Uji klinis ini berhasil mencapai semua titik akhir primer dan sekunder yang telah ditentukan sebelumnya dengan hasil yang sangat signifikan secara statistik . Temuan utamanya adalah hazard ratio (HR) 0.40 (p<0.0001), yang berarti terjadi pengurangan risiko kematian sebesar 60%
. Ini menghasilkan penggandaan median overall survival (OS) atau ketahanan hidup keseluruhan:
Manfaat kelangsungan hidup ini tidak terbatas pada satu subkelompok genetik saja. Penggandaan harapan hidup dan pengurangan risiko kematian sebesar 60% terlihat baik pada pasien dengan mutasi RAS G12 yang teridentifikasi, maupun pada seluruh populasi penelitian, termasuk mereka yang mutasi RAS-nya tidak terdeteksi pada tumor . Pada penanda 12 bulan, lebih dari separuh pasien yang mengonsumsi daraxonrasib masih hidup, dibandingkan dengan hanya sekitar seperempat pasien yang mendapat kemoterapi
.
Selain angka OS, uji klinis ini juga mencapai target penting lainnya:
Profil keamanan daraxonrasib, meskipun bukannya tanpa efek samping, digambarkan sebagai “dapat dikelola” dan jauh lebih menguntungkan dibandingkan kemoterapi pada ukuran-ukuran yang paling penting bagi pasien . Yang penting, tidak ada sinyal keamanan baru yang muncul dari kumpulan data besar fase 3 ini
.
Keunggulan daraxonrasib paling jelas terlihat saat membandingkan angka penghentian pengobatan dan efek samping parah.
Efek samping yang paling umum sebagian besar sudah diprediksi dari studi fase awal dan didominasi oleh tingkat ringan (kelas rendah), meskipun dialami oleh mayoritas pasien .
Penting untuk diingat bahwa meski angka di atas menunjukkan keuntungan besar, efek samping serius tetap menjadi kenyataan pada pengobatan daraxonrasib. Satu kasus fatal (Tingkat 5) pneumonitis atau radang paru yang terkait pengobatan telah dilaporkan . Sebagai perbandingan, kelompok kemoterapi dihubungkan dengan tingginya angka efek samping yang sudah diperkirakan, seperti neutropenia (kekurangan sel darah putih), neuropati perifer (kerusakan saraf), anemia, dan trombositopenia (kekurangan trombosit)
. Analisis kualitas hidup semakin memperkuat tolerabilitas daraxonrasib yang lebih baik, menunjukkan bahwa obat ini secara signifikan menunda perburukan rasa nyeri, status kesehatan global, dan kualitas hidup secara umum
.
Daraxonrasib telah berada di jalur akselerasi regulasi selama lebih dari setahun. Pada Juni 2025, U.S. Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat memberikan penunjukan Breakthrough Therapy Designation (terapi terobosan) untuk pasien kanker pankreas metastatik dengan mutasi KRAS G12 yang sudah diobati . Penunjukan ini adalah jalur cepat yang diberikan FDA untuk obat yang menjanjikan bagi penyakit serius. Selanjutnya, Orphan Drug Designation (penunjukan obat untuk penyakit langka) diberikan pada Oktober 2025
.
Pada Januari 2026, FDA mengizinkan perusahaan farmasi Revolution Medicines untuk memulai protokol akses diperluas (expanded access), yang memungkinkan obat ini diberikan kepada pasien yang memenuhi syarat di luar uji klinis sebelum izin resmi terbit . Dengan hasil positif RASolute 302 yang kini dipresentasikan, perusahaan telah mengumumkan rencananya untuk mengajukan Aplikasi Obat Baru (NDA) ke FDA
.
Besarnya pencapaian ini tidak terbantahkan di ASCO 2026. Presentasi oleh Dr. Brian Wolpin disambut dengan standing ovation dari para hadirin di sesi pleno, gestur yang dianggap mencerminkan betapa bersejarahnya hasil ini untuk jenis kanker yang kemajuannya seringkali hanya setapak demi setapak . Para komentator menggambarkan data ini sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya” (unprecedented) dan “mengubah paradigma” untuk pengobatan lini kedua kanker pankreas metastatik, menandai validasi penting bahwa mutasi RAS—yang lama dijuluki “tidak dapat diobati” (undruggable)—sekarang adalah target klinis yang nyata
.
Hasil ini telah memicu peluncuran RASolute 303, uji klinis fase 3 global yang kini menguji daraxonrasib sebagai terapi lini pertama untuk PDAC metastatik, dengan tujuan menghadirkan pendekatan yang ditargetkan ini lebih awal dalam perjalanan pengobatan pasien .
Comments
0 comments