Arm meluncurkan CPU AGI, prosesor pusat data pertama yang dirancang dan diproduksi sendiri sepanjang sejarah 35 tahun perusahaan [1][5]. Chip 136 core 3nm ini diklaim menawarkan performa per rak dua kali lipat dibandingkan platform x86, dibuat untuk beban kerja AI agentik [6][7].

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What recent developments has Arm Holdings reported regarding its AI chip business, including its accelerated timeline to reach a $15 billion. Article summary: Here is a comprehensive summary of the key recent developments at Arm Holdings across its AI chip business.. Topic tags: general, government, news, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Arm expects to reach its $15 billion AI chip revenue milestone ahead of plan, citing stronger-than-anticipated demand from the AI sector." source context "Arm stock rallies 15.73% as accelerated $15B AI chip revenue timeline lifts sentiment" Reference image 2: visual subject "FedEx Freight gets buy rating as FedEx spin-off resets valuation, Arm target raised" source context "Arm stock rallies 15.73% as acc
Inggris, 24 Maret 2026 – Perusahaan desain semikonduktor raksasa asal Inggris, Arm Holdings, baru saja menorehkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 35 tahun berdiri, mereka tidak hanya mendesain, tetapi juga memproduksi dan menjual chip prosesor buatan sendiri. Langkah berani ini diumumkan langsung dalam acara "Arm Everywhere" di San Francisco, menandai transformasi fundamental Arm dari sekadal pemberi lisensi arsitektur chip menjadi pemain langsung di pasar silikon pusat data.
Chip yang dinamai Arm AGI CPU ini adalah prosesor pusat data (data center) pertama buatan Arm. Dibangun di atas platform Arm Neoverse V3 dengan teknologi manufaktur 3-nanometer dari TSMC, chip ini dirancang sangat khusus untuk menangani beban kerja artificial general intelligence (AGI) atau AI agentik — sebuah jenis AI yang mampu bertindak atas nama pengguna dengan pengawasan minimal .
Dengan 136 inti (cores), Arm mengklaim performa prosesor ini lebih dari dua kali lipat per rak dibandingkan dengan chip berarsitektur x86 buatan Intel dan AMD . Efisiensi daya juga menjadi keunggulan utama, menjadikannya fondasi ideal untuk pusat data modern yang haus energi.
Target Ambisius: Arm menargetkan pendapatan tahunan sebesar $15 miliar (sekitar Rp245 triliun) dari lini bisnis chip pusat data ini pada tahun fiskal 2031
.
Raksasa media sosial, Meta Platforms, tidak hanya menjadi pelanggan pertama chip ini, tetapi juga terlibat langsung sebagai mitra utama dan pengembang bersama (co-developer) . Dalam pernyataannya, Meta menyebut chip ini dikembangkan untuk mengoptimalkan infrastruktur berskala gigawatt yang menopang aplikasi-aplikasi besarnya, termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, serta bekerja berdampingan dengan akselerator AI kustom milik Meta sendiri, MTIA
.
Selain Meta, sejumlah nama besar lain juga telah menyatakan komitmennya sebagai pelanggan, termasuk OpenAI dan SK Telecom . Mohamed Awad, Executive Vice President Cloud AI Arm, mengungkapkan bahwa proyek ini dimulai tiga tahun lalu atas permintaan langsung dari Meta, yang menginginkan lebih dari sekadar cetak biru (blueprint) dari Arm
.
Hanya enam pekan setelah peluncuran pada Maret 2026, Arm melaporkan bahwa permintaan pelanggan terhadap CPU AGI telah melampaui angka $2 miliar untuk tahun fiskal 2027 dan 2028. Angka ini dua kali lipat dari estimasi awal yang disebutkan saat peluncuran .
Dalam laporan keuangan kuartal keempat tahun fiskal 2026 (berakhir Maret 2026) yang dirilis pada 6 Mei 2026, CEO Rene Haas dan CFO Jason Child mengonfirmasi lonjakan ini, namun tetap mempertahankan panduan pendapatan jangka pendek pada angka $1 miliar. Alasannya? Keterbatasan pasokan. Arm mengaku baru bisa mengamankan kapasitas pasokan untuk sekitar setengah dari total permintaan yang ada, dan tengah bekerja keras untuk mengamankan kapasitas wafer, memori, dan pengemasan tambahan dari rantai pasok . Pendapatan dari pengiriman perdana chip ini sendiri diprediksi baru akan masuk pada kuartal keempat tahun fiskal Arm saat ini, yang berarti sekitar akhir tahun 2026
.
Langkah Arm ini menandai perubahan strategi paling signifikan dalam sejarahnya. Perusahaan ini membangun nama besarnya dengan melisensikan desain arsitektur chip ke perusahaan lain seperti Qualcomm dan Apple, dan mendominasi pasar prosesor smartphone. Kini, bisnis pusat data dengan cepat menjadi penggerak utama pertumbuhan.
Bukti transformasi ini sangat jelas:
Total pendapatan Arm sendiri mencatat rekor sebesar $3,601 miliar untuk tahun fiskal 2026, dengan pertumbuhan dua digit dari lisensi dan royalti .
Di tengah memanasnya perang dagang teknologi antara AS dan China, CEO Arm Rene Haas turut menyuarakan pendapatnya. Berbicara di Taipei pada 2 Juni 2026, Haas berpendapat bahwa AS akan sangat kesulitan untuk melarang ekspor CPU yang bermanfaat untuk AI ke China .
Argumen utamanya sederhana: CPU adalah komponen yang sangat umum. "CPU itu seperti minyak dalam hal cakupan aplikasinya," ujar Haas. "Itu akan menjadi pemangkasan (pembatasan) yang sangat drastis." . Ia menekankan bahwa sangat sulit untuk membedakan antara CPU yang khusus untuk AI dengan CPU untuk keperluan umum lainnya, sehingga larangan luas justru akan memperlambat kemajuan teknologi secara keseluruhan dan merugikan industri serta konsumen
.
Pernyataan ini menempatkan Haas sejalan dengan CEO Nvidia, Jensen Huang, yang telah lama mengkritik kontrol ekspor AS yang dianggap terlalu luas dan berpotensi kontraproduktif .
Apa yang dilakukan Arm sekarang bukan sekadar menjual chip; ini adalah sebuah deklarasi bahwa masa depan pusat data, dan mungkin seluruh komputasi modern, akan bertenaga Arm.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Arm meluncurkan CPU AGI, prosesor pusat data pertama yang dirancang dan diproduksi sendiri sepanjang sejarah 35 tahun perusahaan [1][5].
Arm meluncurkan CPU AGI, prosesor pusat data pertama yang dirancang dan diproduksi sendiri sepanjang sejarah 35 tahun perusahaan [1][5]. Chip 136 core 3nm ini diklaim menawarkan performa per rak dua kali lipat dibandingkan platform x86, dibuat untuk beban kerja AI agentik [6][7].
Meta Platforms menjadi mitra utama, pengembang bersama, dan pelanggan pertama chip ini, dengan tujuan mengoptimalkan infrastruktur berskala gigawatt [1][3].