Pergeseran ini membuat kripto tidak lagi menjadi permainan ikut-ikutan tren, melainkan taruhan pada keyakinan spesifik di tengah berbagai tekanan. Berikut adalah faktor-faktor kunci yang membentuk ulang lanskap pasar:
1. Pelemahan Momentum Bitcoin dan Rotasi ke Tema Spesifik
Data aliran ETF, pola akumulasi on-chain, dan analisis dari K33 Research serta Fidelity Digital Assets menunjukkan bahwa modal institusional berputar dari eksposur Bitcoin menuju perdagangan kecerdasan buatan (AI) . Alih-alih reli altcoin secara umum, kekuatan justru terlihat sempit pada tema kripto terkait AI. Beberapa protokol AI dilaporkan mencatat kenaikan dua digit pada hari yang sama ketika Bitcoin merosot kembali ke level terendah .
Ini adalah struktur kontrarian: investor membeli di titik rendah berdasarkan tesis proyek tertentu, bukan ikut serta dalam gelombang pasar yang naik secara merata. Jika token seperti Hyperliquid, Zcash, Stellar, dan BNB bergerak berdasarkan berita proyek spesifik, pola ini sangat sesuai dengan kerangka selektif tersebut.
2. Mandeknya CLARITY Act dan Ketidakpastian Regulasi
Digital Asset Market Clarity Act of 2025 (H.R. 3633) diperkenalkan pada 29 Mei 2025 untuk membangun kerangka struktur pasar yang komprehensif bagi aset digital . Isu inti regulasi adalah klasifikasi hukum aset digital yang belum pasti—apakah sebagai sekuritas, komoditas, atau bentuk lainnya—yang membagi yurisdiksi antara SEC dan CFTC .
RUU ini lolos di DPR AS pada Juli 2025 dengan suara 294-134, namun kemudian mandek di Komite Perbankan Senat pada April 2026 . Ketidakpastian ini menekan momentum spekulatif karena investor menghadapi risiko regulasi yang belum jelas. Tanpa aturan main yang pasti, modal besar cenderung menahan diri atau mencari narasi pertumbuhan yang lebih pasti di sektor lain .
3. Persaingan Modal: AI Equities dan Proyek Kripto Bertema AI
Institusi besar dilaporkan merotasi modal dari Bitcoin ke saham AI dan proyek blockchain terintegrasi AI . Pada saat yang sama, keterlibatan institusional dengan kripto secara umum tetap berlanjut—total kapitalisasi pasar kripto bahkan menembus $4 triliun pada 2025 . Namun, aliran terkuat terkonsentrasi pada narasi terkait AI, bukan pada reli yang dipimpin Bitcoin secara luas .
Lanskap ini menciptakan pasar yang sangat selektif dan membutuhkan keyakinan tinggi terhadap tesis individu. Berikut perbandingan antara pasar yang digerakkan momentum dan pasar kontrarian saat ini:
| Pasar Momentum | Pasar Kontrarian (Kondisi Saat Ini) |
|---|---|
| Reli meluas, beta BTC/ETH kuat | Rotasi sempit dan spesifik-tema ke area tertentu seperti protokol kripto berbasis AI. |
| Modal institusional mengalir deras ke kripto | Dilaporkan terjadi rotasi keluar dari eksposur Bitcoin ke saham AI dan proyek blockchain terintegrasi AI. |
| Angin regulasi mendukung | CLARITY Act mandek setelah lolos DPR, menyisakan ketidakpastian regulasi. |
| Momentum harga menarik investor ritel | Pelemahan Bitcoin dan rotasi institusional yang dilaporkan menjauh dari eksposur Bitcoin menunjukkan kondisi momentum yang lebih lemah. |
| Sentimen optimis, FOMO | Kombinasi ketidakpastian kebijakan dan aliran selektif menunjukkan pasar yang lebih hati-hati dan digerakkan tesis. |
Semua kekuatan ini menjauh dari siklus naik yang saling menguatkan. Sebaliknya, pengaturan saat ini menuntut keyakinan melawan hambatan yang ada—ketidakpastian regulasi, rotasi yang dilaporkan ke AI, dan kekuatan kripto yang selektif dan tidak merata—itulah struktur sempurna dari sebuah pertaruhan kontrarian.
Dengan demikian, pernyataan Hougan bahwa pasar telah berada dalam "musim dingin kripto" yang dalam dan kemungkinan mendekati fase pemulihan menjadi konteks penting . Investor tidak lagi bisa berselancar di atas ombak kenaikan umum, melainkan harus berenang melawan arus dengan analisis dan keyakinan yang jauh lebih terukur.