Secara keseluruhan, AS mengecilkan kumpulan kemampuan respons krisisnya untuk Eropa sekitar sepersepuluh . Tidak hanya aset udara dan laut, Washington sebelumnya di awal tahun 2026 juga sudah mengumumkan pengurangan sekitar 200 posisi dari struktur komando NATO
.
Untuk meredam kekhawatiran, USEUCOM (United States European Command) dan komandannya, Jenderal Angkatan Udara Alexus G. Grynkewich, yang juga menjabat sebagai Panglima Tertinggi Sekutu NATO untuk Eropa (SACEUR), memberikan justifikasi resmi.
USEUCOM menyatakan bahwa langkah ini dirancang untuk menyelaraskan kontribusi AS dengan Strategi Pertahanan Nasional 2026 Washington, yang memprioritaskan "realitas potensial" untuk bertempur dalam beberapa konflik besar secara bersamaan, terutama dengan fokus strategis yang bergeser ke kawasan Indo-Pasifik dan potensi konfrontasi dengan Tiongkok .
Jenderal Grynkewich secara blak-blakan menyebut bahwa selama ini telah terjadi "ketergantungan yang tidak sehat" (an unhealthy co-dependence) dari NATO terhadap pasukan Amerika . Ia menekankan bahwa sekutu Eropa dan Kanada harus memikul tanggung jawab utama untuk pertahanan konvensional Eropa
. Ini adalah sinyal keras bahwa era di mana Eropa sepenuhnya bergantung pada perisai militer AS akan segera berakhir.
Pemberitahuan ini bukan sekadar pemberitahuan; ia datang dengan tuntutan. Pada 3 Juni, Jenderal Grynkewich secara publik menyatakan bahwa AS mengharapkan sekutu NATO di Eropa dan Kanada untuk dengan cepat meningkatkan jumlah pesawat berawak dan nirawak, serta kapal-kapal yang mereka kontribusikan pada rencana pertahanan aliansi untuk mengisi celah yang ditinggalkan oleh Washington .
Targetnya: semua penyesuaian dari pihak Eropa ini diharapkan sudah mulai dibahas dan direncanakan secara matang sebelum KTT NATO di Ankara pada 7-8 Juli 2026 .
Kabar ini sebenarnya sudah bocor dan menimbulkan spekulasi berminggu-minggu sebelum pengumuman resminya:
Skala yang "Lebih Radikal"
Publikasi Jerman Der Spiegel melaporkan bahwa skala pemotongan ini "jauh lebih radikal daripada yang diperkirakan orang Eropa" . Memangkas separuh pengebom, menghentikan sama sekali kapal selam, dan mengurangi sepertiga jet tempur adalah sebuah pukulan telak yang benar-benar mengejutkan sebagian besar perencana pertahanan Eropa.
Dampak pada Kesiapan dan Kekhawatiran
Sejumlah pejabat aktif dan mantan pejabat menyebutkan kepada Stars and Stripes bahwa pengurangan ini adalah sebuah "perampingan dramatis" dari pasukan respons krisis AS untuk Eropa . Sekretaris Jenderal NATO saat itu, Mark Rutte, mengakui bahwa langkah ini "sudah diduga" dan "memang sudah seharusnya terjadi," namun ia menolak berkomentar tentang detail spesifik sebelum pengumuman resmi
.
Akan tetapi, di balik pernyataan diplomatis, ada kecemasan mendalam di antara para sekutu. Mereka masih "memproses" implikasi dari perubahan ini. Kekhawatiran terbesarnya adalah bahwa perisai NATO bisa melemah justru di saat Eropa sedang memulai proses persenjataan kembali (rearmament) secara besar-besaran .
Tanpa Garis Waktu yang Jelas
Salah satu poin yang paling meresahkan bagi sekutu adalah bahwa Pentagon menyajikan pemotongan ini tanpa memberikan masa transisi yang berarti atau garis waktu implementasi yang jelas, menurut laporan Welt am Sonntag . Para sekutu terus-menerus mendesak rincian tentang waktu, jumlah pasukan, dan kecepatan penarikan aset, namun AS tidak memberikan tenggat waktu yang konkret
. Ketidakpastian inilah yang menjadi sumber utama kecemasan aliansi.
Comments
0 comments