Anthropic memiliki pendirian yang sangat berbeda. Perusahaan yang didirikan dengan fokus kuat pada keamanan AI itu menyatakan kepada para pejabat AS bahwa mereka tidak tertarik untuk memberikan ekuitas kepada pemerintah. Kekhawatiran utama Anthropic adalah bahwa kepemilikan pemerintah dapat mengompromikan misi independen mereka dalam mengembangkan AI yang bertanggung jawab .
Gagasan ini bukanlah muncul tanpa preseden atau konteks kebijakan yang lebih luas.
Preseden Dana Kuantum $2 Miliar: Pada 21 Mei 2026, Departemen Perdagangan AS mengumumkan penandatanganan letters of intent dengan sembilan perusahaan komputasi kuantum untuk menginvestasikan dana sebesar $2,013 miliar di bawah CHIPS and Science Act . Yang menjadi sorotan, pemerintah AS akan mengambil saham minoritas non-pengendali di perusahaan-perusahaan tersebut sebagai bagian dari kesepakatan
. Perusahaan penerima dana terbesar adalah IBM (sekitar $1 miliar untuk membangun pabrik wafer kuantum khusus) dan GlobalFoundries (sekitar $375 juta), serta perusahaan lain seperti D-Wave, IonQ, dan Rigetti
. Model investasi ekuitas dalam program kuantum ini menjadi cetak biru yang relevan untuk diskusi dengan perusahaan AI, meskipun diskusi AI saat ini masih bersifat sukarela dan konseptual.
Perintah Eksekutif AI dan Keamanan Siber: Hanya dua hari sebelum laporan NOTUS terbit, tepatnya pada 2 Juni 2026, Presiden Trump menandatangani Perintah Eksekutif bertajuk "Promoting Advanced Artificial Intelligence Innovation and Security" . Perintah ini mengarahkan lembaga federal untuk membangun kerangka kerja bagi penerapan model AI frontier yang aman, termasuk proses tinjauan pra-rilis secara sukarela untuk sistem AI canggih. Ini menandakan upaya terbaru pemerintahan Trump untuk menyeimbangkan inovasi AI dengan perlindungan keamanan siber dan infrastruktur penting
.
Laporan ini menandakan babak baru yang potensial dalam hubungan antara Silicon Valley dan Washington. Jika OpenAI dan lainnya terus mendorong ide “saham publik” ini dan pemerintahan menyambutnya, kita bisa melihat model kapitalisme baru di mana warga negara secara harfiah menjadi pemegang saham dari teknologi paling maju di dunia. Namun, penolakan dari Anthropic menyoroti ketegangan fundamental antara komersialisasi dan misi etika dalam pengembangan AI.
Dengan pemilu yang semakin dekat dan diskusi tentang regulasi AI yang semakin intens, usulan yang berani ini pasti akan menjadi bahan perdebatan hangat di kalangan pembuat kebijakan dan publik.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pejabat senior AS telah mengadakan pembicaraan awal dengan perusahaan AI besar, termasuk OpenAI dan Anthropic, tentang potensi akuisisi saham secara sukarela oleh pemerintah federal [3].
Pejabat senior AS telah mengadakan pembicaraan awal dengan perusahaan AI besar, termasuk OpenAI dan Anthropic, tentang potensi akuisisi saham secara sukarela oleh pemerintah federal [3]. OpenAI CEO Sam Altman adalah pendorong utama ide ini, bahkan telah menyampaikannya langsung kepada Presiden Trump dan lingkaran Washington sejak 2025 [2][3].
Konsep utamanya adalah imbal hasil dari saham tersebut akan disalurkan untuk kepentingan publik, termasuk kemungkinan dividen untuk setiap rumah tangga di Amerika [2][3].