Keajaiban peta ini bermula dari teleskop radio Australian Square Kilometre Array Pathfinder (ASKAP), yang terletak di Observatorium Radio-astronomi Murchison CSIRO, Australia Barat . ASKAP memiliki kemampuan unik: bidang pandang yang sangat luas dan sistem rotasi cawan yang memungkinkannya memindai langit dengan cepat dan dalam
.
Bagaimana caranya 'melihat' medan magnet yang tak terlihat? Kuncinya adalah efek yang disebut rotasi Faraday. Begini penjelasan sederhananya:
Tim menggunakan data dari survei RACS-low3 pada frekuensi 887,5 MHz, lalu mengolah ulang data mentah ASKAP untuk mengekstrak informasi polarisasi penuh dari setiap galaksi .
Peta ini mengungkap detail struktur magnetik yang belum pernah terlihat sebelumnya. Beberapa temuan kuncinya meliputi:
Kualitas datanya luar biasa: kepadatan sumber RM rata-rata mencapai ~7 sumber per derajat persegi, dengan kesalahan RM median hanya 2.2 rad/m² .
Profesor Naomi McClure-Griffiths, Kepala Ilmuwan SKAO, menyatakan bahwa "selama 20 tahun terakhir, para astronom bekerja dengan dataset yang pada dasarnya itu-itu saja," yang bahkan tidak mencakup langit selatan . SPICE-RACS kini mengubah segalanya dengan perbandingan dramatis:
SPICE-RACS adalah produk awal dari kolaborasi POSSUM (Polarisation Sky Survey of the Universe's Magnetism), sebuah tim internasional yang menggunakan ASKAP untuk mempelajari magnetisme kosmik . Dalam jangka pendek, kolaborasi ini akan terus menghasilkan peta yang lebih baik dengan observasi ASKAP yang lebih dalam
.
Dalam jangka panjang, teleskop Square Kilometre Array (SKA) yang sensasional—yang akan mulai beroperasi penuh akhir dekade ini—akan membawa pemetaan ini ke level yang jauh lebih tinggi. Magnetisme kosmik adalah salah satu dari lima Proyek Sains Kunci SKA, dan sensitivitasnya pada frekuensi 1–10 GHz akan melacak medan magnet di piringan galaksi, wilayah pusat, dan relik kluster dengan detail yang belum pernah ada sebelumnya . Menariknya, ASKAP sendiri adalah prekursor langsung untuk SKA, dan lokasinya di Australia Barat juga merupakan tempat SKA-Low sedang dibangun
.
Peta ini mengubah masalah fundamental yang belum terpecahkan—asal-usul dan peran medan magnet di sepanjang sejarah kosmik—dari yang tadinya tampak mustahil menjadi sesuatu yang sekarang dapat diakses secara empiris. Medan magnet memengaruhi bagaimana galaksi tumbuh, bagaimana materi bergerak, dan bagaimana alam semesta berevolusi . Data baru ini membuka pintu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan besar: "Kapan medan magnet pertama kali muncul di alam semesta?" dan "Bagaimana medan magnet di jaring kosmik memengaruhi pembentukan galaksi?"
. Seluruh data ini tersedia secara bebas melalui portal akses data CSIRO, memungkinkan ilmuwan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk turut serta dalam penemuan-penemuan baru
.
Comments
0 comments